
pasalnya dirinya ini memiliki jiwa Cerewet yang super sama seperti dina,Kalau Hanya berdiam terus dia akan tertidur,dengan setengah watt keberanian dia mulai berbicara.
"pak..."belum selesai becara tiba tiba Sekertaris Rio menarik tangannya dan membwanya ke dalam dekapan pria itu.
Hal yang yang pertama di rasa adalah ke hangatan.rasa hangat menjalar ke tubuh Ciska membuatnya merasa nyaman namun juga gugup karena jantungnya berdetak sangat kencang.
🌹🌹🌹
***Deg
Deg
suara detak jantung Ciska semakin kencang dan hal itu membuatnya merasa tidak nyaman,karena takut ketahuan sekertaris Rio***.
"apakah Cinta itu indah??"Ucap Sekertaris Rio,yang masih mendekap ciksa sambil menatap lurus melihat ke arah air pantai.
Pertanyaan yangbdi tanyakan sekertaris Rio membuat Ciska mengerutkan Dahinya sambil bertanya pada hatinya.apakah dia tidak pernah merasakannya??*pikir Ciska
Hening tak ada jawaban dari pertanyaan seorang
Rio Alvarendra,yang mana dirinya kembali menanyakan hal yang sana kembali.
"apakah Cinta itu indah?? sampai banyak orang sangat ini merasakannya?"ucap Sekertaris Rio sambil meletakkan dagunya di Bahunya Ciska.
pertanyaan konyol yang di dengar Ciska Namun mencoba menjawabnya den
__ADS_1
"apakah pak Rio tidak pernah merasakannya?"ucap Ciska gugup
"aku tidak suka pertanyaanku di jawab dengan pertanyaan"ucap sekertaris Rio dengan aura dingin.
Ciska yang merasakan henbusan nafas di bahunya merasa sedikit kegelian,disertai gugup.
"Orang bilang Cinta itu indah,perasaan menjaga dan menyayangi akan ada saat seseorang mencintai,tapi akan banyak sekali cobaan yang mendatangi untuk menguji mereka akan seberapa kuatnya Cinta yang di miliki."ucap Ciska yang terbawa suasana akhirnya dirinya sadar akan usapanya.
"Hanya itu yang saya tau pak,saya sangat minim akan hal ssperti itu,karna memang saya tidak merasakannya"ucap Ciska gugup takut perkataannya tadi ada yang salah.
Hening kembali tercipta Ciska hanya diam mematung sedangkan Sekertaris Rio hanya memeluk sambil memejamkan matanya entah apa yang di pikirkannya.
Waktu semakin Malam dinginnya malam membuat Ciska menggosok gosok tangannya.
"saya akan mengantarmu pulang"ucap Sekertaris Rio dengan wajah datar tanpa ekspresi.
Kenapa Cepat sekali pria ini berubah,apa dirinya itu bunglon,berubah di waktu waktu tertentu?pikir Ciska.
"Apa kau akan diam di situ ?"ucap Sekertaris Rio yang sudah berada di sambil pintu mobil.
setelah sadar dirinya di tinggal,akhirnya Ciska pun berjalan mendekat ke arah mobil dan masuk.
tak lama mobil sport itu pun meninggalkan kawasan pantai untuk pulang.
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Di sisi lain
Dina sangat Cemas dengan keadaan Ciska saat ini entah kemana di bawanya sahabatnya itu oleh sekertaris Rio.
melihat Ciska mondar mandir membuat kepala nenek pusing
"maaf nek,aku takut terjadi sesuatu sama Ciska,kana tadi pak Rio bawa dia pergi dalam
keadaan marah jadi aku takut aja nenek kalau terjadi apa apa"ucap Dina khawatir.
"Dia tidak akan kenapa napa Dina,lagi pula kenapa bisa pak Sekertaris Rio itu marah sama Si Ciska,pasti ada masalah "ucap Nenek
"entahlah nek,dia tidak mengatakan sesuatu dan malah menarik Ciska dan membawanya pergi."ucap dina lesu
Namun tiba tiba ponsel dina berbunyi
Melihat Nama yang tertera di.ponselnya membuat dina tambah lesu.
"Angkatlah apa itu orang tuamu?"ucap nenek yang merasa terganggu
"iya nenek"
tak lama dina pun menggangkat panggilan telponnya.
"Hallo dina sayang apa.kabarmu ??apa kau sudah bertemu jodohmu?? suruh dia datang ke mari secepatnya"Sambar di seberang sana
__ADS_1
a