MENJADI PANGERAN?

MENJADI PANGERAN?
TUA BANGKA


__ADS_3

Aku melihat ada sebuah bangku kosong tak jauh dari pak tua bangka itu jarak nya hanya sekitar 6 meter dari nya...


Aku menghampiri lalu duduk dengan nyaman dengan kaki menyilang kedepan dan degu yang bertumpu pada telapak tangan bak boss.... Aku kan memang boss 😏.


"Wanita sialan berani berani nya kau mengotori baju ku... " Bentak pak tua.


"sss... Sakit tuan. " wanita itu menggeliat kan tangan nya minta di lepaskan.


"Kau siapa berani berani nya berkata seperti itu."


"Maaf hamba hanya rakyat jelata. " Tunduk nya takut, oh dan saat itu juga aku dapat melihat pak tua itu menjilat bibirnya dan menatap wanita itu dengan pandangan kotor... Siapa aja yang melihat pandangan itu pasti akan menculuk mata pak tua itu dengan senang hati.


"Kalau gitu kau harus bertanggung jawab. " Perintah nya


"Bagai mana tuan ku?" Wanita itu sudah menahan isakan tangis karna aku melihat cengkraman dari pak tua itu makin erat.


"Kau harus mengganti baju itu dengan baru. "


"Be.. Berapa? " Tanya sang wanita terbata..


"500.000 keping emas. "


Wanita itu terjatuh berlutut dan menagis sejadi jadinya "Saya tak punya uang sebanyak itu tuan... Hiks. "


"Kalau gitu lepas kan baju mu maka aku akan mengampuni mu. "


Para pengawal tertawa gembira, aku mengatupkan rahangku dengan kuat.. Saat aku akan merapal kan mantra kutukan untuk pak tua menjijik kan dan para prajurit, ada seorang wanita cantik nan elegan yang menghentikan aksi yang akan di lakukan teman nya yang tertinda yaitu melepas b**u..


"Maaf tuan kami di sini hanya menjual dan menonton kan pertunjukkan tarian untuk menghibur." Desis wanita itu "Kami bukan untuk di lecehkan macam ini. "


"Haha... Kalau begitu aku akan meminta ganti rugi 10 kali liapat pada kalian karna dia adalah salah satu dari kelompok ini... Bagai mana? " Tawar pak tua..


"Tuan Jangan bawa bawa teman teman saya ." Pekik wanita yang di tindas oleh pak tua.


Pak tua menarik tangan wanita cantik untuk menjauh dari wanita yang di tindasnya dengan kasar, dia menarik dagu wanita itu dengan kasar.....


"Kalau begitu kembalikan semua uang ku yang aku buang untuk kalian semua." Bentak nya murka, saat tangan pak tua akan merobek baju wanita itu... Aku beranjak dari tempat duduk ku dan menerjang pak tua lalu menendang pinggang nya dengan kuat hingga dia tersungkur.


"Siapa yang berani beraninya menendang ku.?" Bentaknya kalap dan menoleh ke arah ku dengan bringas..


Aku menginjak dadanya dengan keras dan menekan nekan hak sepatu ku di dadanya dengan gemas sekaligus jiji....


"Tentu saja aku. " senyum ku ramah 😈


" Dan sejak kapan semua uang yang kau pakai itu uang mu? " Desis ku tak suka..


Pak tua itu membeku bak es batu di kutup utara, dia mengumpul kan segenap nyawa untuk berteriak,


"Hajar pangeran tak berguan ini!" namun Tak seorang pun yang bergerak "Kalian berani menentang ku"


Sebelum para pengawal melangkah kan kaki untuk menyerang ku aku sudah terlebih dahulu melilit tubuh mereka dengan sulur mawar hitam miliknku, mawar hitam memiliki duri berdiameter 10 cm..


mangkanya aku memakainya, semakin banyak darah yang di hisap semakin pekat pula warna bunga nya...

__ADS_1


"Kau...Kau, " Pekik nya bingung.


Aku memerintah kan sulur melilit tubuh pak tua menjijikkan ini dengan kuat, sulur itu meng angkat tubuh pak tua hingga dia menggantung dengan tangan telentang di kanan dan kiri nya....


"Aaaaaakkkkhhhhh. " Teriakn nya pilu.


"Nah, " Aku berbalik menghadap para gadis penghibur yang ketakutan, entah sejak kapan mereka sudah berkumpul di pojokan dekat dengan pohon apel tua, dengan wanita cantik pemberani itu di depan nya..


"A... Apa mau mu? " Tanya nya tergagap.


Aku berjalan ke kursi yang aku duduki tadi, dan menyeretnya hingga menimbulkan suara bak film horor.


Bug...


Aku duduk di kursi dengan menghadap ke pak tua dan para gerombolan penjaga, sungguh mereka nampak mengenas kan.


"Kalian pergilah dari sini, " Lambai ku mengusir " Biar aku yang urus. "


"Tapi kau... " Ucap wanita cantik itu menggantung.


Aku menolehkan kepal ku kembali ke kumpulan para wanita itu, "Apa kalian tidak mendengar soal apa yang aku lakukan kemarin di alun alun kota? " Tanya ku dingin, mereka diam mem-beku-. -...


Aku menunggu reaksi mereka, tapi mereka tetap diam membatu... "Alamat rumah Bord*l kalian di mana? " Tanya ku jengkel.


"Di jln. Flack 4 dekat Rumah Bord*l Blac Rose. " Jawab wanita cantik takut takut.


Ctak.....


Aku menjentik kan jari ku mengirim mereka semua beserta barang barang musik mereka ke alamat yang mereka sebutkan, untung nya aja aku tau di mana itu Black Rose....


"Aaaaaaa... Tidaaaaaak. " Seperti itulah teriakan yang mereka keluar kan hingga matahari terbit, bahkan walaupun tenggorokan mereka sudah tak mampu.


Mereka tetap memaksa nya hingga mengeluarkan suara bak kodok kejepit pintu..... Aku mah bodo amat yang penting aku puas menghukum para orang yang sudah menindas 'Hatsu' se enak nya saja...


Mangkanya jangan pernah macam macam dengan orang abad 21 dengan gelar Shinigami di dunia mata mata


<(-︿-)>...


Aku masuk kedalam kediaman ku seorang diri, aku mengaduk aduk isi kepalaku mencari cari denah kediaman besar ini di ingatan yang pernah di berikan oleh 'Hatsu'.


"Sial ini yang benar saja. " Gerutu ku " Istana ini betul betul besar. "


Kamar yang aku periksa tadi malam hanya sebagian kecil dari total ruangan yang ada di sini, lima ratus delapan puluh lima ruangan dengan sembilan puluh kamar mandi, seratus lima puluh kamar tidur, tiga puluh lima dapur


ku menghabiskan sisa hari ini dengan menjelajahi Leon castile dengan tinggi sendiri . Dan, walaupun


Aku berkeliaran melewati kamar-kamarnya selama


berjam-jam, aku sama sekali belum melihat semuanya. Setiap ruangan diisi dengan harta karun berdebu ajaib,


termasuk satu kamar tidur yang berisi lima baju zirah


lengkap berwarna gelap yang menyeram-kan, dan kamar lain yang tidak berisi apa-apa kecuali binatang-binatang yang diawetkan atau baju dan permata mewah.

__ADS_1


Aku berputar balik menyusuri lorong untuk kembali ke lantai bawah, ku melintasi serambi ke ambang


batu tinggi yang menuju ke deretan anak tangga


Panjang remang.


Aku menuruni nya dengan cepat bahkan bisa di bilang berlari, aku berbelok dengan cepat di lorong tak jauh dari tangga terakhir... Ini sudah waktu nya jam makan siang, aku mengingat ingat lagi dapur terletak di ujung lorong dengan pintu cekung besar berwarna coklat, butuh lima menit untuk samapi di dapur ini.


Draak...


Aku memasuiki dapur dengan terburu buru, dapur ini memiliki banyak lemari besar dan panci, wajan, ketel dan peralatan dapur lain nya yang menggantung rapi di dinding...


Aku melihat ada lima tungku pembakaran dan empat oven tanah liat... Aku membuka salah satu lemari mencari bahan makanan, di dalam nya terdapat berbagai macam sayuran dan toples besar ber isi macam macam rempah rempah, di salah satu toples tertulis kan ekstrak sari tebu..


Aku mengambil banyak rempah rempah termasuk ekstrak sari tebu sebagai bumbu penyedap, juga sayur sayuran.... Aku mengedar kan pandangan dan menemukan lemari besar dengan satu pintu yang terbuat dari besi, saat aku membukanya di dalam nya terdapat sederet daging tersusun rapi sesuai ukuran dan lemari ini berfungsi layak nya kulkas di Zaman Modern.... Mungkin hawa dingin ini berasal dari ekstrak kekuatan magis penyihir air yang di bekukan.


Aku menyambar daging bagian paha yang kaya akan lemak dan bagian punggung, aku berbalik menuju meja dapur dan menyiap kan semua alat yang aku butuh kan seperti pisau, teplon dan lain lain...


Boss.....


Api di tungku ku nyalakan dengan sihir ku, aku mulai menumis rempah rempah hingga berbau harum lalu aku tambahkan dengan sayur... Di tungku satunya aku membuat steak dengan daun rosmary di atas nya..


Tiga puluh menit kemudian aku selesai masak dengan sempurna, satu porsi besar steak dan tumis sayur satu wajan siap di makan.... Saat aku sudah duduk siap ingin menyantap makanan ku, pintu dapur di buka dengan kasar.


Brak.....


"Kaka, " Teriak Marina dari ambang pintu, dia masih suka memakai pakaian irit bahan dengan dress berpotongan v yang seksy..


"Ha? " Tangan ku mengiris daging dengan lihainya, aku menusukkan garpu di daging lezat di depan ku ini dan ingin menyantapnya.. Saat tinggal dua cm dari mulut ku adik tercintaku ini mengebrak kan meja makan ku dengan keras...


"Ha? Kau bilang. " Marina mulai mengkerutkan jidat tak suka "Apa apan dengan pemandangan di luar itu. "


Hup....


Aku mengunyah dengan perlahan dan santai, mengabaikan adik tercinta ku yang melayangkan tatapan membunuh.... Oh, sungguh itu sangat mempan untuk ku... Hingga bulu kuduk ku berdiri sebentar lalu tidur lagi...


"Beraninya kau mengabai kan ku!!! "


Brak....


Dia memukul ujung meja dengan kuat, hingga meja ini hancur berkeping keping... Bahkan makanan ku saja ikutan jatuh ke lantai hanya menyisakan kepulan asap beraroma enak yang menggoda....


"Berani nya kau menghukum para pelayan yang sudah lama mengabdi mengurus mu. " Ceramah nya " Emang kau siapa beraninya menghukum mereka ha? kau bahkan dengan laga nya mengadakan hukuman mati"


Ctak....


Urat kesabaran ku putus -_-+.


Ho habis sudah kesabran ku untuk makhluk busuk berkedok adik di depan ku ini, tanpa sadar aku menggenggam erat garpu di tangan ku hingga bengkok.


Syutt... Jleb....


Aku melemparkan pisau makan dengan cepat ke arah pipi Marina dengan kuat, syukur aja aku tak benar benar ingin menancapkan pisau itu di kepalanya.... Jadi dia hanya memiliki luka sayatan akibat pisau yang menyerempet kulit pipinya dan menancap dengan kuat nya di pintu...

__ADS_1


"Kau.... Kau. " Pekik nya kebingungan " Berainya kau melempar kan pisau ke arah ku.


Hahahah, emang gue pikirin.....


__ADS_2