Menjadi Kiper Terbaik Di Dunia

Menjadi Kiper Terbaik Di Dunia
Chapter 54 : Serangan The Gunners berturut-turut


__ADS_3

Teman saya sangat sibuk sampai dia tidak bisa menyempatkan untuk update novel itu, jadi dia menghubungi saya dan meminta saya untuk melanjutkan nya 😭


Bagaimana menurut kalian? Kalo kalian mau nanti saya revisi novel itu



+-----+


Apa lagi yang bisa para fans lakukan melihat kegagalan timnya mencetak gol?


  Kecepatan lari Randy sekarang sudah sangat cepat, dan dengan prediksi 3 detik dimasa depan, area pertahanannya benar-benar terlalu kuat!


  Namun, serangan ini belum berakhir.


  Setelah bola ditendang oleh Randy, bola langsung jatuh ke bagian lapangan belakang The Gunners.


  Karena atribut umpan panjang Randy benar-benar buruk, dia menendang ke tempat di mana backcourt The Gunners kosong tidak ada pemain Red Devils sama sekali.


  IrIrving harus mengejar bola dengan putus asa, tapi untungnya dia berhasil mendapatkan bola dengan susah payah.


  "Randy, kamu perlu melatih kemampuan passingmu!"


  Irving mengeluh dalam hatinya kepada Randy.


  Irving berlari dengan bola di kakinya jauh ke dalam pertahanan The Gunners, dan segera melakukan serangan balik.


  Sebelum menyerang, Randy sudah mengetahui arah bola dan melihat posisi netral di depan Irving.


  Hanya saja umpan-nya bener-bener terlalu buruk. Jarak dimana bola berada sekitar tujuh atau delapan meter dari Irving. Kalau Irving bukan seorang pemain yang memiliki kecepatan yang cepat, Randy menduga tendangan yang dia lakukan akan di ambil oleh pemain The Gunners.


  Irving mengambil bola dan berlari sepanjang lapangan.


  Sekarang waktunya menyerang pertahanan The Gunners, dan sebagian besar pemain The Gunners masih berada dibackfourt Red Devils.


  Menghadapi kekosongan di area belakang The Gunners adalah peluang besar bagi Red Devils!


  Hati para penggemar The Gunners menjadi gelisah.


  Beberapa detik yang lalu, mereka masih mengharapkan tim untuk mencetak gol.


  Namun siapa yang bisa menebak langkah selanjutnya dengan kemunculan kaki kuat Randy, peluang untuk mencetak gol langsung ambyar dan sekarang serangan mendadak Red Devils membuat pertahanan mereka menjadi hancur!


  Ini benar-benar transisi yang cepat dari menyerang ke bertahan, dan naik turunnya seperti kehidupan kadang dibawah kadang di atas.


  Beberapa penggemar lama bahkan memegang dada mereka karena terlalu gugup melihat serangan Red Devils.


  Fabresan dan Alexander dengan mati-matian mengejar Irving, tetapi karena mereka telah kehilangan posisi bertahan jadi percuma saja.


  Melihat bola semakin dekat, bek tengah Arsenal Vermalen harus memilih untuk meninggalkan posisi bertahan nya atau tidak.


  Jika dia meninggalkan posisi bertahan nya, masih ada Park li Song yang perlu dijaga dengan ketat jika tidak Arsenal akan berada dalam bahaya, Park li Song dan Ronnie akan menyerang dengan kerja sama touch-to-touch di area penalti.


  Karena itu, Vermaelen sangat berhati-hati saat menjaga Park li Song.


  Dia tidak keluar dari posisinya dengan mudah, namun dia berdiri sedekat mungkin dengan posisi berlari Irving untuk mengimbanginya agar Irving terjebak tidak masuk ke dalam area penalti, dan terus-menerus mendorongnya keluar dari area penalti.


  IrIrving telah mengalami banyak pertandingan jadi dia tidak panik dengan pertahanan ketat Vermalen.


  Dengan taktik yang pintar Park li song menghalangi Vermalen dengan tubuhnya untuk memberi peluang Irving berlari ke depan dengan bola sambil mengangkat kepalanya untuk mengamati posisi Ronnie.


  Pada saat ini, Ronnie telah memasuki area penalti dan berada di tempat yang strategis.


  Sambil bersaing kontak fisik dengan Marta, dia mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan meminta bola kepada Irving.


  Setelah memikirkannya, Irving dengan tegas berhenti tiba-tiba, dan kemudian bergegas maju kembali dengan cepat.


Setelah meninggalkan Vermalen yang masih berkutat dengan Park Li Song, IrIrving mendapatkan kesempatan untuk melakukan umpan pendek.

__ADS_1


  Dia tidak ragu-ragu sebelum Vermaelen berhasil melewati Park Li Song, dia dengan tegas melakukan umpan pendek dengan kaki kanannya.


  "Wooshhh!"


   Bola melewati kaki Vermalen yang sedang melakukan blok dan terbang langsung ke dalam area penalti The Gunners.


  Harus mendapatkan bola!


  Ronnie melihat bola, dia langsung bergegas dua langkah kecil ke depan, dan melompat tinggi.


  Bom!


  Ronnie berhasil merebut kesempatan sundulan dan langsung menggerakkan kepalanya dengan kuat mengarahkan bola ke gawang The Gunners.


  Di mata penggemar The Gunners yang gugup, bola melayang dari atas mistar gawang.


  Huffttt!


  Fans The Gunners akhirnya menghela napas lega, serangan tadi terlalu berbahaya bagi The Gunners.


  Yang juga merasakan lega adalah Walcon dari The Gunners.


  Umpan indahnya tadi digagalkan oleh Randy dari Red Devils, dan hampir menyebabkan kebobolan gol timnya.


  Pada menit ke-5, The Gunners melakukan serangan kembali.


  Fabresan melakukan operan yang bagus dan mendarat tepat di kepala Arsha, tetapi Arsha bingung pada akhirnya, karena bolanya langsung ditangkap oleh Randy.


  Pada menit ke-12, pemain The Gunners Fabresan kembali mendapatkan tendangan sudut bagi The Gunners, namun umpan Fabresan kembali ditangkap oleh Randy.


  Pertahanan Randy dalam menjaga gawangnya masih stabil.


  Tidak mudah mencetak gol di gawang Randy dengan kemampuannya dalam memprediksi 3 detik masa depan.


  Pada dasarnya tidak mungkin bagi tim The Gunners untuk menerobos pertahanan Randy dengan melakukan segala macam serangan.


  Laju permainan kedua tim sangat cepat. Pada menit ke-17, Park Li-song mengoper bola kepada Ronnie, namun jatuh ke dalam jebakan offside yang diatur oleh The Gunners.


  Setelah permainan masuk kedalam kebuntuan singkat, The Gunners sekali lagi menciptakan peluang bagus untuk mencetak gol.


  Pada menit ke-23, The Gunners melancarkan serangan dari kiri, Diaby dan Fabresan menyelesaikan kerjasama yang hebat. Diaby menggiring bola ke dalam yang menarik perhatian bek Red Devils.


  Pada saat ini, Diaby melirik ke area penalti.


  Bahaya!


  Hati Randy terkejut, dia melihat Vansie di belakang Ferdinan dan akan mendahului Ferdinan untuk mendapatkan bola setelah 1 detik Diaby melepaskan umpan.


  "Ingin mencetak gol? Harus minta izin kepadaku!"


  Randy menatap Diaby dengan cermat, tetapi diam-diam mengalihkan perhatiannya ke Vansie, lalu dia melengkungkan pinggangnya dan bergerak perlahan.


  Seperti yang diharapkan, Diaby berjalan di sepanjang garis kiri dengan cara yang sama seperti yang diperkirakan, dan tiba-tiba mengangkat kakinya.


  Randy menatapnya tanpa berkedip, seolah dia siap menangkap bola.


Diaby akhirnya melakukan umpan!


  "Akhirnya dia melakukan umpan!"


  Randy mencibir dalam hatinya dan senang karena tidak ada kejadian tak terduga yang menyusahkan nya menangkap bola.


  Pada saat kaki Diaby hendak menyentuh bola, Randy juga mulai bergerak.


  Namun bukan kearahnya, Randy menuju ke arah yang lain.


  "Sialan!"

__ADS_1


  Hati Diaby menegang, tetapi tidak ada cara untuk mengubah tendangannya.


  Diaby melakukan umpan silang di depan gawang, dan bola membuat busur yang indah dan langsung mengarah ke sudut jauh gawang.


  Arahnya persis di mana Vansie berada.


  "umpan yang sangat bagus!"


  Fans The Gunners kembali bersemangat, dan mereka melihat harapan untuk mencetak gol.


  "Apakah akan mencetak gol?"


  Pelatih The Gunners Wingar mengepalkan tinjunya dan matanya tampak bersinar dengan tatapan aneh.


  Dalam arah penerbangan bola, Vansie berakselerasi melewati Ferdinan, kemudian berbelok ke samping dan sedikit mengangkat kaki kirinya.


  Selama bola mencapai jalur posisi dia berada, dia hanya perlu menggunakan kaki kirinya untuk dengan ringan menendang bola ke dalam gawang.


  Apakah akan mencetak gol?


  Diaby terus menatap Randy, dan terus berdoa dalam hatinya.


  Sayangnya, Tuhan tidak mengabulkan doa Diaby.


  Mata semua orang bergerak seiring dengan laju bola.


  Tepat saat bola hendak mendarat di depan Vansie, sesosok tiba-tiba muncul dengan cepat.


  Wow!


  Kecepatan nya sangat cepat seperti Bolt!


  Randy melompat dan merentangkan tangannya!


  Vansie juga melihat Randy yang melompat di jalur bola lewat, dia dengan cepat melangkah ke depan dengan kaki kirinya yang siap menendang bola.


  Harus cepat!


  Vansie berharap dia bisa mengambil langkah lebih cepat, tetapi bola tiba-tiba menghilang sebelum mencapai sepatu bolanya.


  Randy Tama!


  Ini Randy lagi yang mengagalkan nya mencetak gol!


  Saat ini, masih Randy yang menyelamatkan gawang Red Devils.


  Dia seperti seorang pelindung yang ajaib untuk Red Devils!


  "Ugh sialan!"


  Para penggemar The Gunners sekali lagi menghela nafas serempak.


  Wingar menggelengkan kepalanya dengan tertekan, napas sesak di dadanya, lalu berjalan kembali ke bangku pelatih dengan kepala tertunduk cemberut dan duduk.


  "Wow!"


  Fans Red Devils pun tak segan-segan bertepuk tangan untuk Randy!


  "Randyy!"


  Mereka meneriakkan nama pahlawan mereka, terlepas dari apakah Randy bisa mendengarnya atau tidak.


  Di Red Devils, Randy sekarang telah menjadi seseorang yang mereka paling bisa dipercaya.


  Setelah serangan yang gagal, The Gunners kembali mendapatkan kesempatan untuk menyerang namun di bawah pertahanan Randy, Arsha yang terburu-buru menendang bola langsung mengarah ke gawang yang membuat bola meleset melebar di tiang kanan.


  Pada menit ke-28, Walcon kembali menyerang di sisi kanan kotak penalti dan bola membentur bek Red Devils.

__ADS_1


  Setelah menahan tiga serangan The Gunners berturut-turut, Red Devils juga mulai memamerkan serangan mereka.


  Pada menit ke-31, Aderson membuat umpan lagi dari kanan dan Ronnie kembali meraih sundulan..


__ADS_2