
Aku diantarkan menuju sebuah pintu besar berwarna coklat dengan ukiran sulur sulur tanaman dan bunga.....
Draak....
para pelayan yang mengantarku membukakan pintu coklat itu dengan pelan..
Lalu mereka meninggal-kan ku sendirian di ruangan besar ini.
Saat aku masuk kedalam ruangan ini aku sangat terpuku, bagiman tidak.. Ruangan ini besarnya 3 kali lipat dibandingkan dengan kamar yang aku tempati dihiasi dengan meja yang panjangnya sekitar 30 meter dengan lampu kristal putih yang menggantung - dengan indahnya di tengah meja.....
Aku bergerak menuju jendela berukuran besar yang dihiasi dengan gorden-yang terbuat dari bahan satin berwarna biru langit cerah..... Aku melihat keluar jendela karna penasaran akan ada pemandangan apa yang menantiku jika melihat keluar?.... 😊
Astaga.... Aku mengeluarkan suara seperti pekikan dan teriakan horor yang bercampur menjadi satu, bagimana tidak_aku melihat di atas pohon apel ada seorang pria dengan rambut berwarna merah dengan kuping yang lancip dan memiliki sayap berkilau yang menghiasi punggungnya....
Tapi bukan itu yang membuatku memekik seperti melihat hantu pocong yang bergentayangan.... Tapi karna aku melihat pria itu tanpa mengenakan busana sama sekali dan dengan sialnya dia memalingkan wajahnya kearahku, mungkin karna mendengar suara ku yang aneh....
Dia melihatku dengan tatapan kosong dan sebuah senyuman mengerikan yang menghiasi wajahnya, seketika kepalaku kosong aku seperti ditarik oleh gravitasi yang kuat membuat kepalaku seperti akan pecah menjadi dua kapan saja....
Aku benar benar kehabisan tenaga entah apa penyebabnya, saat aku akan mendarat di lantai dingin yang aku pijak-aku dapat merasakan tangan seseorang yang menangkapku hingga aku tidak jadi jatuh.....
"Ah~, sepertinya aku agak berlebihan." Aku mendengar sura orang yang menangkapku agak menyesal sedikit.
Aku merasakan sebuah tangan yang menempel pada keningku, ketika itu juga aku dapat merasakan sebuah aliran kekuatan yang terasa hangat menjalar keseluruh tubuhku, perlahan aku mendapatkan kembali penglihatan ku yang kabur.....
"Aaaaa..... " Kali ini aku berteriak kebali dan mendorong orang yang telah menolong ku saat aku hampir mencium lantai dengan indahnya.
Dia adalah pria telanjang yang aku lihat di pohon apel.... Tapi kini dia mengenakan sebuah baju khas laki laki yunani dengan bahan baju satin berwarna merah apel yanh senada dengan rambutnya.... Dan aku baru menyadari bahwa dia memiliki mata yang indah berwarna kuning emas....
"Whoo.... Tenanglah. " Dia mengangkat kedua tangannya dan melambai padaku "Aku tidak akan menyakiti mu. "
Mendengar hal itu aku menyipit curiga, saat aku ingin mengucapkan sesuatu pintu ruangan ini sudah di buka dengan sangat tidak etisnya hingga menimbulkan suara debuman keras...
Brak.....
Pria apel tadi langsung terbang dan menyambar pria yang membuka pintu tadi dengan pelukan mesra....
"Akkkk.... Carl kamu kemana saja, aku kan kangen sudah 2 hari aku tidak melihat mu.."
Pria apel itu menggunakan nada merajuk ala cewek manja.
Aku yang mendengar suara itu seketika membuat bulu kudukku meremang dengan hebatnya, belum lagi tatapan Carl yang tertuju kearahku "Apa yang kau lakukan dengan si gila ini." Entah mengapa tatapan itu seperti bilang seperti itu kepada ku.
Aku dengan reflek menggelengkan kepala ku dengan cepat agar tidak terjadi kesalah pahaman yang rumit lagi....
__ADS_1
"Aku sibuk. " Carl berucap dengan dingin, dia melepaskan pelukan pria apel tadi dengan kasar. Dia melangkah kearahku dengan perlahan, aku mendapatkan bunyi alarm tanda bahaya saat melihat Cral yang menghampiriku.... Refleks aku mundur kebelakang hingga punggungku bertabrakan dengan kaca jendela yang berada di belakang ku...
"kau tidak melakukan apa apa kan?." Carl menyelipakan nada bicara yang membuat bulu kuduk siapa pun meremang.... Bagaikan dia memergoki pacarnya sedang berselingkuh ria dengan pria lain.
"Aku berani bersumpah aku gak ngapa-ngapain dengan dia. " Tunjukku ke pria apel itu.
Carl mencondongkan mukanya hingga hidung kami berdua bersentuhan, astaga aku sangat membenci posisi ini....
Saat aku ingin mendorong Carl menjauh aku merasakan kekuatan sihir yang menghempaskan ku dengan kuat keluar jendela hingga menabrak pohon apel yang aku lihat tadi, banyak sulur sulur yang merambati kaki dan tangan ku dengan kuat, mereka menyerap kekuatan sihirku dengan cepat membuat ku tak berdaya......
Aku dapat merasakan punggungku yang mulai mengeluarkan aliran darah segar, ini tidak baik untuk ku, Hatsu memeperingatiku bahwa aku tidak boleh berdarah sama sekali....
Aku mencoba menyalurkan kekuatan sihirku ke punggungku yang berdarah tapi itu percuma saja, aku tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menyembuhkan
se-mili-meterpun luka ku.....
Itu akan mengundang ras iblis untuk menemukan ku....
Aku melihat Carl yang mendatangiku dengan panik, saat jarak dia dengan ku sisa 10 meter seperti ada yang menghalangi Carl untuk menyelamatkan ku....
"Sialan... " Carl nampak marah "Apa apaan ini Red, Lepaskan dia.." Bentak Carl kepada pria apel bernama Red itu.
Pandangan ku mulai mengabur dengan perlahan saat aku melhat Red mengepakkan sayap-nya dengan cepat hingga dia berada di sampingku....
"Apa pentingnya wanita ini bagimu Carl.... Padahal aku yang terlebih dahulu menyukaimu. " Red mengeraskan pegangannya di daguku hingga membuatku merintih dengan pelan.
"Apakah kau gila.," Carl mengucapkan dengan teriakan murka " Aku masih waras untuk tidak jatuh cinta padamu, kau adalah pria dan itu tidak mungkin.... Oh aku ini masi sangat waras."
"Apakah dengan aku menjadi wanita kau akan menyukai ku?. " Red bertanya kepada Carl dengan pilu "Kau tau kan bangsa drayd dapat mengubah jenis kelaminya jika kami berumur 100 tahun dan aku hari ini berumur 100 tahun. "
Aku meneliti wajah Red yang sangat berharap dengan ucapan yang akan Carl ucapkan.....
"Apakah dengan mengubah jenis kelamin mu menjadi perempuan maka kau akan menjadi perempuan selamanya atau bisa kembali menjadi pria?." Astaga kenapa dengan bodohnya aku bertanya kepada makluk drayd yang sedang cemburu buta kepada Carl yang disebabkan olehku ini..
Saat di berpaling dan menghadap wajahku, aku dapat melihat kilatan tajam di mata Red yang sangat tak suka saat melihat wajahku...
"Tidak, kami hanya dapat mengubahnya satu kali saja dan kesempatan itu hanya akan ada saat kami berumur 100 tahun, jika itu lewat maka tidak akan ada kesempatan lagi. " Aku dapat mendengar nada sedih di akhir kalimat....
Oh sial ini membuatku jijik, walaupun itu memang kemampuan yang katanya memang mereka punya tapi-bagiku seperti dia membuang sesuatu yang diberikan dari lahir dan menggantinya menjadi seperti yang diinginkan ....
Bukankah dia tidak bersyukur, padahal wajahnya sudah cukup tampan pasti banyak gadis yang akan menyambutnya dengan senang hati....
Tapi dia malah lebih seneng ma laki laki yang hitungannya sejenis ma dia... Ih kan aku jadi ngeri😵
__ADS_1
Aku kembali menjatuhkan pandanganku dan melihat raut wajah yang dipasang Carl, namun aku hanya mendapati raut wajah yang tidak dapat aku pahami.....
"Aku tidak akan pernah menyukai mu walaupun kau berubah. " Carl mengucapkan-nya dengan dingin "Aku tidak ingin melukaimu, jadi lepaskan dia."
"Kenpa? Apakah karna dia adalah sang pemikat?!!. " Red berteriak dengan murka, aku dapat merasakan sulur yang menjeratku makin mengencangkan lilitan mereka ketubuhku, bahkan aku dapat mendengar suara tulangku yang muli remuk......
"Red!!!! " Carl memanggil Red dengan nada tak bersahabat.
"Apa maksudmu dia sang pemikat? Itu tidak mungkin!!! " Carl mendesis tak suka dengan topik pembicaraannya dengan Red...
"Oh ayolah, bahkan manusia sepertimu dapat mencium aroma mawar yang memabukkan ini. " Jelas Red.
Carl menegang seketika, dan aku tebak dia mencium aroma yang mengeluar darah ku...
Aku dapat mendengar Carl mendesis tak suka saat mengucapkan "Darah. "
"Seharusnya jika kau tidak ingin melukai ku... Seharusnya kau menerima cinta ku, Jika aku tidak bisa mendapatkanmu maka dia juga tidak. " Red memegang daguku lalu menghempeskan nya dengan kuat.
Aku merasakan sebuah sulur baru yang merambat di leherku, sulur itu mulai mengencang.
"Sayang ku....Aku tak apa. " Tanpa sadar aku memanggil nama ejekan Carl yang aku buat dengan suara yang nyaris tak terdengar dan memberitahu keadaan yang sangat berlawanan dengan keadaanku sekarang.
Aku melihat Carl yang mengeluarkan aura mencengkan saat aku memanggilnya.........
Zress.... Zresss.....
Ada aliran listrik berwarna kuning nercampur biru yang menyelubungi tubuh Carl, aku melihat dia yang memegang pelindung yang dibuat Red untuk menghalanginya dan menghancurkan pelindung itu dengan mudahnya.......
Rambutnya yang lumayan panjang agak terangkat dengan berbahaya melayang diudara, setiap tanaman yang dia lewati layu karna terbakar....
Tapi pandanganku sudah mulai mengabur dengan parah dan pendengaranku juga mulai mengabur.....
"Carl kau bahkan rela melakukan ini padaku?. " Red meneriaki Carl dengan histeris.....
"Ya. " Carl membalas ucapan Red dengan dinginnya....
"Bahkan jika aku harus membunuhmu. " Desisnya.
Perlahan mataku terpejam dan meninggalkan kesadaranku, hanya percakapan itu saja yang dapat aku dengar terakhir kali.....
Dan aku tidak yakin dengan ucapan terakhir yang Carl lontarkan untuk Red....
Padahal aku ingin tahu apa yang Carl dan Red lakukan tapi kegelapan sudah merenggutku terlebih dahulu.....
__ADS_1