
****/ Masi Dalam MImpi.....
Aku menunggu dengan sabar jawaban yang akan diberikan oleh Hatsu kecil.....
"Saat itu.....Aku baru berumur 4 tahun..... Aku tidak sengaja membangkitkan kekuatan ku....."
"Gila.....Kau masi muda ya!!"
"Dan saat itu juga aku kehilangan Ayah yang peduli pada ku
Flash back
Seorang anak kecil dengan Riangnya berlari menuju Sebuah Ruangan.....
BRAK......
"Ayaaaaaaaah~......... Kau kan sudah janji bakal menemaniku jalan" Pekik anak kecil itu marah
"Hahaha.....ternyata putri kecilku yang manis ini masih meng ingat nya...." Ucap sang ayah mendekat ke arah putri kecilnya itu
"Hup.....Baiklah, Sekarang Ru mau ke mana"
Ucap sang ayah seraya mengendong sang anak, Dia mulai berjalan keluar untuk Jalan jalan dengan sang anak
"Hihihi.....Ayo kita pergi ke Danau kaca" Ucap Sang anak dengan gembiranya
"Ha~...... Dasar, Kau tidak takut dengan hewan iblis yang akan tiba tiba keluar dari hutan kematian?" Tanya sang Ayah gemes
" Kan ada ayah ku yang ganteng dan super kuat ini" Jawab Ru dengan riangnya
"Kau......" Sang ayah mencubit pipi putrinya dengan Gemas
Saat mereka asik Bercanda tawa....Tiba tiba ada suara yang meng intrupsi kegiatan mereka....
"ALARDO ARKILES.....Kau mau bawa kemana Pangeran negara ini"
Ru gemetar mendengar suara yang familiyar di telinganya itu
"An.....Sudah ku bilang RU ini anak perempuan....Kau harusnya Memanggilnya pangeran...." Alardo sangat kesal dengan tingkah laku sang istri
"BUKAN URUSAN MU.....URUSI URUSAN MU SENDIRI" Bentak ibu Ru yang kesal
"RU KEI HATSU LA FORES, KEMARI....KAU HARUS BELAJAR KEMBALI" Sang ibu memerintah dengan dingin nya terhadap putri kandungnya sendiri
Sang anak hanya bisa ketakutan dan mencengkram lengan baju ayahnya dengan keras
"Ayah" Panggil Ru lirih
Alardo yang mendengar panggilan lirih dari putri kesayangan nya ini....Membuat Hatinya seperti di hujami begitu banyak belati
"Vivi An.....HENTIKAN... Dia adalah putri ku...Aku tidak akan membiarkan mu Berkelakuan Lebih dari ini" Bentak Alardo
Alardo pun berbalik dan meninggalkan Istrinya yang terus meneriaki nya dari belakang......
"Pegangan yang erat sayang....Kita akan terbang" Perintah sang ayah lembut
"Terbang.....Asik, Ayah yang terhebat" Seketika wajah cerah menghampiri raut wajah sang anak
Dia tau bahwa sang anak sangat menyukai Terbang lakay nya burung...... Yang bisa bebas terbang kemana saja
Alardo mulai merapal kan mantra
__ADS_1
"o ánemos ypakoúei stis entolés mou Eímai o ergodótis sas Petáo san na min écho kanéna város Petáxte me opoudípote sýmfona me aftó pou thélo"
Dan seketika ada hembusan angin yang kencang seperti mengangkat mereka Dan menuntun mereka untuk terbang tinggi di angkasa
"Ayah....Ini sangat menyenangkan" Ru sangat menyukai nya
Alardo Hanya bisa memeluk putrinya dengan erat dan mengelus puncak kepalanya
"Ayah....Aku pasti akan menjadi penyihir angung yang lebuh kuat dan bisa melindungi mu " Ru dengan semangatnya mengepalkan tangan mungilnya dan mengangkatnya ke atas
"Hahaha.....Ayah sangat senang mendengarnya"
Biarpun Alardo dan Vivi An menikah bukan karna rasa cinta, Dia tetap menyayangi buah Hati kecilnya ini
"Sayang akan ada bersama mu" Janji sang ayah
"Ayo janji kelingking" ajak sang anak
"Janji janji kelingking, Jika melanggar akan nenelan seribu jarum" Ucap mereka bersamaan
Tak lama kemudian mereka sampai di tujuan
Wossszs........
Mereka mendarat dengan mulusnya di tanah hijau dekat danau
Alardo kemudian menurunkan putri kecilnya itu untuk main di sekitar danau
Ru berlari kesana kemari dengan gembiranya.... Dan dia memainkan Air yang berada di tepi danau
"Ru..Hati hati" Teriak Sang ayah dari bawah pohon tak jauh dari Ru
"Sip bosss..." Haru Menghormat bergaya ala tentara
Cring.....
Hatsu melihat ada sekelompok bunga yang mengkilat bagai kaca......
Ru berlari menghampiri Bunga itu dan memetiknya
"Hihihi....Ayah pasti seneng" Ucap Ru yang mulai memetik bunga kaca itu dan merangkainya menjadi mahkota
Sekitar 10 Menit kemudian Mahkota nya selesai Ru kerjakan.....
"Ayah....." Teriak Ru yang berlari ke arah Alardo
Sang ayah kemudian berdiri dan menghampiri sang anak....
"Aku ada hadiah untuk mu hos....Hos" Terlihat wajah Ru yang memerah karna berlari dengan kencangnya menuju sang ayah
Sniff...sniff...snifff
"Bau harum apa ini? Apa kau membawakan ayah bunga?" Tanya sang ayah kepo
"Iya...ini bunganya aku rangkai menjadi mahkota untuk ayah" Ru menujukkan mahkota bunga kaca yang sekarang berubah menjadi warna merah karna terkena darah di tangan nya.
Ternyata bunga itu dapat menghisap darah milik Manusia...Tapi bukan sembarang darah...
"Loh...ini kan tadi warna putih" Ru bergumam dengan polosnya
"Ru kita harus segera pergi dari sini" Ajak sang ayah
__ADS_1
Alardo kemudian menggendong Ru.....Dan Ru memasangkan mahkota yang ia buat ke kepala sang ayah
Alardo kembali merapalkan mantra
"o ánemos ypakoúei stis entolés mou Eímai o ergodótis sas Petáo san na min écho kanéna város Petáxte me opoudípote sýmfona me aftó pou thélo"
Wosssss.... ketika mereka mulai terbang tiba tiba ada yang menghantam punggung Alardo dengan Kerasnya
BUK........BUM
Alardo terpental sejauh 30 meter dari danau.... Dia memeluk sang buah hati dengan eratnya, Punggung Alardo terbentur tanah dengan kerasnya hingga dia terbatuk darah segar
"Ayah!!!" Pekik Ru cemas
"Ayah tidak apa apa" Alardo menenangkan putri nya ini agar tidak nangis
Ughhhh.....
Alardo berdiri dengan sekuat tenaga agar tidak terhuyung jatuh Dan membuat Putri kecilnya ini menangis
Saat Alardo ingi kembali merapal mantra dia dikagetkan dengan sebuah suara dan sosok Monster Tak jauh di depannya
"Hikikikikiki.....Akhirnya sang pemikat Terlahir kembali" Ucap monster berbentuk Naga yang memiliki banyak kepala
" Grrrrrr.....Apa maksudmu Haydra?" Alardo mendesis tak senang
"Hahah....Bukannya kau sudah tau apa maksudku 'ALARDO AKILES SANG PENYIHIR AGUNG'....Bunga kaca putih itu Hanya akan menghisap Darah Sang pemikat..."
"Tidak mungkin" Bentak alardo
"Hahaha.....Bau manis ini pasti dari putri kecilmu yang sering kau bawa itu kan....Terima saja takdir putri kecilmu itu....Dia akan menjadi milik kami.."
Hydra perlahan berjalan mendekati Alardo dan Ru
"Brengsk** .....Aku tidak akan membiarkan Putri kecilku menjadi Milik 'Kalian***" Bentak Alardo dengan bengis
"Ayah~..." Panggil Ru yang takut"
" Tenang sayang....Ayah pasti akan melindungi mu apa pun yang terjadi"
Alardo menurunkan sang putri kecilnya di dekat pohon yang tak jauh darinya
Tak lama Alardo merapalkan mantra pelindung disekitar Ru
"To prostateftikó schimatízetai prostatévei ó, ti eínai polýtimo gia ména kai prostatévo to Akóma ki an petháno. Min afíseis ton gio mou na pligotheí"
Tak lama terbentuklah sebuah tulisan rumit di sekitar Ru yang mengitarinya dengan jarak
Dia ke pinggiran lingkaran sekitar 2 M
"Jadilah anak baik" perintah sang ayah
Alardo meninggalkan sang anak yang menangis
"Ayah.....menanglah"
Teriakan itu bagai penyemangat untuk Alardo
Alardo melambaikan tangan ke putri kecilnya ....Dia tidak tau bahwa Itu merupakan Lambaian tangan terakhir yang bisa dia berikan untuk putri kecilnya karna takdir naas akan menghampirinya segera
Jangan lupa like and coment nya
__ADS_1
Ini adalah ilustrasi image sang Ayah