Menikahi Presdir Dingin

Menikahi Presdir Dingin
MENGUMPULKAN SAHABAT UNTUK MAKAN BERSAMA


__ADS_3

sedang di lantai bawah tepatnya di dapur terjadi kekacauan yang mana dapur yang bersih dan rapi tadinya berubah seperti kapal pecah.


𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘺𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘢𝘮𝘦𝘭 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘴𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘶𝘮𝘣𝘶 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘴𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘤𝘰𝘤𝘰𝘬 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘢𝘮𝘦𝘭 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘴𝘶𝘬𝘢.


"nona amel, biarkan kami yang memasaknya, nona duduk saja di meja makan bersama yang lain" ucap pak cen.


"tidak, aku yang masak hari ini, tuan muda juga menyukai masakanku" ucap amel ceria dengan semangatnya hari ini.


"nona muda biar bik lala saja yang memasak,non duduk dan istirahat saja" ucap bik lala sopan.


"biarkan aku yang memasak bik, hari ini aku ingin memasak untuk mereka semua, karna pagi ini aku mengundang mereka" ucap amel dengan mata berkaca kaca. semua pelayan termasuk pak cen memilih diam, akan tetapi dalam hati mereka berdoa supaya tuan muda mereka tidak terkena penyakit.


🌹🌹🌹


sedangkan disisi lain. David yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya dan tas kerja yang sudah amel siapkan saat sehabis mandi.


david menuruni anak tangga, Namun saat di tengah tengah menuruni tangga David melihat sahabat dan adik sepupunya sudah berkumpul di meja makan.


"hei hei kalian sedang apa di sini? " ucap david dan mengambil tempat duduk di kursi tersendiri di ujung meja depan sebagai pemimpin.


"Hai bro, kami juga tidak tau yang jelas pagi pagi sekali kakak ipar menelpon kami menggunakan ponselmu, lalu menyuruh kami untuk datang" ucap Gavin


"Hah, ya sudahlah mungkin dia ingin kita sarapan bersama" ucap David.


sarapan?? kenapa ada yang janggal di kata itu tapi apa ya??? Batin David.


"bagaimana keadaan markas? apa para bodyguard mulai itu sudah kau beri latihan yang baik? " ucap David kepada Gavin


"tentu saja sudah, dan aku juga sudah mengirim bebrapa dari mereka yang memang sudah bagus ke rakannya anak keperusahaan yang ada di luar negeri. oh ya aku juga sudah tau bahwa perusahaan di Amerika lagi ada masalah, apa kau jadi pergi hari ini? " tanya Gavin sambil memakan buah yang ada di meja makan.


"sebenarnya aku ingin mengecek secara langsung. tapi aku tidak tega melihat amelku itu bersedih jadi. aku. meminta sekertaris Rio untuk mengeceknya melalui anak buah kita. " ucap David yang sedang mengambil koran di meja sambil membacanya.


"oh begitu. mungkin itu lebih baik, oh ya aku mendapat kabar buruk tentang keluarga kakak ipar di kota itu. " ucap Gavin


"kabar apa katakan? " ucap David datar tanpa melihat Gavin


"itu emm.... tuan Hendra terkena serangan jantung, dan saat ini sedang di rawat di rumah sakit medika, dan mungkin saat ini nyonya tari sudah tau" ucap Gavin santai.

__ADS_1


"kau awasi terus keluarga itu karna ada sesuatu yang aku curigai, namun masjid belum punya bukti, kau awasi mereka" ucap david tegas.


"baik " ucap Gavin.


"bagaimana pekerjaanmu Tian? " tanya David


"baik, seperti biasa " ucap tian


"kapan kalian mencari kekasih? kalian berdua sudah tidak muda lagi secepatnya carilah kekasih untuk di jadikan istri" ucap David santai membuat kedua pria itu terbatuk batuk.


uhuk uhuk..


"hahahhaaa... tuan aku masih ingin bebas" ucap Gavin


"kalau aku masih ini fokus dengan pekerjaanku. " ucap tian.


tak lama seorang pelayan datang menghampiri mereka di meja makan.


"tuan muda di depan ada tamunya nona muda," ucap pak cen


"dimana istriku? " ucap David bukannya menjawab pertanyaan pak cen


"bawa mereka masuk " ucap David


"baik tuan muda" ucap pak cen membungkuk hormat.


"bro siap yang datang? " ucap Gavin yang penasaran.


"mungkin saja teman temanya amel" ucap asal David.


dan tak lama muncullah empat orang gadis manis dengan pakaian yang cantik masuk ke dalam rumah David dan memasukinya menuju meja makan.


ya ke empat gadis itu yaitu. dina, cici, ciska dan lisa mereka berempat itu adalah teman teman amel dan pegawai di toko amel namun sudah di anggap sebagai teman juga.


"selamat pagi tuan muda, nona hana dan yang lain" ucap mereka canggung karna baru pertama kali datang ke kediaman tuan muda sang Billionaire kaya.


"ehmmm" dehem David

__ADS_1


"mari nona nona silahkan duduk di kursi kosongnya" ucap pak cen.


" Terima kasih tuan" ucap mereka bersamaan, dan mengambil tempat yang sudah di siapkan


Gavin yang melihat salah satu dari mereka berempat merasa lucu karna menggunakan baju motif hello kitty. karna tidak sanggup menahan tawanya akhirnya pecah juga.


"hahahahhaaaa....... lucu sekali" tawa Gavin menggema di ruang tersebut membuat Sekertaris Rio, dokter tian, hana dan tuan muda beserta pelayan dan bodyguard nya menatap Gavin heran.


"kau kenapa? " tanya David


"hahahaaa.... it itu ada yang lucu" ucap Gavin.


David menyerngit dan mengaiki satu alisnya heran.


"Tian bisa kau periksa dia, atau beri obat yang cocok untuknya" ucap David santai.


seketika Gavin berhenti tertawa.


"bro maksudmu apa?kau mengira aku gila? hah" tanya Gavin heran.


sedang dokter tian mengeluarkan steroskopnya untuk memeriksa sahabatnya Gavin yang dia juga memikirkan hal yang sama dengan David


"hei hei.. kau mau apa? aku ini masih normal" ucap Gavin kesal karna di kira gila.


Namun sebelum Dokter tian menjawab amel membawa makanan yang di masaknya yang di bantu pelayan masion itu.


"Hai selamat pagi semua, akhirnya ngumpul juga, kalau gini kan rasanya ramai begitu. " ucap amel tersenyum manis yang mana membuat David kesal.


"sayang jangan tersenyum seperti itu kepada mereka" ucap David kesal.


*tuan muda ada apa dengan anda dua hari terakhir ini sikap anda berbeda,"batin sekertaris Rio.


.


.


.

__ADS_1


TBC.


HAI READERS.. MAAF SEKALI BEBERAPA MINGGU INI AUTHOR TIDAK DAPAT UNTUK MENGUPDATE. KARNA AUTHOR ADA SAKIT DAN INI SAJA BARU SEDIKIT SEHATAN. JADI MAAF KALAU BARU BISA UP DIKIT INI JUGA AUTHOR PAKAI HP ADEKKU APA HP AUTHOR ADA RUSAK JADI TOLONG DI MAKLUMIN YA


__ADS_2