
###
Saat dalam perjalanan Key menelpon ibunya karna dia memiliki sebuah firasat buruk.
Ring..... Ring...... Ring......
Sasageyooooo...sasageyoooo.....
Terdengar Hp sang ibu berbunyi dengan keras di atas meja....
Sang ibu yang mendengar handphone miliknya berbunyi dan melihat nama tertera "Anak ku" di handphone miliknya ia langsung mengangkatnya.
" Hallo, Key kamu dimana nak?." Terdengar suara ibu yang khawatir dari seberang telpon.
"Ah anu bu.. Aku ditempat kerja, hehehe." Jawab Key yang canggung dengan sang ibu.
Terdengar suara helaan napas yang berat dari seberang telphone......
"Key ibu minta maaf." Ucap sang ibu penuh penyesalan.
"Buat apa bu?." Tanya Key bingung.
"Maaf karna sudah membentakmu, dan cepatlah pulang nak, jangan terlalu lama saat mengerjakan pekerjaanmu, ini kan waktu liburmu." Terdengar nada sura ibu yang bergetar, dia seperti akan memecahkan tangisannya kapan saja.
"Ah....... Gk usah bu, harusnya aku yang minta maaf sama ibu dan kaka.... Aku sayang kalian kalo misalnya aku gak pulang aku mohon kalian jaga diri baik baik.... Aku sudah nyediain kado untuk hari ibu besok...Maaf kalo misalnya aku gak bisa datang." Ucap Key yang merasa bersalah.
Di sebrang telpon ibu menampakan raut cemas karna gelagat ucapan sang anak tercintanya ini. Entah kenapa Key sangat aneh, Dia seperti akan meninggalkan mereka selama lamanya.
"Key kau gak dalam bahaya kan?, sekarang kau dimana nak?, ibu akan menjemputmu." Pekik sang ibu histeris.
Tangis sang ibu pecah tak terbendung lagi, dia sangat menghawatirkan putri kecilnya itu....
Mendengar pertanyaan bertubi tubi dari sang ibu dan tangisan histerisnya, Key hanya bisa tersenyum sendu dia tidak mungkin memberi tahukan tempat dia berada sekarang.
__ADS_1
"Bu Udah ya... Nanti kalo ada waktu aku telpone." Key mematikan telphonnya secara sepihak.
Tuuut......
***********
Tangisan sang ibu makin pecah mendapati sang putri kecilnya mematikan telphone secara sepihak........
Dia takut akan kehilangan putrinya kecil kesayangannya itu, dia sangat khawatir dengan keadaan Key sekarang.
Mendengar tangisan sang ibu yang berasal dari kamarnya, Richard kaka dari Key langsung menghampiri sang ibu.....
"Kenapa kau menangis bu?." Raut wajah Richard nampak cemas. Dia punya perasaan buruk....
"Hiks....Adik kamu....Hiks...Dia seperti akan Meninggalkan kita selamanya Hiks..." Tangisan sang ibu makin menjadi jadi.
"Ada apa dengannya bu?." Richard menampilkan raut wajah khawatir.
Sang ibu menceritakan tentang apa saja yang diomongkan olehnya Dan Key....Sang kaka mencoba menenangkan sang ibu.
"Semoga saja Key tidak apa apa, Dan dapat pulang dengan selamat" Ucap sang kaka.
****
Key tidak peduli lagi apa yang akan terjadi padanya.....Dia langsung memarkirkan mobil miliknya didepan hotel...
Dia berlari dengan kencang menuju lift untuk sampai di lantai 55 di hotel itu.
Saat didalam lift dia menyiapkan semua peralatannya....Dia juga nampak curiga, tidak ada orang satupun yang masuk di dalam lift ini....
__ADS_1
Biasanya jam jam segini adalah jam padat Orang berlalu lalang....Key makin curiga saat nyampai di lantai 55.
Di lantai ini nampak sepi seperti memang sengaja di kosongkan...Key menuju kamar 2020 Disana adalah kamar tempat anak buah nya disandra....
Saat melangkah baru dapat 5 langkah keluar dari lift Key disambut dengan 5 Orang peria berbaju hitam yang menghadangnya.
Mereka mengeroyok Key dengan berutal, Mereka menghujani Key dengan Tendangan dan tinjuan yang tiada henti.
Key dengan baiknya dapat menangkis itu sempurna.... Itu baginya sangatlah mudah, dia bahkan dapat menumbangkan 30 Orang yang memegang senjata tajam menggunakan tangan kosong....
Setiap dia melangkah Dari Kamar yang ia lewati semakin bertambah penjahat yang menghadangnya...
Karna merasa jengkel key pun menggunakan pistol yang sedari tadi gatal ingin dia gunakan, hari ini banyak penjahat yang telah ia bunuh.
Key akhirnya sampai di depan pintu ber nomorkan 2020...Saat dia bersiap siap ingin mendobrak pintu....Pintu itu terbuka sendiri.
Key langsung masuk kedalam Namun dia tidak mendapatkan siapa siapa berada didalam sana....
Dia melihat sang teman akabar tergeletak di atas lantai, Sontak Key menolongnya dan memberikan pertolongan pertama.
"Bertahanlah, aku akan meminta tolong." Ucap Key yang cemas.
"Nggg....Nggg....Ngggg" Hanya dibalas erangan oleh sang kawan.
Key menelpon sang jendral untuk meminta bala bantuan dia mengunggu sang jendral untuk mengangkatnya , dan betapa terkejutnya ia oleh sesuatu benda yang menusuk perutnya....
Ia merasakan ada sebuah cairan segar keluar dari dalam perutnya dan cairan itu terasa hangat.
Key jatuh di atas lantai marmer yang sudah dihiasi dengan darah miliknya..Dia melihat sang teman akrabnya Akabara, sedang memegang pisau berlumuran darah miliknya .
"Kenapa...." Dengan paraunya key bertanya.
Belum sempat Key mendapatkan jawaban Pandangannya mulai menggelap.
__ADS_1