Menikahi Presdir Dingin

Menikahi Presdir Dingin
SIKAP BAR BAR AMEL


__ADS_3

"aahhhhhh"desah amel yang mulai menikmati apa yang di lakukan david,dan tidak mampu menjawab pertanyaan suaminya.


David malah tersenyum senang,dengan gairah yanh semakin membara.


"katakan apa yang kau inginkan honey??"ucap david serak dan sayup.


"aku ingin kamu sa yang"ucap amel sambil menahan sesuatu dalam dirinya.


"baiklah sayang dengan senang hati aku milikmu saat ini


akhirnya pergumulan panas pun terjadi dan david melakukannya berkali kali sampai dirinya merasa puas.


🌹🌹🌹


Hari hari terus berganti dan semakin hari semakin ada saja ulah amel yang membuat david ingin naik darah,terkadang meminta ini dan itu,dan jika tidak di penuhi maka amel.akan menangis sepanjang hari tanpa mau makan.dan david sebagai suami dia terus berusaha untuk bersabar,sementara mommy sudah kembali pulang ke masion beberapa hari yang lalu.karna senang mendengar berita kehamilan amel.


Hari ini tuan muda, di buat pusing karna permintaan amel.

__ADS_1


"sayang hari ini kamu jangan pergi ya,aku pengen dekat sama kamu aja"ucap amel dengan menunjukkan wajah imutnya sambil mengedip ngedipkan kedua matanya.


"honey hari ini aku ada meeting penting,nanti sore aku pasti pulang cepat kok ya"ucap david lembut sambil membelai rambut amel yang kepalanya ada di pangkuan david.


"gak mau,aku maunya kamu di sini temanin aku sama anak kita dia pengen dekat sama kamu terus,lagi pula ada sekertaris Rio dia kan bisa mengantikan kamu sayang"ucap amel cemberut sambil memeluk erat pinggang david.


"honey aku tidak bisa terus menerus meminta sekertaris rio yang menggantikan aku,karna hari ini aku akan ada pertemuan penting"ucap david


"aku maunya sama kamu,kalau emang kamu mau meeting aku juga ikut ya?"ucap amel,sambil membuat pola pola abstrak di dada david yang membuat david mulai berhasrat.


"tapi kamu sedang hamil sayang,tidak baik kalau wanita hamil itu keluar,lebih baik kamu di rumah kan ada hana dan mommy"ucap david membujuk amel,bukannya tidak mau mengajak tapi david takut kejadian yang beberapa hari lalu terurang lagi.


amel yang ikut pergi ke kantor dari berdandan sangat cantik menemani david dalam meeting suaminya itu.dan duduk di pangkuan suaminya sambil mendengarkan para penjabat tinggi perusahaan itu memberi presentasi


Saat masih meeting amel yang duduk masih dia dalam duduknya tiba tiba terusik karna tatapan salah seorang wanita yang menatap lapar suaminya itu membuat amel bangkit dari duduknya dan


BRAKK

__ADS_1


amel menggebrak meja itu dengan sangat keras membuat semua orang terkejut.


"kenapa kau melihat suamiku, hah?aku kau mau mengambilnya ?dia itu milikku "bentak amel marah,sedang david malah memijit mijit pelipisnya karna tingkah bar bar amel


"nona saya memperhatikan tuan karna saya merasa kasihan dari tadi nona mendudukinya,mungkin saja dia terasa pegal karna sudah lama nona duduk.dengan posisi seperti itu"ucap wanita itu ketakutan karna amarah amel.


sedang amel yang mendengar alasan itu tidak terima,karna menurutnya wanita itu mengatakan kalau dirinya sudah terlalu gendut yang mana sebaiknya amel duduk di kursinya sendiri.


"kau mrngataiku gendut hah???"marah amel dan langsung ingin menampar wanita itu,tapi karna david yang menyadari akan hal itu david pun menarik amel ke dalam pelukkannya.


"honey sudah jangan bersikap seperti itu"ucap.david masih memeluk amel


"tapi dia mengataiku gendut sayang,dan kau.membelanya???jadi kau juga setuju kalau aku ini gendut???ucap amel yanh sudah merembes air matanya dengan marahnya dia menginjat kaki david lalu keluar ruangan itu dan.pulang kerumah.


sesampainya di rumah amel menghancurkan semua fas yang ada di depan matanya.yang mana membuat ruangan itu.seperti kapal pecah,dengan langkah lebar amel menaiki anak tangga lalu mengunci pintu kamar utama itu.dan seharian tidak mau makan,dengan susah payah david merayu amel sampai akhirnya mau makan dan membuka pintu.


flash back of.

__ADS_1


Hal itu masih terbayang bayang di pikiran david yang mulai ada rasa takut kalau hal itu terjadi lagi.


__ADS_2