
Mereka kompak bersujud dan meminta ampun, tapi Marquis Desire dan Baron Jati tak ikutan.... Bahkan mereka masi ingin menjatuhkan ku lagi..
"Ini tak mungkin, kau pasti bersekutu dengan iblis hingga kau dapat melakukan sihir hebat ini."
"Benar kau selama ini tak menujukkan bakatmu dalam sihir atau apa pun itu. "
Aku mendengar para rakyat mulai berbisik bisik tetangga membenarkan perkataan Marquis Desire dan Baron Jati..
"Apa sebuah bunga yang tak menujuk kan kuntum nya itu bukan sebuah bunga? Aku tak memperlihatkan-nya karna aku ingin lihat siapa saja yang pantas aku lenyap kan saat aku menjadi raja. "
"Tidak, kau tak pantas menjadi raja. " Bentak Marquis Desire "Kau adalah keturunan dari ayah yang tak berguna"
Aku melambaikan tangan ku kearah putri Baron Jati yang sedari tadi berdiri di dekat panggung, badan nya tertembus banyak bilah es tajam hingga bilah es itu berubah menjadi warna merah darah....
"Tidaaak... " Jerit Baron Jati..
"Berani nya kau!! " Tunjuk Baron Jati.
"Marquis Desire dan Baron Jati aku menyita semua aset kalian tanpa memberikan ke anak dan istri simpanan kalian sepeserpun... "
Aku melihat mereka yang tersentak saat aku bilang anak dan istri simpanan.
"Jika aku mendengar kalian semua menjelek kan ayah ku maka kalian semua akan aku bereskan . "
" Aku peringatkan jika dalam kurun 3 hari kalian tidak melepaskan anak anak yang kalian beli dari mereka... " Aku memberikan jeda, saat itu juga aku membunuh Marquis Desire dan Baron Jati dengan cara menusuk kan es sangat banyak hingga badan mereka hancur tak berbentuk ...
" Semua aip kalian akan aku umbar dan membuat kalian sama persis seperti mereka berdua, dan untuk para rakyat jika aku mendengar satu kata pun mengenai fitnah atau kebohongan bersangkutan dengan ku dan keluarga kerajaan aku tak akan segan segan lagi..... Kalian mengerti. " Tegas ku.
"Ya kami mengerti pangeran, maaf kan kami karna sudah berbuat lancang pada pelindung kerajaan selanjutnya." Ucap mereka kompak.
Ctak....
Aku memindahkan ke-3 tubuh tersangka itu ke suatu tempat...
"Mau kau apa kan mayat itu? " Tanya Walker bingung. ...Aku tak menggubris pertanya-an dari Walker.
Aku menatap mereka semua yang hadir dengan tatapan membunuh....
"Nah kalau begitu selamat menunaikan nya.... " Ucap ku dingin.
" Nah saat nya kita semua pulang ke istana dan mengadakan rapat. "
Saat ke ke enam pria penting ini akan bubar dan Carl yang akan menggendong ku, aku melontar kan pertanyaan yang membuat mereka bingung..
"Apa yang akan kalian lakukan. " Tanya ku.
"Tentu saja kembali ke istana." Ucap mereka kompak dengan wajah polos...
"Haha, kalian tak perlu memaki kereta atau menaiki kuda itu sangat membuang waktu. "
"Nah kalau begitu selamat menggunakan kesempatan yang sudah aku kasi. " Ucap ku dingin pada para warga.... .
__ADS_1
"Kita akan teleportasi. " Ucap ku pada para pria ini.
"Apa tak mungkin dengan jarak dan jumlah kita tak akan ada yang sanggup. " Pekik Walker.
"Ada ko. "
"Siapa? " Tanya mereka kembali kompak.
Aku berdiri dari kursi dan menghilangkan pedang dari genggaman ku, "Aku tak apa. " Ucapku meyakin kan Cral.
"Aku yang mampu. "Tunjukku pada diri sendiri.
"Tak mungkin, walau pun kau punya pedang yang mulia penyihir agung kau bisa mati dan istana memiliki pelindung yang sangat kuat. " Bentak Walker.
"Kita liat saja. " Tantang ku.
Aku menjentik-kan tangan ku.....Sebuah lingkaran berwarna biru berpendar muncul di bawah kami kami dan mulai samkin menyala terang....
"Cahaya pendarkan kami pindahkan kami lindungi dan tembuslah penghalang itu. "
"Tidak mungkin. " Ucap walker.
Swossss......
Tubuh kami diselubungi cahaya pendar biru lalu pergi berpindah ke istana, lebih tepatnya ke aula rapat yang aku ketahui dari ingatan Hatsu yang asli...
Buk..
"Bagai mana bisa? " Ucap Harry "Kau. " Tunjuk nya ke arah ku.
"Ini gila, aku belum pernah mendengar mantra itu. " Ucap Edward.
"Ini tidak mungkin kita bahkan duduk di kursi kita masing masing. " Ucap Jovial.
"Ini tidak mungkin, tak ada yang dapat menerobos penghalang dengan teleportasi. " Ucap Ronald "Kecuali.. "
"Mantra tingak tinggi dan sangat kuno," Dengan wajah tak percaya Walker melihat ku " Aku bahkan tak dapat menggunakan mantra ini karna terlalu besar. "
"Kenapa kau menyembunyikan dari kami? " Tuntut Gilbery meminta penjelasan.
" Kan sudah aku bilang, untuk melenyapkan siapa yang tak berguna saat aku menjadi raja. " Bohong ku dengan mulus-nya.
" Jadi kau sudah memiliki target yang akan kau singkirkan? " Pertanyaan Carl membuat para pria di ruangan ini kecuali Carl berubah pucat...
"Oh tentu saja, malah banyak lagi, " Ucap ku riang "Tentu saja kalian ber 7 masuk dalam daftar itu, dan masi banyak lagi. "
Wajah mereka tambah pucat, "Tapi jika kalian dapat membayar kesalahan kalian dan menujuk-kan kemampuan kalian, aku dengan senang hati tidak akan melenyap kan kalian. "
Mereka masi tak berani mengucapkan kata se kecil apapun...
"Kalian mengerti kan. "
__ADS_1
"Ya pangeran. " Ucap mereka patuh.
"Jadi aku punya tugas pertama untuk kalian bagai mana? "
"Apa itu? " Tanya Ronald.
"Gilberry kau bertugas untuk menerima semua anak di kasus penjualan itu, Ronald kau bertugas untuk memeriksa kesehatan mereka, Jovial kau bertugas memindahkan wewenang wilayah kekuasaan dan harta Marquis Desir dan Baron Jati ke kuasan ku."
Aku mengambil napas panjang.
"Walker kau menyiapkan semua prajuritmu untuk perang dan Carl terus awasi gerak gerik di hutan kematian. "
Mendengar nama keramat itu mereka menatap ku kaget, " tak mungkin ada iblis yang menyusup. " Walker menggeleng.
"Ini ada kaitann-ya dengan tugas yang akan aku berikan pada mu? "
"Apa? " Pekik Walker bingung.
"Aku mengirimkan ke tiga mayat itu untuk kau selidiki. " Walker ingin menyela ucapan ku tapi aku sudah memberikan tatapan 'Jangan berani berani menyela ku'.
"Aku merasakan sihir gelap dari mereka ber-tiga dan aku ingin kau memastikan nya.... Dan terakhir Edward aku ingin kau tetap menjalan kan semua acara yang aku lakukan...."
Aku memunculkan belati kecil dengan gagang dan bilah-nya berwarna bening sebenig es, aku melemparkan kedepan Walker hingga belati itu menancap dengan sempurna di depannya...
"Bagai mana bisa kau memiliki belati ini? " Tanya nya.
"Ada apa dengan belati itu? " Tanya Edward.
"Ini belati pengungkap, jika kita menusuk-kan bilah nya ke jantung mayat penyihir maka belati ini akan hancur lebur menjadi air biasa, tapi jika kita menikam kan ke jantungnya dan belati ini berubah menjadi besi keras maka dia adalah iblis.
"Lakukan semua nya secara rahasia agar tak terjadi kepanikan. " Ucap ku.
"Apa saja pengobatan yang harus aku berikan? " Tanya Ronald.
"Semuanya dari ujung hingga kaki mereka dan pengobatan untuk terauma mereka, periksa b*r*n* mereka dan a**s mereka... Biasanya bagian situ bakal terluka cukup parah... " ucap ku enteng.
Aku melihat wajah mereka yang nampak aneh, "Knp? "
"Pangeran kau menyebut barang milik kami dengan mudah nya tampa malu" Ucap Walker syok.
"Lah emang knp? Bagian itu bisanya yang paling parah.... Karna semua korban adalah anak laki laki... Kalau aku berbicara bertele tele hanya akan membuang buang waktu dan tenaga untuk berbicara. "
Aku melihat mereka mengeleng pelan dengan ekspresi ' Sungguh sangat polos' membuat ku ingin menapol wajah mereka, siapa yang polos?
"Pangeran rinciannya acara seperti apa yang akan kau hadiri? " Tanya Edward.
"Astaga, seperti acara pemilihan selir. " Aku memijat pangkal hidungku cape.
"Oh, apa kau tak sabar memilih kami sebagai selir mu? " Ucap Ronald menggoda..
Aku menghentikan acara pijat hidung dan menatap mereka semua dengan syok, "Tunggu apa? Astaga aku pasti salah dengar. "
__ADS_1