Menjadi Kiper Terbaik Di Dunia

Menjadi Kiper Terbaik Di Dunia
Chapter 58 : Vansie yang menyedihkan


__ADS_3

Mereka berdua saling bertabrakan, lebih tepatnya Randy yang menabrak Arsha.


  "Hishhh!"


  Terdengar helaan napas dingin dari tribun The Gunners, meski Arsha bukanlah yang terkuat dalam hal fisik di The Gunners.


  Tapi itu jelas dia bukanlah pemain yang memiliki fisik lemah, dan sekarang mereka melihat dia terlempar ketika dia bertabrakan dengan Randy.


  Setelah menabrak Arsha, Randy masih berdiri di tepi area terlarang dan menatap Arsha yang tergeletak di tanah dengan tenang tanpa memunculkan fluktuasi emosi apapun.


  Di tribun penonton, fans Red Devils meneriakkan nama Randy dengan gila-gilaan, penyelamatan bola seperti itu terlalu mendominasi dan sangat keren untuk seorang kiper.


  Sebaliknya para fans The Gunners mengeluarkan bahasa kebun binatang kepada Randy, karena pemain mereka terpental oleh kiper lawan beberapa meter jauhnya yang tidak bisa diterima oleh para fans The Gunners.


  Sangat bagus!


  Ferguso mengangguk dan terlihat sangat puas dengan pergerakan Randy.


  Serangan The Gunners tadi sangat mengancam lini pertahanan Red Devils, tapi ini adalah pelajaran bagi Red Devils untuk memperbaiki lini pertahanan nya.


  Randy benar-benar hebat mempunyai EQ tinggi dalam sepak bola, dia tahu bagaimana menjatuhkan semangat musuh.


  Apalagi serangan yang dilakukan The Gunners sangat menentukan, tanpa ada sedikitpun kecerobohan.


  Namun, meski kali ini penyelamatan Randy berhasil, para pemain The Gunners tetap tidak merubah pola permainan mereka.


  Mereka masih melancarkan serangan dengan gila-gilaan, dan gelombang serangan kedua akan segera datang.


  Pada menit ke-79, Arsha dengan teliti memperhatikan situasi di lapangan.


  Dia mempunyai Vansie dan Walcon yang berada di depannya, sementara Red Devils hanya memiliki dua bek tersisa.


  Tiga lawan dua!


  Harapan muncul di hati Arsha, jadi sebelum Park Li-Song mengejar ketertinggalan di belakangnya, dia melakukan operan diagonal.

__ADS_1


  Walcon langsung tahu tujuan dari Arsha, dan saat bola dioperkan dia langsung berlari ke depan.


  Karena pergerakan nya yang terburu-buru, dia menarik perhatian Jones.


  Jones mengira bola akan dioper ke Walcon, jadi dia segera melakukan pertahanan kepadanya.


  Tapi dia tidak mengharapkan Arsha melakukan gerakan palsu untuk mengecohnya, bola yang dia tendang lembut ke kanan tapi malah mengarah ke kiri depan.


  Setelah melihat rekan setimnya terkecoh, Ferdinan dengan tegas memilih untuk mencegat Arsha untuk pertama kalinya, tetapi Arshav melakukan tindakan nya begitu cepat, dan tindakan palsu itu sangat realistis.


  Pada saat Ferdinan tiba di depan Arsha, bola berhasil menggelinding di antara kedua kaki Ferdinan.


  Arsha menunjukkan senyum sombong diwajahnya sambil mengangkat alisnya dan menatap Ferdinan dengan provokatif yang terlambat untuk mengerem larinya.


  Namun tak lama kemudian Arsha kecewa, dia tidak melihat sedikitpun kepanikan dari wajah Ferdinan, dan tidak ada sedikitpun rasa takut di matanya.


  Apakah kamu tidak khawatir kebobolan sama sekali?


  Ferdinan terlihat baik dalam perencanaan itu, dia dan Jones benar-benar menjalankan instruksi dari Randy.


  Keduanya bergegas untuk menghalangi Arsha dan Walcon.


  Langkah selanjutnya adalah melihat pertunjukan.


  Lalu apa yang harus ditonton?


  Tentu saja, itu adalah pertunjukan yang bagus dari Vansie yang sudah berlari dengan gembira.


  Usai menerima umpan dari Arsha, Vansie berlari menuju gawang Red Devils tanpa menoleh ke belakang.


  Bagus sekali, kiper Indonesia itu tidak berinisiatif menyerang nya!


  Tapi sebelum dia selesai berpikir, Randy tiba-tiba bergerak, dan dalam beberapa detik, dia sudah berada di depan Vansie.


  Vansie langsung merasa tercengang, dia bahkan tidak punya waktu untuk bereaksi sama sekali.

__ADS_1


  Dia hanya bisa melihat bola di bawah kaki nya ditendang ke udara oleh Randy.


  Ini... kecepatan seperti ini tidak seperti pemain yang hanya menjaga gawang seharusnya Randy adalah striker.


  Vansie berani bertaruh jika penjaga gawang di depan nya beradu lari kecepatan dengan Ball dari Lilywhites maka Randy tidak akan kalah sama sekali.


  Dia hanya mendribble bola lalu mengamati gawang dan tiba-tiba bola sudah terbang ke langit itu benar-benar membuatnya tidak bisa berkata-kata.


  Vansie merasa seperti balon yang kempes, dan seluruh tubuhnya menjadi layu.


  Lalu apa lagi? Dia benar-benar sudah mencoba yang terbaik, dia telah melakukan tendangan lima atau enam kali, tetapi setiap kali dia melakukan tendangan semuanya selalu tertangkap atau digagalkan oleh kiper Asia ini.


  Randy tidak tahu dia secara tidak sengaja telah melukai hati seorang striker kelas dunia.


  Pada menit ke-84, The Gunners menyerang untuk terakhir kalinya dalam pertandingan ini. Arsha melakukan tendangan dengan keras di luar kotak penalti yang sekali lagi ditepis oleh Randy.


  Setelah serangan ini, The Gunners benar-benar melakukan serangan habis-habisan sekaligus, lalu turun lagi, dan habis-habisan lagi!


  Jika mereka tidak bisa mencetak gol di dalam kotak penalti, maka mereka akan menyerang dari luar kotak penalti.


  Di pihak Red Devils sendiri, mereka sudah kehabisan tenaga untuk melakukan perlawanan.


  Melihat tidak ada niat untuk melanjutkan pertandingan di antara kedua tim, wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan begitu waktu mencapai menit 90.


  Dengan peluit dari wasit, Red Devils secara tak terduga mengalahkan The Gunners dengan skor 2-0 dan memenangkan tiga pertandingan di Liga Premier.


  Saat pemain kedua tim meninggalkan lapangan, Fabresan berinisiatif mencari Randy untuk bertukar kaus dengannya.


  Fabresan iri dengan penampilan Randy di pertandingan ini, dan dia berharap bisa terus bertemu dengannya di masa depan.


  Menghadapi Fabresan yang juga merupakan pemain jenius, Randy juga sangat senang bisa bertukar kaus dengan nya.


  Bahkan, jika memungkinkan, Randy sangat ingin sekali mengatakan, "Fabresan, jika kamu tidak ingin pindah ke Barca, ​​​​kamu mungkin bisa datang ke Red Devils."


  Tapi ini masih terlalu awal, dan jika Randy benar-benar berkata begitu, Fabresan pasti menatap nya dengan tatapan melihat orang gila.

__ADS_1


  Meski kalah dalam pertandingan ini, Fabresan tidak menunjukkan ekspresi sedih sama sekali.


__ADS_2