
Arthur yang menyelamatkan penalti pun secara alami menjadi pahlawan Benfica, semua pemain Benfica melompat ke arah Arthur dan merayakannya bersama.
Tak lama setelah pertandingan dimulai kembali, wasit meniup peluit yang memberikan tanda kalau babak pertama telah berakhir.
Skor pertandingan 1:1, Manchester United masih menjaga keseimbangan kekuatan dengan lawan-lawannya di rumah.
Di ruang ganti, moral para pemain Manchester United agak rendah.
Keunggulan yang mereka miliki sebelumnya disamakan oleh musuh dan tendangan penalti berhasil diselamatkan oleh musuh.
Ferguson bersandar di kursi sambil mengerutkan kening, dia sedang memikirkan strategi untuk babak kedua pertandingan.
Dibandingkan dengan kekhawatiran para pemain Manchester United, ekspresi Randy terlihat sangat tenang.
Di babak kedua, dia memiliki kepercayaan diri mutlak untuk mempertahankan gawang Manchester United. Sedangkan untuk bagian ofensif, waktu pertandingan masih panjang, selama ada peluang, Manchester United pasti bisa menambah gol.
Dia yakin para pemain Manchester United lainnya tidak akan seburuk itu. Namun, Randy masih sedikit terkejut ketika dia melihat rendahnya semangat rekan satu timnya.
Jadi dia sengaja tertawa untuk mengalihkan perhatian rekan setimnya.
"Haha, ada apa dengan kalian, kalian semua mengerutkan kening dengan ekspresi yang buruk, apakah karena kalian tidak mampu berdiri lagi seperti orang cacat?" Randy dengan tegas menyalakan aura mengejek kepada yang lainnya.
"S*al, jangan menghinaku!"
Kata-kata Randy yang meledek mereka pun berhasil mengalihkan perhatian rekan satu timnya, dan semua pikiran mereka dialihkan ke apa yang baru saja Randy katakan sekarang.
Kesuraman di ruang ganti tersapu, dan senyum kembali hadir ke wajah para pemain.
"Yah whatever, yang penting kalian masih punya kaki untuk berdiri!" Randy memutar matanya.
"Hei, Wayne, kenapa kamu tidak mencetak gol tadi?” Randy menemui Rooney dan bertanya langsung.
Begitu Randy menyebutkan ini, Rooney menjadi sedikit murung lagi,
"Aku tidak tahu apa yang terjadi, mungkin ini nasib buruk, atau mungkin kiper lawan sangat kuat, dia langsung bereaksi setelah aku menendang bola, dan prediksinya pun benar."
"Tidak peduli seberapa kuat dia, bisakah dia lebih kuat dariku?" Saat mengatakan ini, Randy tampak sangat percaya diri, apalagi dia juga memiliki modal untuk percaya diri.
Di liga saat ini, kiper yang hanya memiliki sedikit kebobolan gol adalah Randy, satu-satunya kiper saat ini di dunia.
Jika dia menempati posisi kedua, maka tidak ada yang bisa disebut sebagai yang pertama.
__ADS_1
Rooney tertawa saat mendengar itu lalu menjawab "Yah Randy, bagaimana bisa dia dibandingkan denganmu, dia jauh di belakang."
"Maka dari itu, dibabak kedua nanti serang kiper Benfica habis-habisan, jangan takut tidak bisa mencetak gol! Urusan pertahanan, serahkan semuanya padaku." Randy berkata dengan percaya diri.
"Haha, boy, kamu sama hebatnya sepertiku dulu." Rooney tertawa terbahak-bahak.
Kekecewaan karena gagal mengeksekusi tendangan penalti di babak pertama sudah lama lepas dari pikiran Rooney.
Suasana santai dan bahagia kembali ke hatinya.
Ya, dengan Randy di lapangan, dia tidak perlu khawatir dia tidak akan mencetak sebuah gol.
Jika dia tidak mencetak satu gol maka tendang bola beberapa kali lagi, akan selalu ada peluang untuk mencetak gol.
Dia bahkan bisa mencetak gol dari gawang yang dijaga Randy dalam latihan meskipun harus berusaha sangat keras, jadi mengapa dia harus takut dengan penjaga gawang kelas dua seperti Arthur?
Tentu saja, Rooney tidak tahu Randy sengaja membiarkannya mencetak gol saat latihan sebelumnya,
Alasannya untuk mencegah keraguan orang lain, dan juga untuk membangkitkan kepercayaan diri Rooney.
Melihat suasana kembali ceria ini di ruang ganti, Ferguson pun tertawa senang. Dia merasa semakin senang melihat Randy yang berhasil membujuk rekan setimnya.
Selama Randy ada di sana, Manchester United tampaknya memiliki kepastian untuk kembali bangkit.
Sekarang Randy menjadi semakin seperti pemain inti Manchester United yang paling dihargai oleh Ferguson.
.....
Beberapa menit kemudian, kedua tim bertukar posisi dan pertandingan akan dimulai lagi.
Pelatih Benfica Jesús terkejut saat mengetahui Manchester United memimpin dalam melakukan penyesuaian pemain.
Di awal babak kedua, Ferguson mengubah dua orang sekaligus.
Carrick keluar, Daley masuk.
Berbatov keluar, Owen masuk.
Meski tak jelas apa taktis Ferguson, tapi dua pemain diganti di awal babak menandakan Ferguson tak puas dengan hasil imbang di babak pertama.
Manchester United mengejar kemenangan.
__ADS_1
Melalui pergantian ini, Ferguson sepenuhnya melepaskan sinyal ini ke setiap pemain Manchester United.
Penyesuaian pergantian pemain Manchester United segera memainkan peran yang jelas.
Manchester United lebih memperhatikan koordinasi bola di kaki mereka, memberikan passing dengan cepat setelah menerima bola langsung melancarkan akselarasi tiba-tiba sehingga para pemain Benfica dipaksa untuk memulai pertahanan pasif yang melelahkan.
Manchester United sudah menguasai kendali permainan.
"Nani, lari!" Randy berteriak setelah menangkap bola dari serangan Benfica, dia lalu melemparkan bola ke Nani.
Nani tidak mengontrol bola dan langsung memberikannya kepada Ashley Young.
Ashley Young menggiring bola dengan sangat cepat dan langsung melewati gelandang Benfica Xavi Garcia yang sedang berusaha merebut bola.
Lalu Ashley Young mengoper bola kembali kepada Nani di tengah, Nani mengamati posisi lari rekan satu timnya sambil berlari, dan langsung memilih untuk membagi bola ke samping, dan langsung mengoper bola ke Ashley Young yang menerobos di samping.
Ashley Young tidak melakukan penyesuaian apa pun setelah menerima bola, dan langsung ke memberikan umpan melambung tinggi di sekitar tengah area penalti Benfica dan sampai ke titik belakang kanan area penalti besar.
Di sana, Owen merespon dengan cepat.
Menghadapi pertahanan bek kiri Benfica Emerson, Owen mengembalikan bola dengan kaki kirinya dan mengoper bola ke Rooney yang menerobos di barisan belakang.
Rooney mengambil bola dan hendak mengopernya namun ada Garcia didekatnya jadi dia tidak melakukan penyesuaian apa pun dan langsung memilih tendangan jarak jauh untuk menyerang gawang Benfica.
Setelah dilewati oleh Rooney, Garcia melihat Rooney yang mengayunkan kakinya untuk menendang, jadi berbalik cepat dan tanpa sadar mendorong Rooney dengan tangannya sehingga tendangan Rooney tidak mengenai bola.
"Bip!" Wasit langsung berlari dan menunjuk ke posisi Rooney terjatuh.
Tendangan bebas di dekat area penalti Benfica.
Wasit menyadari masalah tersebut dan meniupkan peluit yang memberikan tanda kalau Garcia melakukan pelanggaran.
Pada saat yang sama, wasit memberi Manchester United tendangan bebas, dan ini peluang yang bagus, serangkaian serangan yang dilakukan Manchester United dari awal sangatlah bagus.
Bola dimulai dari lemparan Randy lalu empat pemain berpartisipasi dalam serangan balik ini secara berurutan. Setelah hanya enam operan, itu membentuk peluang bagus untuk menendang dari depan area penalti.
Seluruh proses ofensif diselesaikan dalam sekali jalan.
Saat Manchester United menyerang, para pemain Benfica mengikuti bola dan kelelahan. Mereka sama sekali tidak bisa menemukan ritme pertahanannya.
Inilah mengapa Garcia memilih untuk melakukan pelanggaran agar bisa menggagalkan tendangan Rooney.
__ADS_1
Namun Garcia tidak menyadari keputusannya adalah keputusan yang salah. Saat ini Randy berlari dari lapangan belakang menuju ke area belakang Benfica.
Pemain yang akan mengeksekusi tendangan bebas ini tak diragukan lagi adalah jenius tendangan bebas nomor satu Manchester United, Randy!