
"Nana mengambil bola dan menggerakkan kakinya yang lincah untuk menghindari pencurian Josef."
"Kecepatan Nana sangat cepat, mengingatkan saya pada Christiano, yang juga anak yang cepat saat masih di Red Devils. Nana melakukan umpan silang, umpan yang bagus!"
"Ronnie telah menunggu datangnya bola dan melakukan tendangan voli dengan penuh semangat!"
"Woaaahh!"
Ada teriakan penyesalan di Stadion Gelora Bung Karno.
"Ronnie terlalu tergesa-gesa saat memilih untuk melakukan voli, jadinya bola mengarah sedikit tinggal dan menyentuh mistar gawang lalu terbang keluar dari garis gawang.
Ronnie menyentuh kepalanya, seolah-olah dia tidak terlalu puas dengan penampilannya kali ini.
Di saat yang sama, ia juga mengacungkan jempol kepada Nana yang lewat dan memuji kemampuan nya melakukan umpan.
“Ya, serangkai serangan ini, umpan silang Nana sangat mengecoh, dan dia langsung membohongi pertahanan Josef. Kualitas tendangannya di umpan silang juga sangat tinggi, dan secara akurat berhasil mengenai Ronnie. Namun, gara-gara Gonzales yang membuat gerakan menggangu pada Ronnie, tendangan voli Ronnie menjadi tidak sepenuhnya terkontrol yang mengakibatkan gagal terarah ke gawang dan malah membentur mistar gawang. "
"Namun, meski bola tidak berhasil mencetak gol, Red Devils memberikan pukulan telak kepada Porta dalam waktu 2 menit pertama. Terlepas dari usia Nana yang masih muda, umpan ini sama kuatnya dengan potensinya. Para pemain tim nasional kami masih harus memperhatikan pertandingan ini agar bisa mempelajari satu atau dua hal yang bermanfaat bagi para pemain nasional kami."
"Ya, lihatlah. Lihat lagi, ini perbandingan yang sangat bagus."
Lewat serangan Red Devils ini, Rendra dan Kurniawan perlahan menganalisa apa yang terjadi di lapangan.
Setelah mengalami guncangan awal ini, Porta segera memperkuat pertahanan mereka pada Ronnie dan Nana, untuk mengurangi ancaman pada area mereka sebanyak mungkin.
Menit 8, giliran Porta yang mendapatkan peluang bagus, Motinho berinisiatif mendribling kembali bola setelah mendapatkan umpan dari Gonzales di area kotak penalti timnya.
Setelah menerima umpan dari Gonzales, Motinho mengontrol bola di tempat, dan kemudian menggunakan tumit kaki kanannya untuk mengoper bola ke sisi kiri area penalti Red Devils dengan gerakan yang baik.
Bola kebetulan melewati celah antara Vidic dan Jones, dan langsung masuk ke pedalaman area penalti Red Devils!
Saat Motinho mengoper bola, Hulka di sisi kanan mulai menggerakkan tubuhnya untuk berlari dengan kecepatan tinggi dan langsung masuk ke area penalti Red Devils.
Arah lari Hulka bertepatan dengan arah passing Motinho!
__ADS_1
"Luar biasa, layak untuk otak taktik Portugal, Motinho tiba-tiba melakukan umpan lurus! Hulka maju! dan Red Devils sekarang dalam bahaya!"
Kurniawan berteriak, dan semua fans Indonesia juga berdiri dengan gugup.
" dengan aksi sederhana Motinho ini, barisan pertahanan Red Devils langsung tembus, bahkan saat Randy mengingatkan rekan satu timnya mereka tetap tidak ada waktu untuk meresponnya! kesempatan untuk tembakan tunggal! "
"Yah benar ini peluang tembakan yang bagus! Benar-benar peluang yang bagus!"
Rendra masih sangat profesional, dan langsung berteriak keras.
Randy tidak segera bergerak, matanya fokus menatap Hulka dengan cermat, melengkungkan pinggangnya, siap untuk melakukan tindakan defensif kapan saja.
Saat ini, dia belum bisa berinisiatif menyerang.
Karena dia melihat Hulka masih memiliki gerakan lain, dan ketika dia menyerang sekarang, Hulka pasti akan mengoper bola ke seberang, dan tidak ada pemain bertahan selain yang berfokus mengejar Hulka.
"Sial, masalah ini lagi."
Randy mengutuk dalam hati, situasi seperti ini lah yang paling dia benci.
Tidak ada cara lain, ini hanya bisa berinisiatif menyerang.
Pemberani akan menang jika bertemu di jalan sempit!
Itu tergantung siapa yang lebih cepat dan lebih kuat!
Randy harus secara akurat mengacaukan sudut tembak Hulka, memaksa lawan untuk ragu-ragu dengan tindakannya.
Ini sangat sulit!
Mengikuti posisi lari Hulka, Randy terus menyesuaikan posisinya, dan selalu memastikan posisinya.
Pada saat ini, pengalaman bertahan Edwin sangat berguna untuknya.
Melihat aksi defensif Randy, mata Ferguso tiba-tiba berbinar karena terkejut, seolah ia pernah melihat aksi ini pada mantan kiper Manchester United Edwin.
__ADS_1
Sulit untuk memblokir sudut tembak lawan dalam pertandingan sepak bola yang ketat dan cepat.
Tapi Randy melakukan pekerjaan dengan baik!
Randy memiliki mentalitas yang mantap seperti seorang penjaga gawang top dengan lebih dari sepuluh tahun pengalaman sebagai penjaga gawang!
Hulk mengambil satu langkah ke depan dan melihat ke posisi Randy.
Pada saat ini, Randy juga menatapnya dengan tegas, seperti Komodo yang menunggu mangsanya!
"Sial, ini tidak mungkin! Apa yang harus aku lakukan?"
Hulka tadinya ingin menembak, tetapi tidak dapat menemukan sudut gawang yang bagus untuk menembak bola.
Selain itu, dia merasakan tekanan yang kuat pada Randy.
Tapi di area penalti, bagaimana bisa ada begitu banyak waktu untuk ragu-ragu?
Tepat di samping Hulka, ada Erva yang sedang mempercepat larinya dan menuju ke arahnya.
Di tengah area penalti, Vidic dan Jones juga mengawasi dengan ketat Motinho dan Gonzales yang masuk ke area penalti.
Terjebak di jalur yang lewat dengan sangat hati-hati.
"Percepat!"
Pelatih Porta, Peira hendak berteriak, sambil mengepalkan tangannya.
Jika Hulka tidak menembak, maka tidak akan ada kesempatan!.
(Untuk kesalahan dalam peng ejaan nama atau informasi dalam pertandingan langsung nya, mohon dimaafkan.)
Dukung novel ini ❤.
__ADS_1