
Mereka berempat berlari meninggalkan tempat mengerikan tadi dan mobil Ronnie yang masih terparkir di belakang lapangan kecil, saat ini di dalam benak mereka hanyalah keinginan untuk kabur dari tempat terkutuk itu.
Namun yang sialnya, tali sepatu Randy terinjak oleh Nana yang membuat dirinya terjatuh dan formasi mengangkat Ronnie sambil berlari tadi menjadi amburadul.
"Ugh" Desah Randy ketika dia jatuh ke tanah dan Nana, Aderson pun berhenti seketika untuk memeriksa keadaan Randy.
"Kamu gapapa, Randy?" Tanya Nana dengan panik.
Aderson mencoba mengangkat Randy dengan bantuan tangannya, dan berhasil menopang Randy.
Disini yang membuat Randy bingung, jika Aderson dan Nana membantu dirinya lalu dimana Ronnie?!.
"Dimana Ronnie?" Tanya Randy kepada Aderson dan Nana, mereka menengok ke sekitar mereka lalu Aderson menjawab "Lah iya Ronnie kemana? Yang aku ingat tadi saat Randy jatuh, Ronnie melayang terlempar dan karena perhatian aku terfokus kepada Randy jadi aku tidak tahu kemana Ronnie terlempar".
Nana pun mencari disekitar daerah situ dengan kebingungan karena tidak ada jejak Ronnie disekitarnya.
Disaat mereka sedang sibuk mencari keberadaan Ronnie, Randy secara mengejutkan melihat gambaran 3 detik dimasa depan yang dimana saat itu dia melihat Ronnie melangkah masuk kedalam rumah kosong itu.
"Wtf, apakah Ronnie kesurupan?!" Pikir Randy secara langsung menebak apa yang terjadi kepada Ronnie.
Randy menepuk bahu Aderson dan Nana lalu menujuk kepada Ronnie yang sudah berada di ambang pintu masuk rumah kosong itu.
Aderson, Nana dan Randy saling tatap dan memiliki pemikiran yang sama yaitu "Bahaya!!".
"Sepertinya kita butuh bala bantuan" Saran Nana, tanpa basa-basi lagi Nana mengeluarkan ponselnya dan menelepon Asey Young.
Aderson pun sama mengeluarkan ponselnya dan menelepon Ferdinan untuk dijadikan pelindung karena memiliki tubuh yang tinggi.
"Aduh bagaimana jika Ronnie benar-benar kesurupan, akan sangat merepotkan apalagi besok pertandingan melawan The Blues yang akan sangat menguras tenaga! Hadeh nasib-nasib, kenapa juga Kuntilanak bisa go internasional!" Keluh Randy dalam hatinya, dia sangat kebingungan dengan apa yang harus dilakukan saat menghadapi orang yang sedang kesurupan.
Tiba-tiba dia mengingat ucapan dari seorang teman di kehidupan lalunya yaitu jika ada seseorang yang mengalami kesurupan, agar orang itu cepat sadar kita harus membasahi orang itu menggunakan air.
Entah perkataan temannya itu manjur atau tidak yang pasti Randy akan mencoba nya terlebih dahulu.
"Nana, sekalian nitip bawakan sebuah baskom besar untuk nanti diisikan air lalu menyiramkan semuanya kepada Ronnie agar dia sadar, karena menurutku Ronnie dalam keadaan kesurupan" Ucap Randy kepada Nana yang sedang menelepon.
Nana mengangguk lalu menyampaikan perintah Randy kepada Asey Young yang dijawab oke olehnya.
++-----++
__ADS_1
Mereka telah selesai menelepon semua bala bantuan tinggal menunggu bala bantuan datang.
*Brom bromm*
Suara mobil mendekati mereka, dan berhenti tepat di samping mereka berdiri.
Asey Young, Ferdinan bahkan Gigi pun ikut berpartisipasi dalam aksi penyelamatan Ronnie.
Setelah mereka keluar dari mobil sambil membawa peralatan yang disuruh bawa oleh Randy, Ferdinan bertanya kepada Randy " Kita akan bertengkar dengan siapa?".
Aderson dan Nana saling tatap dengan tatapan yang sulit dimengerti karena pada saat mereka menelepon Asey Young dan lainnya, Randy menyuruh mereka untuk tidak memberitahu kejadian sebenarnya.
Jelas karena mereka sangat penakut apalagi Ferdinan yang memiliki tubuh besar namun ketika menghadapi hal supranatural hatinya menjadi selembut Hella Kitty.
Sebelum Ferdinan dan lainnya curiga, Randy menjawab dengan santai sambil menunjuk ke rumah kosong itu " Ah kita akan menjemput Ronnie yang sedang menantang dirinya makan di rumah kosong itu"
Firasat Ferdinan mulai tidak enak namun dia masih berkata dengan kesal "Bocah botak itu membuat masalah terus, hal aneh apa yang ada dipikirannya sampai bisa memikirkan hal absurd seperti ini".
Asey Young dan Gigi pun mengangguk setuju terhadap perkataan Ferdinan.
Gigi bertanya "Lalu kapan kita akan menjemput nya? hari sudah mulai gelap nih".
Randy menjawab "Sekarang, silahkan yang memiliki tubuh besar untuk berjalan didepan".
Melihat Randy yang sepertinya mengorbankan dirinya dengan sesuatu yang pastinya bukan hal yang baik, Ferdinan awalnya ingin menolak karena rumah kosong itu terlihat sangat menakutkan apalagi langit sudah mulai gelap namun karena harga dirinya jadi dia mengangguk dengan sombong.
Dengan Ferdinan yang memimpin jalan menuju rumah kosong itu, mereka mulai mendekati rumah kosong itu ditemani dengan suara-suara hewan seperti burung gagak, burung hantu bahkan ada suara anjing menggonggong keras yang menambah suasana menyeramkan.
Ferdinan yang memimpin jalan didepan menelan ludahnya dan tangannya berkeringat namun dia mencoba sekuatnya untuk menenangkan dirinya agar tidak terlihat takut lalu diledek oleh rekan setimnya.
"Cepat lah jalannya, apa kau takut Ferdinan?" Desak Randy yang berada dibelakang Ferdinan.
"Tidak, cih hanya sebuah rumah yang kosong tidak akan membuatku takut" Ucapnya dengan sombong namun tangannya sudah bergetar.
Randy yang mendengar nada sombong Ferdinan pun menyeringai karena dia melihat tangan Ferdinan yang bergetar yang jelas Ferdinan sangat ketakutan.
Entah kesambet apa, Randy memiliki ide melakukan kejahilan kembali dalam benaknya walaupun dia juga takut dengan kuntilanak, tetapi dia tidak terlalu takut karena ada sistem.
Namun pada saat ini sistem berbunyi.
__ADS_1
[Sistem bukanlah sistem pemburu hantu]
"Canda yaelah" Balas Randy dalam hatinya.
Langkah demi langkah akhirnya mereka telah sampai didepan pintu rumah kosong itu, sekeliling rumah itu terlihat sangat sunyi.
Tidak ada siapapun bahkan suara hewan-hewan tadi menghilang bersamaan saat mereka didepan rumah kosong itu.
"Buka pintunya" Kata Randy kepada Ferdinan.
Ferdinan melihat kepada Randy lalu dengan nada yang kecil dia berkata "Sama kamu saja".
Gigi yang mendengar ucapan Ferdinan pun tertawa "Katanya tadi kamu tidak takut, kok sekarang terlihat ketakutan".
Merasa harga dirinya diragukan kembali, Ferdinan menggelengkan kepalanya "Maksudnya, Randy yang membuka pintunya, aku yang akan pertama masuk kedalam rumah nya".
Mendengar perkataan Ferdinan membuat yang lainnya mengacungkan jempolnya kepada Ferdinan.
Karena Ferdinan sudah menawarkan dirinya untuk menjadi yang pertama masuk, Randy dengan senang hati membuka pintunya lalu memperagakan pose dimana seorang pelayan mempersilahkan pelanggan masuk kedalam Restoran.
"Silahkan masuk tuan Ferdinan" Ucap Randy sambil membungkuk namun seringai tercetak diwajahnya.
Ferdinan dengan perasaan gugup dan ketakutan namun karena jaga Image, dia melangkah dengan santai masuk ke dalam rumah.
Pertama yang dilihat Ferdinan didalam rumah kosong ini adalah ruangan yang luas namun sangat gelap dan acak-acakan, semuanya terlihat sangat kotor yang jelas tidak terurus dengan baik.
*Dang*
Suara benda jatuh membuat Ferdinan loncat karena kaget.
"Papaaaaa!!" Teriak Ferdinan dengan reaksi alami.
"Hahahahahaha" Semuanya kecuali Ferdinan tertawa melihat reaksi nya yang sangat memalukan.
Benda jatuh tadi dijatuhkan oleh Randy dengan sengaja, niatnya untuk benar-benar mengetes keberanian Ferdinan.
Siapa sangka reaksi nya sangat mirip dengan Ronnie yang ketakutan.
Ferdinan sangat malu namun dengan paksa menenangkan dirinya sambil berkata "Tadi aku hanya bercanda untuk menetralisir suasana yang mengerikan ini".
__ADS_1
Kata-kata Ferdinan dibalas "Boo" oleh semuanya kecuali Randy yang hanya menatap nya dengan seringai.
"Hehe".