
Sebuah informasi yang dikirimkan oleh sepupunya pun langsung menghancurkan pemikiran terakhir Randy untuk membantu sepakbola Indonesia menuju kancah Internasional!
Benar saja, para manejemen puncak olahraga adalah sampah!
Randy sangat marah.
Dia menenangkan pikirannya lalu berdiri dan berjalan ke balkon sendirian sambil menatap ke langit, dia terdiam untuk waktu yang lama.
Sebelumnya dia sangat ingin mengubah situasi sepakbola di Indonesia, tetapi dia sama sekali tidak berdaya!
Dia kemudian tiba-tiba teringat ucapan dari seorang sarjana terkenal "Selama uang dan kekuasaan bertahta di hati maka kesempatan untuk memperbaiki diri akan sirna."
Lalu Randy kembali teringat seorang manajemen tim nasional yang meneleponnya dan menawarkan persyaratan untuk bergabung dengan Tim Sepakbola Nasional.
Persyaratan yang diberikan oleh manajemen tersebut kembali membuat Randy sangat marah.
Dia mengerahkan pukulannya dengan keras ke pagar balkon, dan sensasi kesemutan dengan cepat terasa di tangannya.
Tapi dia acuh tak acuh terhadap rasa sakit ini seolah dia tidak merasakan sakit ditangannya.
Karena yang dirasakan hatinya jauh lebih menyakitkan daripada apa yang dirasakan tangannya.
Dulu, impiannya adalah membawa nama Indonesia untuk bersinar di kancah Internasional dengan memenangkan kejuaraan Piala Dunia.
Sejak dia terlahir kembali di dunia ini, dan bermain untuk Red Devils, dia juga memikirkan untuk memberikan kesempatan para pemain di tanah air agar dapat bersaing di kancah internasional, bahkan dia berharap beberapa tim lokal bisa mencapai tingkat klub Liga Premier.
Dan ketika dia dipilih untuk bermain di tim nasional, dia pasti bisa berdiri menanggung beban untuk memperjuangkan kemenangan tim.
Bahkan jika pertahanan tim nasional seperti sampah, dia masih yakin bisa memimpin tim nasional untuk bermain di Piala Dunia!
Di seluruh kawasan Asia maupun Asia Tenggara, tidak ada striker yang bisa membobol gawangnya.
Dan juga tidak ada penjaga gawang di seluruh Asia yang dapat memblokir tendangan bebasnya.
Selama dia bisa terpilih masuk timnas, walaupun rekan setimnya setingkat sekolah dasar, dia percaya selama dia ada di lapangan, dia akan memiliki kepercayaan diri untuk membawa tim nasional ke level teratas di Asia!
Dan penggemar sepakbola Tanah air tidak perlu khawatir lagi dengan kondisi tim nasional yang tidak dapat mencapai babak penyisihan grup kualifikasi ataupun final.
Ketika itu terjadi, semua orang di Indonesia pasti akan bangga dengan pencapaian tim nasional mereka. Dan sebagai warga negara Indonesia, mereka dapat mengangkat kepala mereka dengan bangga sambil mengatakan kepada para penggemar sepakbola di Jepang, China ataupun Korea Selatan.
Kami tidak takut pada kalian!
__ADS_1
Kami dapat mengalahkan kalian dengan mudah!
Tapi bisakah Indonesia melakukannya sekarang? Tidak! Karena semua ini sekarang hanyalah mimpi.
Semuanya telah berubah menjadi gelembung yang meletus karena keputusan Manajemen puncak olahraga yang luar biasa ini.
.....
"Randy, jangan pikirkan tentang itu, bibi, aku dan semua keluarga pasti akan mendukungmu! Bahkan jika kamu tidak bergabung dengan tim nasional mana pun, kita akan selalu mendukungmu.
Bajingan-bajingan manajemen itu sudah sangat berlebihan! Kamu harus bermain sepak bola dengan baik, jangan terpengaruh oleh ini!"
Mengambil ponselnya, Randy melihat ke pesan yang dikirimkan oleh sepupunya lagi.
Karena saat ini, kepedulian sepupunya memberinya kenyamanan.
Randy mengepalkan tangannya dan membuat keputusan yang tegas.
Karena mereka membuang diriku, maka aku tidak akan memaafkan mereka!
Randy lalu menelepon petugas konferensi pers Red Devils.
"Mr York, saya ingin mengadakan konferensi pers!"
Berita itu keluar dari Mr York, petugas konferensi pers Red Devils.
Seketika reporter media di seluruh Eropa menjadi gila!
Sejak Randy bermain di final Liga Champions, karena kehadirannya di Red Devils membuat Red Devils semakin stabil menggapai kemenangan.
Sehingga semakin banyak media ingin mewawancarai Randy, meskipun Randy telah berpartisipasi dalam konferensi pers pra-pertandingan dan area campuran pers pasca-pertandingan berkali-kali, wawancara pada kesempatan seperti itu sangat terbatas, sehingga para reporter tidak puas dengan hasil wawancara.
Mereka ingin melakukan wawancara eksklusif dengan Randy dalam waktu yang lama, tetapi Randy selalu mengelak.
Randy saat ini adalah superstar sepakbola yang paling diperhatikan oleh media Eropa, dan klub bola yang tak terhitung jumlahnya pun sangat memerhatikan Randy.
Selain itu, ketidakmunculan Randy yang tak terduga dari tim nasional Indonesia ini dapat dikatakan pasti akan memuat banyak berita eksplosif tentang Randy.
Orang yang berada di titik pusat perhatian dunia seperti itu tiba-tiba mengadakan konferensi pers, hal itu segera menarik banyak media.
Waktu untuk konferensi pers belum tiba namun reporter yang sangat cemas datang ke lokasi konferensi lebih awal, dan tempat konferensi pers secara mengejutkan sangat penuh oleh manusia.
__ADS_1
Para reporter ini memiliki terlalu banyak pertanyaan, dan mereka semua ingin mengulik beberapa hal dari jenius misterius ini.
Ditemani oleh agennya Mendes dan petugas konferensi pers, Randy berjalan ke tempat konferensi pers dengan tenang.
Namun melihat situasi ini, dia pun terkejut dengan kehadiran begitu banyak reporter media. Selain itu, dia sepertinya melihat semburan cahaya kehausan akan berita dari mata orang-orang ini, itu benar-benar menakutkan.
Namun dia tidak pernah menganggap serius media, karena dalam pikirannya, dia dan media hanya saling menggunakan satu sama lain.
Segera saat Randy dan agennya duduk di puncak, beberapa reporter langsung mengangkat tangan dan untuk mengajukan pertanyaan. Pada awalnya, hanya beberapa reporter yang mengangkat tangan mereka.
Tetapi beberapa detik kemudian, semua reporter bergegas mengangkat tangan dan menatap Randy dengan mata berapi-api.
Mereka semua ingin mendapatkan kesempatan untuk berdialog langsung dengan Randy, karena sangat jarang bagi Randy berinisiatif untuk menemui reporter.
Randy melambaikan tangannya untuk memberi isyarat kepada semua orang agar meletakkan tangan mereka dan tidak ricuh.
Melihat ini, para reporter tidak punya pilihan selain meletakkan tangan mereka, mata mereka penuh kesedihan seperti seorang anak yang kehilangan permennya.
Namun, para reporter sudah menyiapkan pena rekaman dan selalu siap untuk merekam setiap perkataan Randy.
Karena setiap kata-kata yang diucapkan Randy pasti akan menjadi berita utama, dan setiap reporter tidak mau ketinggalan ini!
Randy tidak berbicara, dia mengangkat ponselnya dan mengklik sebuah rekaman untuk mulai bermain.
Lalu suara rekaman terdengar di konferensi pers.
Terdengar suara pria menjijikkan yang mengucapkan "Sesuai dengan kondisi pasar, bergabung dengan Timnas pemuda akan memakan biaya 50 juta, Tim Olimpiade Nasional 100 Juta, dan bergabung dengan tim nasional akan memakan biaya 150 juta. Dan kamu belum dipilih dalam Timnas pemuda bahkan olimpiade, namun kamu dapat langsung masuk Timnas hanya dengan membayar 300 juta! Ini adalah kesempatanmu untuk masuk Timnas, bocah."
Meskipun tidak banyak reporter yang hadir bisa mengerti bahasa Indonesia, tetapi dengan intuisi reporter tentang informasi itu, mereka mendengar bahwa ini adalah rekaman dua orang yang berdebat.
Dan dari gaya berbicara dengan aksen bicaranya, orang yang menentang persyaratan tersebut sangat mirip dengan Randy di atas panggung.
Ini berita besar!
"Para reporter di sini semuanya adalah orang-orang pintar, jadi apakah menurut kalian ada masalah dengan saya jika terpilih masuk Timnas dengan kekuatan saya?"
Randy melemparkan pertanyaan ke semua pihak media. Dan setelah mendengarkan pertanyaan Randy, para reporter di tempat kejadian tidak bisa menahan senyum.
Lucu, jika Randy dapat bergabung timnas, maka timnas Indonesia pasti akan melampaui kebanyakan timnas negara lain.
Tidak ada cerita tersembunyi dibalik permasalahan ini? Siapapun tidak akan percaya itu!
__ADS_1
Sudah jelas ada hal tersembunyi, ditambah Randy mengadakan konferensi pers saat ini, dan dengan bukti rekaman ini, semuanya dapat mengetahui kebenaran dari masalah ini.
Pada saat ini, kebanyakan reporter ini sedikit menyesal karena mereka tidak mempelajari bahasa Indonesia, karena mereka tidak dapat memahami rekaman yang mengejutkan itu.