Menjadi Kiper Terbaik Di Dunia

Menjadi Kiper Terbaik Di Dunia
Chapter 36 : Serangan berbahaya dari Ronnie


__ADS_3

Rodri menggiring bola dari area sayap dan bergerak cepat ke area Red Devils.


  Randy melihat prediksi gambaran 3 detik kemudian, dan langsung mengarahkan Fletch dan Rapael untuk membantu pertahanan, lalu mengarahkan Vidic untuk menghalangi Hulka di depan.


  Melihat tidak ada peluang untuk melakukan terobosan, Rodrí dengan enggan gagal untuk mempertahankan kontrol bola di kakinya, dan serangan balik cepat Porta berakhir begitu saja.


  Pada menit ke-18, Gonzales melakukan gerakan yang membingungkan Asey Young dan melakukan tendangan jauh sebelum Vidic bisa membantu Asey Young untuk menekannya.


  Gonzales memiliki tendangan jarak jauh yang bagus, kali ini kualitas tendangan jauhnya sangat tinggi.


  Bola terbang cepat seperti bola meriam, bergegas ke sudut mati gawang!


  Namun, tembakan yang begitu jauh tidak menimbulkan bahaya apa-apa bagi Randy.


  Dia telah melihat prediksi itu sebelumnya, dan segera bergegas dengan tenang.


  Dengan tenang pindah ke samping selama dua langkah, lalu melompat dengan tubuhnya, lalu langsung menangkap bola yang akan melintas melewati nya di udara.


  Tidak akan memberi lawan kesempatan untuk mendapatkan peluang rebound sedikit apapun!


  Tembakan jarak jauh, bagiku tidak ada bahaya sama sekali!


  "Penyelamatan yang luar biasa!"


  Kurniawan memuji.


  Wow!


  Stadion Nasional GBK tiba-tiba dipenuhi tepuk tangan para penonton!


  Gonzales menyentuh kepalanya dan menggelengkan kepalanya tanpa daya.


  Di bangku cadangan, Tomas menatap Randy dengan perasaan iri.


  Musim lalu, dia adalah penjaga gawang kedua Red Devils, dan sekarang dia masih menjadi penjaga gawang kedua.


  Adapun Randy, yang awalnya hanya sebagai penjaga gawang pengganti tim cadangan.

__ADS_1


  Dan, sepertinya dia sudah mulai melangkah menjadi penjaga gawang top dunia.


  "Ugh!"


  Tomas mendesah tak berdaya. Mau dari segi keras keras atau bakat, dua duanya dia lebih rendah daripada Randy, bagaimana dia bersaing dengannya.


  Pada menit ke-21, Nana memperebutkan tendangan gawang dari Randy dengan lawan dan berhasil mengontrol nya lalu mengoper bola ke Valencia.


  Valencia melakukan sedikit penyesuaian dan langsung mengoper bola menggunakan umpan terobosan untuk mengenai Ronnie yang tengah melesat di depan kotak penalti Porta.


  Kali ini Ronnie ditahan oleh bek Sapunaru dan langsung mengembalikan bola.


  Batov sangat pandai, menghindari jangkauan Malcon, lalu berlari menghampiri bola, dan menembak dengan penuh kekuatan dengan jarak yang jauh.


  Namun, sepak bola itu masih mengenai ujung jari kiper Porta Helton, membentur bagian luar gawang dengan keras dan terbang keluar dari garis bawah.


  "Ahhhh!"


  Penyesalan para penggemar terdengar dari tribun namun tetap saja mereka mengapresiasi tindakan para pemain.


  Wow!


  "Serangan Red Devils sangat sederhana. Dengan hanya dua atau tiga operan di frontcourt, mereka dapat dengan cepat membentuk peluang untuk menerobos dan menembak. Serangan barusan adalah contoh yang sangat bagus."


  "Nana berhasil memperebutkan bola lalu mengopernya kepada Valencia dan Valencia melakukan passing terobosan kepada Ronnie yang langsung berakselerasi namun keadaan pertahanan Porta membuat Ronnie tertahan dan hanya bisa mengopernya kembali, dan kedatangan Batov yang langsung menembak jarak jauh yang kuat. Kerja sama diantara empat orang, operan yang sangat baik, dan pertahanan Porta sedikit kewalahan oleh lawan. Jika bukan karena penyelamatan yang putus asa oleh Helton dan kurangnya keberuntungan Red Devils saat ini, Red Devils mungkin sudah unggul dua gol. "


  Rendra mengungkapkan komentar itu.


  "Dalam 21 menit pembukaan babak pertama, Porta memiliki 4 tembakan, dimana tiga tembakan berada dalam jangkauan area gawang, tetapi ancamannya biasa saja. Bagi Randy menangkap bola seperti itu adalah hal yang mudah."


  "Dari segi situasi di lapangan, Porta jelas tertinggal. Bahkan jumlah tembakannya pun sudah tertinggal. Tampaknya permainan Red Devils tampak sangat mudah. ​​Bagaimana dengan Bung Kurniawan melihat situasi pertandingan ini?"


  Rendra kemudian mengambil selembar kertas dan menghitung serangkaian data dari awal permainan.


  Kemudian dia melemparkan pertanyaan masalah tersebut ke partner lamanya.


  "Dari sini, kita bisa melihat pentingnya taktik Pelatih Ferguso. Mungkin Pelatih Ferguso lebih cocok untuk memimpin tim sepak bola negara Indonesia."

__ADS_1


  Kurniawan tiba-tiba mengatakan sesuatu, tapi itu membuat Rendra terdiam beberapa saat, lalu terus batuk.


  Ide ini tidak mungkin dicapai.


  Karena adanya para idiot dari Assosiasi olahraga, mereka tidak akan mendelegasikan kekuasaan, karena Pelatih Ferguso membutuhkan kekuasaan di tangannya keduanya tidak dapat hidup berdampingan.


  Pada menit ke-23, Rodri melakukan umpan dari sisi kanan Bola yang sangat indah, namun Randy berinisiatif maju menyerang dan menyambar bola tepat di depan Motinho.


  Pada menit ke-26, Motinho menggunakan tubuhnya untuk melawan Jones secara tiba-tiba dan memaksa melakukan tendangan jauh di bagian atas busur di area penalti.


  Tapi Randy hanya mengambil langkah diagonal, lalu melompat dengan mudah dan menangkap bola dari udara.


  Pada menit ke-28, Nana dan Fletch datang ke area gawang musuh lebih dari 40 meter, Sebelum menghadapi pengepungan Gonzales dan Josef, mereka tiba-tiba mengirimkan umpan halus.


  Ronnie berlari cepat untuk mengungguli Sapunaru dan Malcon dalam hal kecepatan.


  Dia berada didepan sendirian!


  Pada akhirnya, tembakan Ronnie berhasil melewati pertahanan kiper Porta Helton, namun sayangnya bola membentur tiang gawang dengan keras.


  Bang!


  Seluruh gawang berguncang dengan keras, dan bola memantul dengan kuat, membentur tanah dan terbang kembali ke area tengah.


  Penggemar Indonesia sangat bersemangat ketika mereka melihat tendangan kuat Ronnie, tetapi sayangnya, tendangan yang bagus itu tidak menghasilkan gol.


  Ronnie menggelengkan kepalanya, sepertinya dia tidak memakai sepatu yang bagus untuk menembak hari ini.


  'Huuh', pelatih Porta Peira akhirnya bisa menahan nafas lega.


  Serangan tadi terlalu berbahaya!


  Kemudian langsung mengeluarkan perintah yang lantang dari pinggir lapangan agar para pemain lebih memperhatikan area pertahanan dan tidak membiarkan Red Devils menembak dengan mudah.


 


(Untuk kesalahan dalam peng ejaan nama atau informasi dalam pertandingan langsung nya, mohon dimaafkan.)

__ADS_1


Dukung novel ini ❤.


__ADS_2