Menjadi Kiper Terbaik Di Dunia

Menjadi Kiper Terbaik Di Dunia
Chapter 136 : Nani cidera


__ADS_3

Taktik head to head Manchester United berlaku lagi, dan Rooney dengan tubuhnya yang luar biasa berhasil merebut umpan dari Giggs yang melakukan tendangan bebas.


Meskipun kepala Rooney tidak menyentuh bola dengan kuat dalam Konfrontasi kacau ini, arah bola yang bergesekan dengan kepalanya membuat "The Magpies" semakin kacau, sangat sulit bagi Krul kiper dari Newcastle untuk menilai pergerakan bola.


Tidak semua orang bisa seperti Randy yang bisa dengan sempurna menilai lintasan terbang bola.


1:0.


Rooney tertawa dan langsung melakukan selebrasi tendangan di sudut bendera lapangan dengan gembira. Dia sangat bersemangat hingga hampir membuat tiang bendera ditarik keluar dari tanah.


Untungnya tatapan dingin Ferguson tertuju pada Rooney, yang membuat Rooney menjadi canggung ketika dia menyadarinya.


Dia bergegas kembali dan memeluk rekan satu timnya untuk merayakannya.


"Anak ini!" Ferguson mengalihkan kembali tatapan dinginnya dari Ronney, gol tersebut membuatnya sangat bahagia, tetapi selebrasi Ronney membuatnya sedikit khawatir, temperamen Ronney terbilang panas, jadi dia bisa secara tidak sengaja memprovokasi penggemar tim lawan.


Setelah mencetak gol, seluruh pemain Manchester United merasa lega. Bahkan para penggemar di tribun berteriak keras seolah merayakan kemenangan.


"Bek Newcastle bukan tandingan Ronney, dia menekan bek Newcastle dengan sempurna dan meraih gol. Kasihan Krul, dia hanya bisa menyaksikan bola masuk kedalam gawang!" Komentator menjelaskan dengan penuh semangat sehingga mukanya memerah.


Dan juga teriakan dari penggemar Manchester United di tribun menjadi intens.


"Wayne, aku mencintaimu!"


"Manchester United sudah menang!"


"Dengan Randy di Manchester United, apa lagi yang kita khawatirkan? Ini mungkin bukan skor akhir, tetapi bisakah Newcastle mencetak gol?"


"Kita bisa merayakan kemenangan lebih awal."


"Wayne! Wayne! Wayne!" Para penggemar di tribun meneriakkan nama Rooney satu demi satu.


Ferguson duduk di bangku pelatih dengan tenang. Dia tidak lagi berdiri di pinggir lapangan untuk menginstruksikan para pemainnya. Apalagi di sisi pertahanan, Randy sudah bermain lebih dari banyaknya pertandingan dan dia telah membuktikan kekuatannya, sehingga sangat sulit untuk membobol gawang Manchester United.

__ADS_1


Pelatih Newcastle Alan Pardew menggaruk kepalanya dengan marah karena formasi pertahanan besi Newcastle tidak berhasil menahan Manchester United.


Alan Pardew pun memanfaatkan para pemain Manchester United yang sedang merayakan dan memanggil kapten tim Coloccini untuk datang.


"Katakan pada Colback agar gelandang lainnya untuk mundur dan mendapatkan bola lebih banyak." Kata Alan Pardew singkat lalu membiarkan Coloccini kembali ke lapangan.


Sekarang dia hanya bisa berharap serangan balik defensif bisa menyamakan skor. Meskipun dalam begitu banyak pertandingan, dia juga menemukan bahwa serangan balik defensif adalah taktik terbaik untuk menghadapi tiga bek Manchester United, tetapi setiap kali tim berhasil melakukan serangan balik, dia akan tetap dikalahkan oleh kiper Manchester United.


Bola bisa menembus lini tengah dan juga bisa melewati bek Manchester United, tapi tidak bisa menembus penjaga gawangnya.


Alan Pardew percaya bahwa tidak hanya dirinya yang berpikir begitu, tapi sebagian besar pelatih Liga Premier mungkin berpikir begitu juga sekarang.


Orang Indonesia sialan, mengapa dia bermain di Liga Premier? Mengapa dia tidak pergi ke La Liga saja?!


Hanya saja keluhan bukanlah cara terbaik untuk mengatasi kesulitan di lapangan. Kenyataannya, Randy berdiri serius di depan gawang sambil memperhatikan perubahan taktik dan formasi para pemain Newcastle.


Hanya saja setelah Newcastle mengubah formasi dan gaya bermainnya, performa mereka tetap kurang bagus, dan masih terus dihajar oleh Manchester United.


Mentalitas Newcastle benar-benar buruk, Alan Pardew hanya bisa menggelengkan kepalanya tanpa daya, dia kembali mengatur formasi dan merancang taktik.


"Oh, ini tidak berbeda dengan formasi pertahanan besi."


Banyak pemain Newcastle berkumpul di area pertahanannya sendiri membuat Randy sedikit bosan. Melihat rekan satu timnya yang berlari kencang di area pertahanan lawan mengkonfirmasikan pikiran Randy kalau pertandingan ini sama sekali tanpa ketegangan.


Newcastle memang agak menyedihkan, meski mentalitas mereka saat ini rendah, posisi ke-12 mereka di Liga Inggris membuktikan bahwa mereka masih memiliki sedikit fondasi, hanya saja hari ini mereka diperlakukan seperti ikan di dalam talenan oleh Manchester United.


Namun Newcastle tidak akan mengaku kalah begitu saja, Coloccini, Colback, dan Simpsons memimpin lini pertahanan dengan sangat gila sehingga Manchester United tidak dapat melanjutkan mencetak gol.


Menit ke-26, ketika gelandang Newcastle Malvo bertahan, dia meluncur ke tanah untuk melakukan tackle kepada Nani.


Namun tackle Malvo tidak menyentuh bola melainkan menendang betis Nani dengan keras.


Nani yang ditackle pun mengerang kesakitan di tanah dan tidak bisa langsung bangun. Dia merasakan rasa sakit yang luar biasa di kaki kanannya.

__ADS_1


Wasit segera meniup peluit, dan dokter tim Manchester United segera memasuki lapangan untuk mengangkut Nani keluar dari lapangan.


Dan untuk Malvo yang jelas-jelas melakukan tackle berbahaya di beri kartu merah tanpa ragu oleh wasit.


Alan Pardew menggosok dahinya dan mengutuk. Ketidaktenangan Malvo membawa konsekuensi yang lebih buruk bagi Newcastle.


Setelah Malvo dikeluarkan, pemain Newcastle hanya tersisa 10 orang dan 10 pemain jelas tidak cukup baik untuk mempertahankan lini pertahanan mereka.


"Bagaimana kondisi Nani?"


Ferguson masih sangat mengkhawatirkan Nani. Dalam rencananya, Nani adalah pengganti Ronaldo, meskipun kekuatannya tidak sebaik Ronaldo, tapi dia tidak jauh lebih buruk daripada Ronaldo.


Nani adalah pemain yang bagus di musim ini, performance di Manchester United sangat cocok untuk menghubungkan koneksi antara dia dan rekan setimnya lainnya di lini bagian depan.


Dokter tim menggelengkan kepalanya dan berkata "Pelatih, untungnya, cedera ini tidak melukai tulangnya, Nani beruntung mengelak sedikit lebih awal. Namun, karena gerakan yang berlebihan dan otot yang tegang, lebih baik Nani dirawat dan menunggu dia pulih sepenuhnya."


"Berapa lama untuk sembuh?" Ferguson merasa lega ketika mendengar Nani tidak mengalami cedera tulang.


"Satu bulan."


Ferguson mengangguk, dan sebentar lagi bulan Desember datang yang mana merupakan jadwal penting bagi Manchester United.


Dia memberi isyarat kepada dokter tim untuk terus menangani cedera Nani, dan dia datang ke bangku cadangan untuk memberi isyarat kepada Hernandez untuk melakukan pemanasan.


Melihat jam tangannya, Ferguson merasa sudah hampir waktunya Hernandez untuk bermain.


Namun sebelum itu, dia tetap menjelaskan taktik yang diterapkan olehnya untuk Hernandez "Setelah kamu masuk ke lapangan, beritahu Rooney untuk berhenti menggiring bola, katakan saja aku yang menyuruhnya."


Ferguson memperhatikan beberapa bek Newcastle memandang Rooney dengan sangat buruk saat ini. Ada beberapa pemain yang dikeluarkan dari lingkaran sepak bola karena kesombongan dan ketidakstabilan emosi mereka.


"Oke, pelatih!" Hernandez mengangguk lalu setelah melakukan pemanasan singkat, dia memasuki lapangan.


Tentu saja, dia ingat perintah pelatih Ferguson, dia menemukan Rooney dan membisikkan beberapa kata begitu dia memasuki lapangan.

__ADS_1


Rooney mengangguk lalu memandang Ferguson di pinggir lapangan, melihat wajah serius gurunya, dia menggaruk-garuk kepalanya karena malu.


__ADS_2