
🌹🌹🌹🌹🌹
waktu semakin sore dan di sebuah masion besar amel duduk di halaman belakang rumah sambil menatap kosong ke depan,entah apa yang sedang di pikirnya.
tak lama seseorang datang memeluknya dari arah belakang sambil menutup matanya.
"siapa ini?"tanya amel
"...."
karna tidak ada jawaban amel pun meraba raba tangan dan wajah seseorang untuk mengetahui siapa yang sedang menutup matanya.
"hana??"ucap amel ragu
dan tak lama kedua tangan itu pun terlepas dari matanya dan seseorang itu pun duduk di sampingnya sambil tertawa
"hahahhahaaaa....,kak kau bisa juga mengenalku?"ucap hana
"ya aku mengenalku karna cincin di jarimu itu"ucap amel tersenyum
"emhh,oh ya kak ini ada oleh oleh untuk kakak dari aku dan mommy"ujar hana sambil memberikan paper bag.
"terima kasih, oh ya mommy mana kenapa tidak kelihatan??"ucap amel bingung,
"itu mom bilang ada urusan bisnis di paris,jadi mommy tidak bisa pulang sekarang,mungkin sebulan atau dua bulan lagi,"ucap hana
amel yang mendengar itu hanya ber "oh"ria sambil mengangguk nganggukkan kepalanya pertanda mengerti.
"jadi kakak sekarang bagaimana??"ucap hana,
"bagaimana apanya?"ucap amel sambil meminum minumannya.
"itu perutnya udah ada isinya belum??"ucap hana yang membuat amel tersendak saat meminum.
uhuk uhuk uhuk...
__ADS_1
"kak kau kenapa??"ucap hana panik mengambilkan tissu dan di beri kepada kakak iparnya.
"nona anda baik baik saja??"ucap clovis yang setia berdiri di belakangnya.
amel mengelap bibirnya dan berkata.
"aku tidak apa apa,hanya sedikit terkejut."ucap amel yang menyembungikan wajahnya yang sudah mulai memerah karna malu.
"jadi bagiamana kak??"ucap hana
"apa kakakku itu sudah berhasil???"ucap hana yang penasaran.
"ahh itu...jangan di bahas aku malu"ucap amel terbata bata sambil menyembunyikan wajahnya di kedua tangannya.
"jadi kakakku sudah berhasil??"tanyanya yang masih ragu,Namun karna amel tidak menjawab akan tetapi menunjukkan sikap salah tingkahnya membuat hana berteriak bahagia seperti mendapat lotre.
"aaahhhhhhhh,aku akan menjadi kakak cantik.."teriak hana sambil melompat lompat.
"ha..hana hentikan di lihat yang lain"ucap amel terbata salah tingkah.
****
Di sebuah markas david yang begitu besar namun tersembunyi di bawah tanah.dan jika mau masuk harus menggunakan sandi atau sidik jari
David sedang duduk di kursinya dengan pistol di tangannya sedang sekertaris rio selalu setia berdiri di samping tuan mudanya.
dua gadis yang di ikat menangis ketakutan dan berdoa di dalam hati mereka.
"apa alasan kalian menghina wanitaku??"ucap david dingin namun menakutkan bagi kedua wanita tersebut.
"a..aku hanya tidak suka kepada amel dan sahabatnya"ucap Rita.
DORR
suara tembakan ke sebuah botol minuman.sehingga membuat minuman itu berhamburan.dan membuat kedua gadis ketakutan dan memejamkan mata mereka.
__ADS_1
"jangan menyebut nama istriku dengan mulut kalian yang kotor itu!!!"teriak david yang menggema di ruangan itu.
"ma..maafkan kami tuan muda,kami tidak akan mengulanginya lagi,tolong lepaskan kami ampuni kami"ucap mereka dengan suara bergetar takut.
david menghela nafas panjang sambil memejamkan matanya.
"aku berikan kalian kesempatan kedua untuk hidup tapi ingat jika aku melihat wajah kalian berdua maka hari itu juga nyawa kalian akan hilang"ucap david menekan beberapa kata.dengan mata terpejam.
"te..terima kasih tuan muda kami akan pergi dari kota ini dan tidak akan pernah menampakkan diri kami lagi"ucap mereka.
"Rio perintahkan pengawal kita mengantar mereka sampai di rumah mereka dan katakan kepada orang tuannya,untuk jangan membuatku melihat wajah anak mereka karna sampai aku melihatnya mereka akan mati di tanganku sendiri"ucap david yang masih setia dengan mata terpejamnya.
"baik tuan,antar mereka"ucap Sekertaris rio menunjuk empat pengawalnya.
kedua wanita itupun sudah di lepaskan ikatannya dan di bawa keluar dari ruangan itu dengan mata tertutup.
****
"tuan kenapa tuan melepas mereka??"ucap Rio sopan
"aku masih memberi mereka kesempatan hidup tapi aku jugs ingin memberi pelajaran kepada wanitaku itu,agar tidak mudah memaafkan.apa informasi yang kau dapatkan hari ini??"ucap david dingin namun masih memejamkan matanya untuk menormalkan kembali amarahnya.
"mata mata kita sudah memberi tau bahwa dia sudah berada di kota ini dan informasi yang saya dapatkan,gadis itu akan melakukan pertemuan dengan seseorang."ucap Rio.
"emmhh,awasi terus dia,dan jangan sampai kita ketinggalan informasi kecil."ucap david datar.
"bagaimana dengan proyek di amerika,??"ucap david
"proyek itu masih berjalan tuan,tapi ada sedikit keanehan di pembangunannya,mereka meminta tambahan uang untuk membeli beberapa bahan"ucap sekertaris rio
"baiklah kita harus datang kesana,siapkan tiket untuk kita berangkat dua hari lagi"ucap david berdiri dan pergi dari markasnya,lalu masuk kedalam mobil yang di kemudi rio.
TBC.
TRIMA KASIH SARANNYA,AKAN DI USAHAIN UNTUK UP DAN BERIKAN LIKE,VOTE LALU FAVORITKAN YA.
__ADS_1
SALAM MANIS AUTHOR