Menjadi Kiper Terbaik Di Dunia

Menjadi Kiper Terbaik Di Dunia
Chapter 66 : Ronnie yang ketakutan.


__ADS_3

Mobil yang dikendarai oleh Ronnie berhenti tepat didepan wanita yang sudah menghentikan aktivitas menelepon nya dan sedang duduk terdiam sambil menundukkan kepalanya sambil menutupi wajahnya.


Sudah terlihat jelas sekali wanita itu sedang menangis terdengar dari isak tangis yang memilukan.


Ronnie yang mulai memunculkan jiwa seorang pria sejati mematikan mesin mobil dan merapihkan baju yang dia kenakan, namun dia melupakan hal terpenting yaitu melepaskan penyamaran diwajahnya.


"Waktu bagi pria tampan beraksi" Ucap gentle Ronnie didalam hatinya.


Ronnie dengan elegan membuka pintu mobil yang mendapatkan perhatian dari wanita yang sedang menangis itu, dalam prespektif Ronnie, dia merasa sangat keren ketika membuka pintu mobil lalu kakinya keluar dan dia berniat untuk langsung menanyakan apa yang terjadi kepasa wanita itu dengan tampang yang keren.


Dan sekali lagi, Ronnie melupakan pintu mobil yang masih terbuka dan ada satu tingkatan antara batu bata pinggir jalan dan jalanan, jadi ketika dia melangkah.


Jaketnya tersangkut di pengunci jendela mobil dan kakinya pun menabrak batu bata pinggir jalan.


Dan yang sialnya lagi, dibawah tepat Ronnie akan jatuh ada sebuah pup kucing yang masih segar terlihat dari warnanya yang masih berwarna kuning tua.


"Ah Shit-" tanpa sadar Ronnie berteriak ketika dia terjatuh.


Wanita yang melihat Ronnie terjatuh pun terpana sambil menutupi matanya seolah-olah tidak ingin melihat kejadian memalukan di depannya.


*Brukk*


Gggakkk~ Gggakk~


Suara gagak terdengar di langit yang cerah.


Ronnie yang pasti mukanya terkena pup kucing merasa sangat malu dan tidak ingin mengangkat kepalanya.


"Harga diriku, Ya Tuhan~" Batinnya menjerit kesakitan karena rasa malu.


Baginya, jatuh seperti ini tidaklah sakit sama sekali namun yang membuat nya tidak segera berdiri adalah rasa malu yang memalukan membuat nya meragukan keberuntungan nya.


"Hahahahahaha" Suara tawa yang renyah terdengar ditelinga merah Ronnie.


Setelah beberapa menit, Ronnie yang masih berada di posisi nya yang terjatuh sambil terus-menerus mengutuk dalam hatinya dan wanita cantik yang sudah menghapus tangisan yang digantikan menjadi tawa bahagia.


Tawa wanita cantik itu berhenti namun air mata karena tawa nya masih tersisa di wajah cantiknya.


Dia berjalan menuju Ronnie dan bertanya "Kamu baik-baik saja? Pak?".


Ronnie tetap tidak memindahkan posisinya namun dia menjawab "Baik-baik saja, jangan khawatirkan aku".


Wanita itu mempunyai ekspresi yang lucu karena jelas Ronnie tidak baik-baik saja, namun Ronnie tetap bersikeras menjawab baik-baik saja.

__ADS_1


"Ah Shit, mengapa plotnya harus begini, Author sialan" Maki Ronnie dalam hatinya.


"Beneran kamu tidak apa-apa, pak?" Tanya wanita itu sekali lagi.


Ronnie mengangguk dengan kepala yang masih menghadap tanah karena saking malunya.


Wanita itu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum lalu berjalan kembali menuju sebuah restoran yang dekat dengan lokasi terjadi nya hal yang memalukan itu.


Saat jalanan sudah menjadi sunyi dalam artian tidak ada wanita cantik tadi karena jalanan emang sudah sepi, Ronnie baru berani mengangkat kepalanya dengan sedih, air mata mengalir menyiratkan kesedihan yang dalam.


"Apakah ini karma buruk karena!!!!" tiba-tiba Ronnie teringat hal yang awalnya dia akan lakukan.


Yaitu mengambil kamera di apartemen Randy, dia melihat jam arloji di tangan kanannya dan menemukan waktu telah menunjukkan jam 3 sore yang berarti dia sudah menghabiskan waktu 1 jam lebih 30 menit.


"Habislah riwayatku" Pikir Ronnie dengan ketakutan mengingat penyiksaan dari Randy yang mengerikan.


Ronnie dengan buru-buru masuk kembali ke dalam mobilnya, dia mengabaikan bau pup diwajahnya dan kotoran di jaketnya karena saat ini dia hanya memiliki satu tujuan yaitu menyelesaikan perintah Randy.


------+


Di sisi lain, Randy, Nana dan Aderson memiliki ekspresi yang sangat marah.


Nana berkata dengan marah "Ronnie botak sialan, lama sekali dia! kita harus memberinya pelajaran!"


Aderson mengangguk setuju.


"Nana, Aderson kemari dengarkan dengan baik-baik, aku akan memberitahukan sebuah rencana yang baik untuk dijadikan pelajaran bagi Ronnie" Kemudian mereka bertiga berdiskusi.


+------+


Jam 4 sore, mobil Ronnie kembali sampai di tempat pinggir lapangan kecil, namun dia tidak melihat siapapun.


"Kemana perginya mereka?" Pikir Ronnie dengan bingung.


Ronnie melangkah keluar dari mobil sambil membawa kamera, lalu dia berjalan ketempat dimana Randy, Nana dan Aderson tadi berada yaitu di kursi dibawah naungan pohon besar.


Ronnie yang kebingungan melirik ke sana kemari sambil mencari keberadaan Randy, Nana dan Aderson.


Karena lelah berdiri, dia duduk di kursi tanpa melihat apa yang ada di kursi, setelah duduk Ronny merasakan sesuatu yang menyegarkan di area pantatnya.


"Kok basah?!"


Dengan ekspresi kaget dia mencoba berdiri untuk melihat apa yang telah dia duduki, namun dia tidak bisa berdiri seolah-olah pantatnya tertempel di kursi itu.

__ADS_1


"Woiii, siapa yang jailin aku??!!!!" Teriak marah Ronnie dengan keras.


Dibelakang pohon besar, Randy, Nana dan Aderson ingin tertawa sangat keras namun mereka terpaksa menahannya agar Ronnie tidak menemukan keberadaan mereka.


Nana berbisik kepada Randy "Randy, lalu apa lagi yang akan kita lakukan?".


Randy tersenyum lalu mengeluarkan ponsel nya "Karena cuaca juga sekarang terlihat gelap dan suasana disekitar sini sepi, sepertinya akan lebih baik bagi kita menakut-nakuti dia dengan suara kuntilanak".


Aderson kebingungan lalu bertanya dengan terbata-bata "Apa itu kunti l anak?"


Nana pun menunjukkan ekspresi bertanya.


Namun Randy tidak menjelaskan nya dan hanya tersenyum misterius, dia mengaktifkan layar ponselnya dan membuka playlist lalu menyetel sebuah nada.


+-------+


Ronnie merasa hatinya tidak nyaman karena area sekitar nya yang sangat sepi dan juga menurut nya suasana seperti ini sangat mencekam ditambah pohon besar dibelakangnya yang membuat suasana semakin mengerikan seperti di film horor.


Ditengah dia memikirkan sesuatu, suara yang membuat nya merinding terdengar ditelinga nya.


"Hihihi~ Hihihi~ Hihihi~"


Bulu kuduk Ronnie berdiri dan keringat dingin mengucur di dahinya ketika mendengarkan suara yang tidak dikenal serta tiba-tiba muncul ini.


"B*tch, jangan menakut-nakutiku!!!" Teriak Ronnie dengan keras namun bisa dirasakan jika dia sangat ketakutan.


Melihat sekitarnya yang terlihat sama tidak ada siapapun lalu tidak ada yang menjawab teriakannya.


Suasana semakin mencekam bagi Ronnie, ditambah angin yang bertiup melewati tubuhnya memberikan kesan bahwa sekarang dia sedang tidak aman.


"Hihihi~ Hihihi~ Hihihi~"


Suara tertawa perempuan itu muncul kembali, tubuh Ronnie bergetar dan dia menebak suara yang dia dengar berada di belakang nya lebih tepatnya berada di atas pohon.


Dengan tubuh yang tidak bisa berdiri, Ronnie memaksakan kepalanya untuk melihat kebelakang, walaupun dia tidak melihat secara jelas.


Sudut pandang mata ekornya masih dapat melihat apa yang ada di atas pohon.


Jantungnya berdetak kencang, tangannya mengepal dan bibirnya bergetar.


Ronnie melihat sesosok yang mempunyai rambut panjang menutupi wajahnya dengan kain panjang warna putih yang menutupi tubuhnya.


Perasaan mengerikan mulai muncul dalam hati Ronnie ketika dia melihat yah dia dapat melihat dengan jelas walaupun hanya dari sudut pandang ekor matanya.

__ADS_1


Sesosok misterius mengerikan itu sedang tersenyum disela-sela rambut yang menghalangi wajahnya.


"MOOOMMMMMMMM!!!!!!!!"


__ADS_2