Menjadi Kiper Terbaik Di Dunia

Menjadi Kiper Terbaik Di Dunia
Chapter 88 : Enak-enak?


__ADS_3

Setelah Randy kembali ke apartemen nya, dia pertama-tama membersihkan badannya dan menganti bajunya.


Lalu ke dapur untuk memasak sarapan, karena dia sudah sangat lapar, tadi dia tidak sempat makan bersama dengan Mendes yah karena lupa saking fokusnya mengobrol tentang kontrak dan masa depannya.


Saat memasak nasi goreng favoritnya.


[Ding Dong]


Suara notifikasi dari ponselnya terdengar, Randy mengecilkan api di kompornya dan berjalan untuk mengambil ponsel yang tergeletak diatas meja ruangan tengah.


Layar ponsel menunjukkan sebuah pesan masuk dari Krystal yang berisikan.


"Randy, nanti besok kita jalan-jalan, gimana? Kamu pasti sangat lelah karena pertandingan yang lalu.


Yah pokoknya, aku akan mengajakmu travelling, ingat besok aku akan ada disana".


Melihat pesan dari Krystal, Randy tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


" She so cute" Gumamnya dengan gemas sambil membayangkan Krystal yang memiliki ekspresi manja.


Ketika sedang membayangkan Krystal.


"Huh?" Bau yang berasal dari dapur menyengat hidungnya, "Ah shit" Kata Randy dengan panik lalu melemparkan ponselnya ke sofa dan berlari dengan panik ke dapur..


Bau gosong menyebar di seluruh area dapur dan Randy terbatuk-batuk karena asap yang menyengat hidungnya.


Tapi anehnya nasi goreng yang sedang dia masak tidak terlihat gosong dan malah terlihat sangat enak.


Dengan perasaan bingung, Randy mengecek sekitaran kompornya dan menemukan semuanya baik-baik saja.


"Darimana asap ini berasal?" Gumam Randy dengan jari yang mengetuk pipinya.


Randy mematikan terlebih dahulu kompornya dan menyajikannya ke piring lalu membawanya ke meja makan tapi dia tidak langsung memakannya melainkan menutup piringnya dengan mangkok besar.


Dia sangat penasaran dengan sumber asap ini berada, bisa jadi kan kamar apartemen di sebelah nya mengalami bahaya tertentu seperti kesetrum atau kompor yang lupa dimatikan.


Jadi Randy membuka jendela yang mengarah ke balkonnya dan menjulurkan kepalanya untuk melihat kesamping, dan benar saja.


Asap itu berasal dari kamar apartemen sebelah nya lalu masuk kedalam kamar apartemen nya lewat sela-sela lubang jendelanya yang hanya dihalangi oleh sebuah kain untuk mencegah nyamuk masuk.


Pikiran Randy menjadi traveling.


"Bagaimana jika pemilik apartemen sebelah ceroboh tidak mematikan kompor lalu terjadi kebakaran?!!"


Randy menutup kembali jendelanya dan keluar menuju balkon lewat pintu yang mengarahkannya kebalkon.

__ADS_1


Lalu dia dengan hati-hati melangkah menuju apartemen sebelah, apartemen tempat tinggal Randy semua balkonnya terhubung namun ada area penghalang yang menandakan pemilik balkon itu siapa.


Sebuah penghalang seperti polisi tidur dijalanan yang tidak butuh usaha besar bagi Randy untuk menyusup ke kamar apartemen sebelah nya.


Bukannya Randy tidak sopan karena ingin mengintip tapi asap itu membuat nya sangat curiga dan perlu dia selidiki jikalau terjadi yang tidak diinginkan, kan berbahaya untuk dirinya juga yang tinggal disebelah.


Asap mengepul keluar dari jendela yang terbuka di kamar apartemen milik tetangganya.


"Sangat mencurigakan"


Dengan langkah hati-hati sambil merayap ke dinding, Randy mendekati jendela terbuka itu.


Saat sampai di posisi, Randy mengerakkan kepalanya sedikit ke kiri untuk melihat apa yang sedang terjadi dengan tetangganya.


Seluruh ruangan didalamnya sangat berantakan dan terlihat gelap tanpa cahaya satupun.


Suasana didalamnya sangat sunyi namun Randy masih bisa mendengar dengan jelas suara desahan.


Ya benar sekali, suara desahan perempuan.


Semakin dia mengalami hal yang tak terduga, semakin dia penasaran apa yang sebenarnya terjadi dengan tetangganya ini.


Namun langkah pertama, dia harus mengganggu tetangganya sedang berolahraga karena asap ini sangat mengganggunya.


Teriak Randy kepada pemilik kamar ini.


Namun tidak ada jawaban sama sekali, dan hanya ada desahan perempuan saja.


Karena mungkin saking lagi enaknya mereka enak enak jadi mengabaikan teriakan Randy.


Ide cemerlang muncul dalam pikiran Randy, sebelum melakukan nya dia meminta maaf terlebih dahulu kepada tetangganya di dalam hatinya.


"Maafkan, ini bukan salahku, ini salahmu karena mengganggu kehidupanku".


Randy kembali ke kamar apartemen nya untuk mengambil sebuah topeng yang memiliki tampilan mengerikan seperti hantu legenda berwajah rusak dan merah darah.


"Tes tes uhuk" Randy melakukan tes vocal untuk mencoba mengubah suaranya menjadi cekikikan perempuan.


"Ckckckckck" Terdengar mirip seperti cekikikan perempuan walaupun yah seperti perempuan yang transgender dari laki-laki.


Setelah semuanya sudah siap, Randy kembali mendatangi kamar tetangganya.


Melihat jendela yang masih terbuka serta asap yang mengepul keluar, Randy melangkah masuk kedalam ruangan tetangganya lewat jendela.


Dan kemudian merangkak untuk menghindari kecurigaan, walaupun melelahkan tapi tidak apa-apa.

__ADS_1


Suara desahan semakin terdengar di telinga Randy namun prioritas dia sekarang adalah mematikan kompor tetangganya.


Dia menuju kearah dapur berada dan benar saja kompor menyala dengan wajan yang sudah gosong.


Untung saja tidak meledak, jadi dengan cepat dia mematikan kompor nya dengan suara yang pelan sambil melihat ke sekeliling, kan malu jika terciduk oleh pemiliknya.


Setelah dimatikan, Randy merangkak kembali menuju sumber suara desahan itu, saat merangkak menuju kamar tetangganya, Randy sebenarnya tidak bisa menahan tawa karena memikirkan hal lucu yang akan terjadi nantinya.


Jadi dia harus mengigit bibir bawahnya agar tidak tertawa.


" Ya Tuhan, berdosa sekali diriku mengganggu seseorang yang sedang enak-enak" Pikir Randy namun setelah itu "Tidak, aku tidak berdosa karena salah dia yang ceroboh tidak mematikan kompor saat enak-enak"


Didepan kamar, walaupun gelap Randy masih bisa melihat dengan jelas, ada sebuah gerakan dan suara berderit di kasur pemilik ruangan ini.


"Baby fast ohh" Suara desahan yang amat kecil terdengar oleh telinga Randy yang sensitif dengan desahan perempuan.


Karena Krystal, Randy menjadi sensitif masalah keenakan dunia ini.


"Fix, lagi enak-enak ini mah"


Menanti menakut-nakuti pemilik rumah sialan ini yang lupa mematikan kompor, Randy merangkak ke ambang pintu kamar.


Dan menjulurkan kepalanya untuk melihat situasi di dalam kamar.


Namun, nothing.


Yah tidak ada siapa-siapa kecuali sebuah boneka yang memiliki posisi mengarah ke komputer, komputer itu sedang memutar sebuah film porno dimana seorang perempuan sedang dicambuk namun wajahnya penuh dengan kenikmatan.


Lebih anehnya lagi, boneka itu seolah-olah sedang menonton.


Randy sekejap langsung merinding, kemudian dia teringat suatu hal.


Flashback.


Saat pertama kali dia datang ke Inggris dan dibawah rekomendasi seorang teman, dia menyewa apartemen ini yang memiliki harga tidak murah ataupun tidak mahal yah tengah-tengah.


Namun pemilik apartemen ini mengatakan "Sebelah ruangan apartemen kamu dulunya ada yang memakai namun entah kenapa memutuskan untuk pindah setelah hanya beberapa hari menempatinya, tapi tenang saja, sekarang sudah ada yang menempati nya lagi tapi seorang perempuan yah berumur 30 tahunan tapi jarang ada di apartemen karena sibuk bekerja".


---+---


Siapa yang menontonnya?


Ruangan yang gelap tanpa satupun cahaya sudah pasti pemiliknya tidak ada di apartemen.


"Aku menyesal memiliki sifat yang jahil, Oh Tuhan, help" Pikir Randy sekarang.

__ADS_1


__ADS_2