Menjadi Kiper Terbaik Di Dunia

Menjadi Kiper Terbaik Di Dunia
Chapter 75 : Tabrakan kembali antara Randy dan Drogbi.


__ADS_3

Randy memandang Drogbi yang berguling-guling di tanah sambil mencibir dan langsung menendang bola ke depan dimana Nana berada.


Umpan panjang yang dilakukan oleh Randy saat ini terlihat sangat indah, yang membuat Ferguso dan yang lainnya di bangku tim Red Devils memiliki ekspresi yang takjub.


Apakah Randy melakukan nya dengan kebetulan atau itu benar-benar kemampuan nya?.


Saat ini Ferguso dan lainnya telah melihat Randy mengalami kemajuan besar dalam melakukan umpan panjang.


Saat beberapa hari yang lalu, kualitas umpan panjang Randy masih terpampang jelas dalam pikiran Ferguso dan yang lainnya karena umpan panjang seperti itu benar-benar konyol dan memalukan, namun sekarang Randy telah mengalami peningkatan besar dengan waktu yang begitu cepat.


Mereka tidak akan mempercayai nya jika mereka tidak melihat nya secara langsung.


"Mengapa berguling-guling di tanah? Dengar! Kamu tidak akan bisa mencetak gol hari ini, jadi menyerah lah!" Ucap Randy tersenyum dingin sambil memandang kebawah dimana Drogbi terduduk di tanah.


"Kamu... ya! Tunggu, aku akan membuktikannya dan akan membobol banyak gol di gawang mu!"


"Yah, aku menunggu hari itu tiba tapi seperti nya tidak akan tiba! Karena kamu sama sekali tidak punya kesempatan untuk melakukannya!"


Randy mencibir lagi dan dia bersungguh-sungguh tidak akan pernah membiarkan Drogbi memiliki kesempatan untuk mencetak gol di gawang yang dia jaga.


Karena dia telah melakukan tabrakan kepala dengan sengaja kepada tubuh nya, maka Randy akan memperlakukan mereka yang telah menyakitinya seperti gigi dibalas dengan gigi dan mata dibalas dengan mata namun dalam lingkup yang diizinkan oleh aturan di lapangan!


Setelah 5 menit berlalu, Red Devils akhirnya mendapatkan peluang yang bagus.


Setelah dua kali melewati pertahanan The Blues dengan kerja sama bersama Valencia, Nana berhasil menyusup ke area penalti The Blues dan memberikan bola kepada Ronnie yang berada di area penalti.


Kesempatan kali ini tak akan disia-siakan oleh Ronnie, ia menyandarkan tubuhnya ke tubuh Terry, lalu memaksanya berbelok 180 derajat.


Lalu Ronnie mengangkat kaki kanannya dan melakukan tendangan bola yang rendah namun cepat.


Aksi tendangan ini sangat cepat, tetapi kiper The Blues Coch juga memiliki kemampuan serta keberanian yang sangat berani.


  


Menghadapi tendangan tiba-tiba dari Ronnie, Coch langsung bereaksi dan langsung melemparkan tubuhnya ke tanah untuk memblokir bola dengan tangannya yang terlentang.

__ADS_1


"Bam!"


Bola yang melesat cepat itu mengenai lengan Coch dan melambung tinggi ke udara.


Pada akhirnya, bola membentur mistar gawang The Blues dan memantul keluar garis bawah gawang.


Ronnie memeluk kepalanya dengan penyesalan dan menghela nafas dalam-dalam, tendangan yang bagus itu benar-benar diblokir oleh kiper tua The Blues Coch, sungguh penyelamatan yang menakjubkan.


Gea, yang berada di bangku cadangan The Blues, ketika dia melihat penyelamatan heroik Coch kali ini dia merasa sangat takjub.


Dengan tendangan seperti itu dalam jarak dekat, bahkan jika dia mencoba yang terbaik untuk menyelamatkan nya, dia mungkin tidak bisa memblokir bola dan hanya bisa melihat bola yang masuk kedalam gawangnya.


Coch memang layak menjadi penjaga gawang top dunia dan layak untuk dijadikan panutan dan pembelajaran baginya untuk menjadi kiper yang hebat.


Selain itu Gea juga memiliki gaji yang tinggi di The Blues, Gea rela pergi ke The Blues juga karena alasan lainnya adalah dia bisa belajar dari Coch, kiper top dunia saat ini.


Melihat aksi penyelamatan yang luar biasa dari Randy Red Devils dan Coch The Blues, Gea terlihat sangat bersemangat, dia bersumpah suatu hari dia pasti akan menjadi penjaga gawang hebat seperti mereka.


Melihat tendangan Ronnie yang diblok oleh Coch, 40.000 fans The Blues yang berada di lokasi pertandingan langsung merespon dengan tepuk tangan meriah untuk mengapresiasi penyelamatan gemilang Coch.


Kemudian mereka langsung mencemooh lebih keras lagi kepada Ronnie yang gagal mencetak gol.


Tapi dia juga mengagumi kemampuan Coch dalam menyelamatkan bola, tendangan dalam keadaan seperti itu, kecuali dia yang memiliki kemampuan memprediksi masa depan, hanya seorang kiper dengan kemampuan tingkat tinggi yang bisa melakukan penyelamatan sekuat itu.


Selanjutnya, kita akan mengalihkan perhatian ke panggung di mana Randy dan Drogbi akan tampil.


Fokus ofensif The Blues tetap pada Drogbi yang mengamuk, namun penyerang bayangan Torris juga harus dengan konsentrasi siap menerjang ketika ada kesempatan emas untuk mencetak gol.


Gol pertama yang baru saja memecahkan rekor tidak kebobolan dalam karier Randy dilakukan oleh orang ini, Torris The Blues.


Taktik Boaz adalah penyerangan melalui serangan udara atau umpan panjang yang memanfaatkan ketinggian dan kekuatan Drogbi yang kuat.


Namun, Randy yang sedang dalam keadaan mengamuk tidak akan memberikan kesempatan kedua kepada The Blues untuk mencetak gol.


Pada menit ke-33, The Blues melakukan umpan dari kiri, Drogbi sekali lagi menekan Vidic dan merebut sundulan di tengah area penalti.

__ADS_1


Melihat Drogbi yang hendak melakukan sundulan lagi, Randy langsung mengulangi trik lamanya, dan setelah menangkap bola di udara, dia sekali lagi menyikut dahi Drogbi dengan sangat keras.


Kali ini, sikunya benar-benar memberikan pukulan keras ke dahi Drogbi.


"Sialan banteng hitam, apakah kepala orang ini terbuat dari besi?"


Keadaan Randy saat ini bisa di gambarkan seperti Drogbi memiliki pertahanan 70% dan buff 30% membalikkan serangan kepada orang yang menyerang nya.


Jadi Randy tidak bisa menahan rasa sakit di sikunya, dan bahkan dadanya terkena sundulan Drogbi.


Drogbi kembali mencengkeram kepalanya yang sakit dan menyeringai kesakitan, namun di dalam seringai nya terdapat konspirasi yang tersimpan di wajahnya.


"Kamu ingin bersaing konfrontasi fisik denganku maka aku akan melawan mu sampai ada yang kalah diantara kita!" Begitulah yang ada di benak Drogbi, dia juga memanfaatkan situasi tadi dan menabrak dada Randy dengan kepalanya!


"Heh!"


Sambil memegang bola, Randy tersenyum dan menatap Drogbi yang sedang memegangi kepalanya.


"Huh!"


Drogbi yang juga memegangi dahinya langsung segera berdiri dan menatap Randy.


Keduanya saling memandang, dan suasana disekitar nya tampak membeku.


Torris dan Lampad yang berada di sebelah mereka, melihat situasinya menjadi tidak baik, mereka dengan cepat memeluk Drogbi untuk mencegahnya melakukan tindakan yang melanggar kepada Randy.


"Aku baik-baik saja! Jangan khawatir!"


Drogbi berkata dengan tenang dan berjalan ke depan Randy lalu kembali berkata "Kamu kuat, aku akui itu!"


Kemudian, dia pergi tanpa menoleh ke belakang.


Pada saat ini, Drogbi juga tahu dia telah tertampar perkataan nya sendiri saat diwawancarai oleh media.


Namun, dia tidak akan bersikap lemah kali ini, dia akan menghadapi kiper Red Devils itu dengan posisi tegak.

__ADS_1


"Orang ini, ini menarik!"


Senyum muncul di sudut mulut Randy yang menatap punggung Drogbi.


__ADS_2