
Coch yang tampil bagus di pertandingan ini akhirnya kehilangan bola karena tendangan bebas yang kuat dari Randy yang juga seorang kiper.
Skor di lapangan menjadi 1:1!
Kurang dari 3 menit babak kedua dimulai, Randy secara mengejutkan menyamakan skor untuk Red Devils!
Stadion Stamford Bridge dengan lebih dari 40.000 penggemar The Blues tiba-tiba sunyi!
Beberapa saat yang lalu, lebih dari 40.000 penggemar The Blues masih membuat keributan dan mengganggu konsentrasi tendangan bebas Randy.
Namun, setelah Randy berhasil meraih gol untuk Red Devils, seketika stadion menjadi tidak ada suara!.
Mereka semua telah dikalahkan oleh Randy sendirian!.
"Ketika Red Devils sangat membutuhkan penyelamat tim, kiper berbakat yang berasal dari Indonesia, Randy. Melangkah maju lagi untuk menyamakan skor untuk tim! Dalam persaingan langsung antara dua kiper top dunia, Randy telah memenangkan persaingan pertama ini!"
Randy merentangkan tangan kanannya lalu mengangkat jari telunjuknya tinggi-tinggi dan tangan kirinya mengangkat satu jari manis untuk ditempelkan ke mulut nya seolah berkata "Sttt" kepada penggemar The Blues sambil berlari dipinggir lapangan.
Kesombongan memang akan mati, tetapi kemuliaan tidak akan pernah berakhir!.
Dengan Randy di sini, kalian The Blues tidak akan pernah bisa mendapatkan gol dari Red Devils lagi!.
Jangan pikirkan tentang mencetak gol!.
Kemudian, Randy mendatangi para penggemar The Blues lebih dekat sambil mengangkat jari telunjuknya ke mulutnya sekali lagi!.
Diam!.
Pada saat Randy melakukan ini, seluruh stadion langsung terdengar suara teriakan keras lagi!
Tingkah provokatif Randy langsung membuat semua penggemar The Blues semakin menyorakinya dan menghinanya.
Bahkan korek api dan ponsel dilemparkan kepada Randy.
Namun sayangnya, Randy hanya mengulurkan tangan dan segera meraih beberapa ponsel dengan kedua tangannya.
Kemudian dia mengibaskan tangannya dan melemparkan ponselnya ke rumput, menatap kearah tribun penonton dengan wajah yang provokatif, seolah-olah berkata "Kalian bisa melakukan apa saja terhadap saya, dan sebaliknya, saya juga bisa melakukan apa saja terhadap kalian".
__ADS_1
Sekali lagi tingkah tengil Randy semakin membuat penggemar The Blues marah, namun mereka tampak tidak berdaya, karena keamanan di tempat kejadian langsung mengepung dan menjaga mereka dengan erat!.
Pemain Red Devils yang lainnya buru-buru menarik Randy kembali ke bench Red Devils, meski Randy sudah memprovokasi penggemar The Blues!.
Dia tidak melakukan gerakan yang berlebihan seperti menghina atau bahkan melempari kembali ke arah tribun, namun sikap dan matanya membuat para penggemar semakin geram dan marah..
Wasit juga berlari mendekat, hanya melihat Randy saja, dia tidak melakukan tindakan apapun seperti mengeluarkan kartu kuning atau merah kepada Randy, karena Randy tidak melakukan tindakan yang berlebihan, Randy hanya menatap penggemar The Blues dengan tatapan yang dingin!.
Tapi gerakan jari Randy yang menyuruh penggemar The Blues diam adalah suatu tantangan terbesar bagi para penggemar The Blues!
"Tendangan bebas yang dilakukan Randy terlihat sangat indah!"
"Ya, mungkin karena Randy sama-sama seorang kiper, jadi arah penyelamatan Coch sudah lama diprediksi oleh Randy yang membuat Coch terkecoh oleh ilusi tendangan Randy!"
Bung Rendra dan Kurniawan langsung menjelaskan tentang tendangan bebas yang dilakukan oleh Randy.
"Namun, Coch juga masih seorang kiper top dunia, meskipun dia melakukan kesalahan dalam menebak arah tendangan Randy, dia meresponnya dengan sangat cepat, jika bukan karena tendangan bebas yang dilakukan Randy memiliki kecepatan bola yang sangat cepat, saya menduga Coch masih berpeluang besar untuk menyelamatkan gawangnya!".
Kurniawan berkata perlahan, "Saya pikir ini sebabnya Randy tidak mengambil tendangan bebas di beberapa kesempatan tendangan bebas sebelumnya, dia mungkin mengetahui kapasitas tendangan nya sendiri jadi Randy menunggu kesempatan yang pas untuk melakukan tendangan bebas!".
"Tendangan bebas semacam itu benar-benar terlalu kuat, dan saya menduga mungkin Randy sendiri belum terlalu menguasainya, jika tidak, diperkirakan di beberapa kesempatan tendangan bebas tadi, tendangan bebas Randy akan mencetak gol terus-menerus yang pasti akan membuat para kiper di seluruh dunia takut pada tendangan bebasnya!"
Bung Rendra menjelaskan alasan sebenarnya dari kemampuan tendangan bebas Randy sekaligus.
Pertandingan dihentikan selama beberapa menit karena kericuhan dari para penggemar The Blues.
Wasit juga memberi Randy peringatan lisan dan menyuruhnya untuk tidak mendekati tribun lalu memprovokasi para penggemar The Blues.
Pada menit ke-52, Lampad langsung melakukan operan usai menyingkirkan pertahanan ketat dari Fletch.
Dan operan Lampad masih tertuju kepada Drogbi yang berada di area penalti, kali ini umpan dari Lampad masih relatif di luar jangkauan bahaya, dan Randy tidak berinisiatif untuk menyerang secara langsung.
Drogbi yang tinggi dan besar sambil menahan Vidic yang menjaganya, dia berhasil meraih sundulan di area penalti.
Ini adalah kali ketiganya di babak kedua, Drogbi melakukan perebutan bola di udara.
__ADS_1
Untuk dua kali pertama dia dikalahkan langsung oleh Randy, dan untuk yang ketiga, sekarang dia akan bersaing kembali dengan Vidic, bek dari Red Devils.
Untuk ketiga kalinya, Drogbi akhirnya menyesuaikan langkahnya, pada jarak sekitar 8 meter dari gawang, ia sekuat tenaga berusaha melompat dan menggerakkan kepalanya untuk menyundul bola ke gawang.
"Bam!"
Bola menghantam kepala Drogbi dengan keras dan terus melaju setelah rebound dari Drogbi.
Bola melesat langsung ke gawang Red Devils seperti bola meriam!.
"Ya!Ini pasti masuk!"
Dia melakukan sundulan bola dengan nyaman dan dengan kekuatan penuh yang mengarah ke sudut kanan atas gawang.
Jaraknya dengan gawang begitu dekat, kecepatannya cepat, dan seorang kiper normal pasti tidak bisa bereaksi dengan baik untuk menyelamatkan sundulan ini.
Jika kiper ingin memblokir bola, pada dasarnya tidak ada kemungkinan untuk memblokir bola, tapi begitulah imajinasi Drogbi yang berbeda dengan kenyataan yang pahit.
Drogbi melihat gawang dengan senyum di wajahnya, dia sangat ingin melihat bola yang disundul nya masuk kedalam gawang Red Devils.
Bam!
Bola terpental oleh sepasang tangan yang terentang di udara.
"Apa yang terjadi? Bagaimana mungkin bolanya tidak masuk?"
Drogbi dalam sekejap terpana sambil melihat bola yang terpental!
Dia pikir bola yang dia sundul dan terjadi dengan tiba-tiba ditambah dengan sudut rumit dan kekuatannya yang kuat pasti tidak masalah untuk bola masuk kedalam gawang, tetapi dia tidak tahu, Randy sudah siap dengan serangan nya.
Bagi seorang kiper, mendapatkan serangan sundulan dari jarak yang sangat dekat, pasti akan membuat kepala kiper itu pusing.
Karena serangan sundulan bola jenis ini, seorang kiper pasti tidak memiliki waktu untuk bereaksi terlebih dahulu, hanya setelah lawan menyelesaikan sundulan nya baru dia dapat mengetahui arah pantulan bola.
Kemudian, sesuai dengan arah laju bola, tindakan penyelamatan dapat dilakukan, tapi karena bola melaju dengan cepat dan jaraknya yang sangat dekat, ditambah dengan perubahan arah, sulit bagi rata-rata kiper untuk menyelamatkan bola seperti itu.
Jenis sundulan bola ini membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi bagi seorang kiper.
__ADS_1
Namun sayang, Drogbi bertemu dengan Randy yang memiliki cheat.
Meski Randy tidak berinisiatif menyerangnya, dia sudah terlebih dahulu memprediksi arah bola.