
"Yaps aku memang calon selir mu," senyum nya " Dan aku juga dapat merasakan bahwa sang pemikat berada di kerajaan tetangga, yang ternyata calon pasangan ku sendiri.. "
"Siapa aja yang tau bahwa aku punya darah merepot kan ini?" Desis ku tak suka.
"Entah lah, mungkin hanya aku..... Dan mungkin saja banyak yang tau, karna bagi kami ras non manusia..... Biarpun kau hanya mengeluarkan darah 1 tetes saja, kami dapat membauinya dan menemukan sang pemilik darah karna penciuman kami yang tajam... " Dia menampakkan wajah sombong ketika berbicara mengenai kelebihan nya.
" Baiklah, sebaiknya kau melepaskan tanda menyusahkan ini. " Tunjuk ku ke sebuah tanda yang kembali muncul di ceruk leher ku.
"Tak bisa." Ucap nya enteng.
"Kenapa? " Pekik ku tertahan.
"Karna bagi kami, jika tanda itu kami lepas dari yang kami tandai.... " Dia kembali memberi jeda yang sekarang menurutku itu sangat menjengkel kan " Kami akan mati, karna kami memberikan begitu banyak sihir ke tanda itu. "
"Dengan kata lain ini seperti kalian memeberi-kan kehidupan kalian pada orang yang kalian tandai. " Lanjut ku.
"Ya, bahkan jika pemilik tanda mati maka kami juga mati. " Senyum nya pilu.
Aku melihat senyuman pria di depan ku ini jadi merasa iba padanya, dia pasti memiliki sebuah kenangan memilukan yang berhubungan dengan tanda ini.
"Waycliff." Panggil ku.
Dia mengangkat kepala nya dan tersenyum lebar menggantikan senyuman pilu menyedihkan itu, "Kau tau? "
"Oh tentu saja, siapa yang gak bakal ingat jika ada dua orang pria saling mengucapkan namanya satu sama lain dengan nada mengejek dan nada pilu. " Cibir ku, " Oh dan dengan sialnya aku saat itu berada di antara dua pria sinting yang menghancurkan ruang makan. "
Aku melihat Waycliff hanya tersenyum melihat ku yang ngomel panjang lebar mengenai pertengkaran nya dengan Carl, tapi aku tak akan menanya kan hubungan-nya dengan Carl jika dia tak mau cerita😌...
"Apa kau tidak penasaran hubungan ku dengan Carl? " Senyuman dari wajah Waycliff lenyap di gantikan dengan wajah tanpa ekspresi.
"Sungguh aku tak ingin mengetahui hubungan apa yang pernah kalian miliki, aku takut saat kau menjelaskan...." Canda ku" Aku tak mau sampai kau bilanh 'Kami dulu pernah punya hubungan spesial' oh sungguh itu seperti mimpi buruk untuk ku, aku tak mau mengetahui 2 orang calon selir ku pernah saling suka. " Aku memegang wajahku dengan kedua tangan dan menampak-kan l muka horor...
Aku melihat Waycliff yang tertawa terbahak bahak mendengar candaan ku, dia bahkan mengelurakan air mata di ujung matanya karna kehebatan cadaan ku...
Aku yang melihat hanya bisa tersenyum, ada sebuah perasan tergelitik di perut ku ketika melihat Waycliff tertawa lepas.....
__ADS_1
Apalagi membuat calon selir ku ini tertawa gembira, sungguh aku jadi memiliki kegembiraan tersendiri juga memberikan sebuah kebahagian kecil tapi mampu membuat nya senang.....
Deg.....
Aku tiba tiba merasakan jatungku yang berdebar sakit, paru paru ku mulai kehilangan udara sang belahan jiwa...
Aku mengadahkan pandangan untuk menatap Waycliff yang keget melihatku, aku tau dia kaget karna apa!! Hal itu juga membuat ku kaget....
Aku melihat tangan ku sendiri mulai memudar bagai kan noda pada kertas yang tersiram air sabun, memudar secara perlahan tapi pasti.....
"Hei. " Aku melihat Waycliff yang menjulurkan tangan nya untuk me megang ku, tapi sudah terlambat aku pun menghilang.... Dan mungkin saja saat itu juga Waycliff hanya menangkap udara kosong di sekitar nya.
Deg....
Aku kesulitan bernapas dan tak bisa membuka kedua kelopak mata ku untuk melihat , ada yang membekap ku menggunakan sesuatu benda empuk rasanya mirip sebuah bantal...
Aku meronta ronta dengan keras, aku dengan cepat memegang tangan yang memberikan ku bantal empuk kurang ajar ini...
Aku menarik tangan itu dengan keras ke samping, hingga aku merasakan tubuh dari pelaku ini kehilangan ke seimbangan dan saat itu juga aku menggunakan kesempatan emas yang tak akan aku lewat kan...
Aku mendorong badan pelaku yang ku rasa sangat ringan, aku melompat ke luar dari tempat tidur dengan cepat....
"Apa maksud semua ini? " Desis ku pada Anni..
Dia berdiri dengan sempoyongan, "Saya terpaksa pangeran, maafkan saya.... Tapi anda harus mati. " Anni mengeluarkan sebuah bilah pedang yang mengeluarkan aroma busuk....
Dia menerjangku dengan kuat, aku dapat dengan mudah menghindari nya... Dia kembali menyerangku dengan menyabetkan pedangnya dari arah kanan ku mengincar leher ku... Aku dengan cepat menunduk kan badan ku menyelamat kan kepala ku yang ingin di penggalnya...
"Oh yang benar saja, " Pekik ku "Tak bisa kah kau membiarkan ku tidur. " Aku meninju perut Anni hingga dia terpental ke-belakang dengan kerasnya...
"Aku akan memberikan mu tidur panjang. " Anni dengan cepat bangkit dari jatuh nya dan menerjang ku dengan menghunuskan pedang nya lagi....
" Rose.. " Panggil ku, tak butuh lama muncul sebuah pedang berwarna merah dengan gagang pedang berhias kan bunga mawar merah serta sulur durinya....
Aku hanya berdiam diri menunggu datangnya pedang milik Anni yang mengeluarkan bau aneh ke leherku dengan sabar, di kembali menebaskan pedang itu menuju perutku....
__ADS_1
Jleb...
Sebelum pedang itu menembus perutku aku sudah terlebih dahulu melemparkan pedangku menembua perut Anni dengan cepat....
Bruk...
Dia jatuh berlutut dengan pedang milikku yang tertancap di perutnya hingga menembus ke belakang, dan pedang aneh miliknya lenyap entah kemana.....
"Hahaha........," Anni tertawa dengan keras hingga suara miliknya bergema di kamar milikku... "Kau pasti akan menjadi miliknya cepat atau lambat uhuk.... Kau akan menjadi milik nya hahaha.... Uhuk... Uhuk.. " Dia meracau tak jelas membuat ku bergidik ngeri, aku mendekatinya dan mencabut pedang milikku dengan kasar hingga banyak darah yang nyiprat ke baju dan sekitar kami....
Aku berjongkok dan memaksa wajahnya untuk melihat ku, " Tak akan ada yang bisa memiliku" Desis ku tak suka. "Siapa tuan mu?"
"Hahaha..... Jangan terlalu sombong, saat ada orang mati di sanalah tuan ku akan datang. " Tangan Anni terjatuh dari bahu ku, hingga menimbul-kan suara debuman pelan...
Deg..
Aku reflek loncat sejauh jauhnya dari mayat Anni, aku teringat pesan Anni yang terakhir 'Tuan ku akan datang jika ada orang mati' Anni kan sekarang dah tak benyawa lagi... Otomatis tuan nya bakal datang.
Aku berbalik dengan cepat dan berlari menuju pintu keluar, saat tangan ku 10 cm lagi me-megang gagang pintu, ada sebuah tangan yang memegang bahuku lalu meremas nya kuat....
Syuuuuu....
Aku berbalik dan menusuk kan pedang ku dengan cepat ke pelaku yang memegang pundak ku dan meremas nya hingga sakit...
Ting....
Dia menangkis pedang ku menggunakan sebuah sabit besar berwarna hijau bercampur putih pada bagian atas bilahnya dan pada bagian lain bilahnya berwarna hitam dengan gagang berbentuk rumit berwarna hitam pada gagang nya....
Dan bercampur hijau pendar putih di dekat bilah sabitnya, oh sungguh aku seperti bertemu sesuatu yang sangat berbahaya...
Sing...
Dia menyabetkan sabit nya ke leherku, "Oh sungguh.... Kenapa kalian berdua sangat suka mengincar leherku... " Aku menunduk dengan cepat, kepala ku dengan sabitnya hanya berjarak 1 mm lagi.... Bahkan aku melihat helaian rambut ku yang ter-jatuh tepat di depan mata ku.....
Singg....
__ADS_1