MENJADI PANGERAN?

MENJADI PANGERAN?
PANGGILAN BARU


__ADS_3

***


Mereka masih tetap menatap lekat mengarah padaku, yah gak heran karna aku sudah membuat kondisi rumah tuan mereka menjadi mengenaskan dengan lubang ternganga diatap dan kaca yang pecah di sepanjang lorong.


Aku melihat Carl yang masih menatap lekat padaku dengan pandangan sulit diartikan.


"Sebaiknya kalian memalingkan pandangan mata kalian dari gadis milikku, jika kalian masi sayang dengan biji mata kalian." Carl membuka perbincangan dengan perintah bernada dingin yang membuat para pelayan miliknya bergidik ngeri.


Mereka dengan cepat menundukkan pandangan mereka dalam dalam.


"Maaf atas kelancangan kami tuan, kepada nyonya muda."


What, sejak kapan aku jadi nyonya muda. Aku saja belum nikah sama sekali, umurku masi panjang.


"Tunggu sejal kapan aku jadi nyonya muda kalian?." Tanya ku heran


Perlahan aku melihat Carl yang berjalan mendekat ke arah ku.


"Sejak kau aku bawa pulang kesini!!!, Dan kenapa kau hanya memakai...." Perkataan Carl tertunda dan melihati ku dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan lebih teliti


"Apakah kau mencoba mengodaku lagi?."


Sungguh aku tidak suka dengan senyuman mengerikan yang di berikan Carl khusus padaku


"Cih, emang siapa yang mau menggodamu. Aku hanya meminta sebuah pakaian yang layak untuk aku kenakan." Aku memutarkan bola mata ku jengah dengan sikap Carl yang seperti buaya ini.


Aku melihat Carl yang nampak bingung, dia mengerutkan dahinya.


"Bukannya aku sudah memberikanmu gaun yang sangat cocok untuk mu." jelasnya.


"Hasuh, aku yang aku butuhkan itu bukan gaun tetapi setelan jas seperti yang aku kenakan biasanya." Ujarku sewot.


"Tapi kenapa? Bukannya kau sangat menginginkan mengenakan gaun biarpun sekali, mumpung kau sekarang berada di luar istana."


"Aku harus bilang berapa kali padamu, bahwa aku gak mau mengenakan gaun."


Jelasku panjang lebar


"Jika kau tidak ingin memberiku jas...." Aku memberikan jeda menggunakan nada mengancam pada Carl.


"Hahaha.... Ancamanmu gak akan mempan pada ku gadis manis." Ucapnya menyeringai

__ADS_1


Aku berbalik pergi, setidaknya walau aku gak hapal jalan aku dapat menggunakan sebuah mantra terbang untuk mencari tempat dilaksanaknnya hukuman wanita jahannam itu.


"Aku akan pergi dengan senang hati hanya mengenakan handuk saja." Ucap ku berlalu.


"Jika kau berani melakukannya aku akan membunuh semua orang yang melihat mu hanya mengenakan handuk." Carl mengancam dengan mengeluarkan aura sihir yang kuat.


Hingga aku dapat melihat bahwa para pelayan bergetar dengan hebatnya karna ketakutan.


Aku menghentikan langkahku dan berbalik menatap Carl menantang.


"Emang kau siapa ku? Bukan siapa siapa kan!!! Jadi jangan ikut campur urusanku jika tidak ingin mematuhi ku."


Carl tersentak dengan pertanyaan yang aku lontarkan untuk Carl....


Carl mengembangkan senyuman yang menurutku sangat berbahaya, dia mendekat kearahku dengan santai.


Karna refleks aku mundur secara teratur sesuai langkah Carl yang terus mendekat.


Saat aku berbalik dan ingin berlari


Grep....


Carl menarik ku kedalam pelukannya, dia memegang pinggangku dengan erat dan berbisik di telingaku dengan rendah nya.


"Baiklah kali ini kau menang, tapi aku tidak akan pernah membeiarkan kau menang dari ku untuk kedua kalinya...... Dan aku pasti akan menjadi satu satunya yang akan bisa menyentuhmu." Dengan nada yang tidak aku pernah dengar, ini seperti sebuah nada peringatan bagi ku.


Bulu kudukku seketika meremang, aku nerasa seperti diterpa sebuah badai es yang sangat dingin di tengkukku.


"Yah, sekarang yang penting adalah aku memghadiri 'pesta' yang sangat menyenangkan"


"Kembalilah kekamarmu, dan aku akan menyiapkan semua kebutuhanmu dengan cepat." Ucap Carl yang menunjukkan kamar yang aku tempati selama disini.


"Oke.... " Aku berbalik pergi di iringi sebuah senyuman yang tak lepas dari wajahku 'Senyuman kemenangan'.


Aku menunggu di kamar dengan sabar tak butuh lama. Para pelayan datang dengan sederet baju yang beragam warna dan corak.


Aku mendekati baju baju itu dan memilih milih mana yang cocok untuk aku kenakan.


"Hufff....Semua baju ini sangatlah bagus." Batunku durja.


Tiba tiba tak sengaja aku menemukan sebuah baju yang bagus. Aku melihat sebuah baju khas para bangsawan berwarna hitam dengan sulaman sulaman benang berwarna merah darah disekitar kerah baju dan sebuah simbol berbentuk Cerberua sang anjing neraka pada lengan bajunya.....

__ADS_1


"Aku memilih ini. "


Tiba tiba para pelayan saling memandang mereka seperti ingin mengucapkan sesuatu kata tapi gak berani.


"Katakan saja. " Perintah ku kepada mereka.


"Anu nyonya, baju itu......baju khusus untuk berduka. " Kata sang pelayan wanita 1.


"Oh.... Tak apa aku memang mau menghadiri pesta perayaan yang berhubungan dengan kematian. " Ucapku dingin.


"Baik kami akan membantu mengenakan nya hingga nyonya kelihatan nampak memukau. " Ucap sang pelayan 3 dengan menggebu gebu.


Mereka menyisir rambut ku dengan amat sangat hati hati.


Mereka nampak bersemangat mendandani ku.....Seperti aku akan kesebuah acara membahagia kan saja.😌


"Nyonya harap hadap sini. Kami akan mendandani nyonya dengan sangat cantik. "


"Tak perlu dandan seperti wantia.... Aku membencinya, seperti ini saja. "Perintah ku, aku sangat lah membenci semua alat rias wanita.


Karna aku memiliki pengalaman yang sangat amat pahit dengan alat rias sewaktu aku masih Sma.. ....


Tak lama aku sudah siap menghandiri sebuah acara yang aku buatkan khusus untuk wanita yang sudah berani menghinaku......


Aku melihat penampilan diriku di depan cermin dengan terpukau.....


Rambut di ikat ekor kuda baju khas bangsawan eropa berwarna hitam senda dengan celana, dan sepatu yang memiliki corak sulur berwarna hitam di sepatu yang berwarna merah darah pekat......


" Nyonya anda sangat memukau..... Kau bagaikan seorang pencabut nyawa yang nampak memukau..... Bahkan orang akan ngantri untuk meminta mu segera mencabut nyawa milik mereka..... " Sang pelayan 3 beucsp dengan mata berbinar bagaikan kristal putih diterpa cahaya bulan.....


"Kau terlalu memujiku.....Kalau aku seperti itu maka populasi manusia tidak akan bertahan." Ucapku bercanda.


Tak lama kami pun tertawa lepas bersama. Tapi itu tidak berlangsung lama, saat sadar mereka langsung meminta segera maaaf padaku karna sudah berbuat lancang.....


"Santai saja dengan ku.... Ada kalanya kita itu tertawa dan serius.... Jangan pernah dijadikan satu, karna kalian sudah diberi kebaikan kalian malah ngelunjak.... " Aku memberikan tatapan tajam kepada merka.....


"Baik nyonya kami mengerti. " Ucap mereka kompak.


Tunggu dulu kenapa aku harus ngomong begitu ke mereka. Seperti aku ini adalah nyonya dari mereka saja.....Akhhhhh ini sangat buruk darimana aku mendapatkan pikiran sejelek itu.....


Haaaa.... Baiklah saatnya memghadiri pesta penghukuman.

__ADS_1


"Antar aku menemui Carl. " Perintahku kepada para pelayan.


"Baik nyonya.... "Ucap mereka patuh


__ADS_2