
****
"Nah sekarang aku akan membunuhmu Haydra" Teriak Alardo
"Haha...Kita lihat saja" balas Haydra menggebu gebu
Alardo mulai mengeluarkan Panah sihir berwarna Biru es
Swossss.....
Alardo meleaatkan anak panah Yang terbuat dari sihirnya sendiri
Tapi Haydra menghindari nya dengan Gampang
SET.....
"Tidak semudah itu Verguso" Teriak Haydra
"Kita lihat saja nanti" Balas alardo sengit
Haydra mulai mengeluarkan jurus Semburan api milik nya
Syuuut..... Duar
Bola api itu meledak saat bertemu dengan anak panah es milik alardo
Alardo mulai menerjang Haydra yang sempat lengah....
Haydra yang kaget Refleks memberikan serangan berupa Gigitan Yang beracun pada Alardo.....
Tapi Alardo menghindar kekanan dan menaiki punggung Haydra
GROAAAR.....
Haydra yang merasa teramcam mulai menyerang secara membabi buta ..... Dia mengeluarkan Semburan Api ke penjuru arah hingga Hutan di sekitar Terbakar oleh api Berwarna Hitam......
"Sialan.....Tak usah banyak melawan, Kau juga pasti akan segera mati" Bentak Alardo yang mulai kehilangan keseimbangan
"Mimpi saja kau brengs*k..... Hanya makhluk gila saja yang bakal rela mati semudah itu....."
Haydra menghantamkan salah satu kepala miliknya ke badan Alardo, Untuk mengusir nya dari atas Tubuh Haydra
Alardo yang melihat serangan itu Reflek menahan kepala Haydra dengan Tangannya yang dilapisi mantra Penguat
Tapi Mantra Penguat sekali pun tetap akan kalah....
Syuuuuuu......Duar......
Alardo terpental hingga beberapa meter dari Haydra.... Sangking keras benturannya dengan tanah......Dia hingga meratakan Pohon yang terbakar di sekitarnya
Uhuk...
Alardo memuntahkan banyak darah segar
Ru yang melihat Keadaan sang ayah memekik keras
"Ayah!!!!"
Ru berlari mau keluar pelindung yang di buat ayahnya...Tapi itu semua sia sia bahkan dia tidak bisa menghancurkan pelindung itu
Duk...Duk...Duk
Ru memukul mukul Pelindung itu dengan putus asa
"Ayaaahh...Hiks....Hiks"
Alardo Memberikan senyuman terbaiknya yang hanya bisa membuat Ru menangis Histeris
"Bagaimanapun Aku harus melindungi putri kecilku bahkan jika aku harus memberikan nyawaku sekalipun" Gumam Alardo
Alardo mulai berdiri Sambil terhuyung
Haydra yang melihat itu Sangat senang....San sangat ingin mencemooh Penyihir agung yang sempat bejaya itu
"Hahahah.....Sungguh sangat menyedihkan untuk Nasip seorang penyihir agung ini....Kau kehilangan separuh Kekuatan mu karna menyegel kekuatan anakmu itu kan"
"Diam kau....Itu bukan urusan mu"
Ru yang mendengar dari kejauhan Tiba tiba menatap kosong ayahnya
"Berarti yang membuat ayah seperti ini adalah karna aku terlahir, Jika aku tidak ada pasti ayah tidak akan seperti ini"
__ADS_1
kata kata itu terus berputar dalam benak Ru
"Kenapa? sekarang Kau bahkan Tidak dapat menyakiti ku seinci pun....Bagai mana kau ingin membunuh ku? Hahahaha....." Tawa Haydra yang mengesalkan terngiang di kepala Alardo
Haaaaa....Hufffff
Alardo menarik napas dalam dalam, Sebenarnya dia tidak ingin menngunakan senjata Rahasia miliknya karna Jika memakainya Harus di tukar dengan sihir yang besar
Sedangkan sekarang Sihir miliknya sangatlah lemah, Memang benar apa yang dikatakan oleh Haydra... Tapi baginya keselamatan Putri Kecilnya lebih berharga dari apapun bahkan tidak bisa di bayar dengan Kekuatan Magis Atau pun nyawa miliknya sekalipu
Swoooossss..... Terpaan angin kencang muncul dari segala arah
"Tidak mungkin" Gumam Haydra
"Pedang itu Tidak mungkin dimiliki oleh Manusia rendahan Itu"
Alardo mulai merapalkan Mantra kuno Yang rumit di depan Haydra
"Ω δελεαστικό σπαθί προστάτης της νυχτερινής πριγκίπισσας Προστατεύεις τη νυχτερινή πριγκίπισσα με τη ζωή σου........."
Tak butuh waktu lama Muncul Sebuah lingkaran sihir yang rumit di bawah kaki Alardo
Drrrrrrt.....
Muncul sebuah bilah pedang dengan gagang yang dihiasi dengan sulur sulur berduri yang di tengah bilahnya terdapat Mawar merah
Bilah pedang itu berwarna merah dengan Corak mawar yang banyak
Alardo memegang Gagang pedang itu
"Κρατήστε τα αγκάθια σας
Πίπα το αίμα μου
Σας προσφέρω την άχρηστη ζωή μου για εσάς"
Alardo melajutkan merapalkan mantra....
Sulur sulur duri itu mulai mengikat tangan alardo dengan kuat dan menghisap darahnya... membuat warna pedang itu semakin pekat
"Sialaaaan......" Haydra mengumpat, Pedang itu adalah pedang kuno yang sanagat kuat.... Bahkan dapat membunuh monster sepertinya dengan mudah
Alardo mulai terbang menerjang Haydra....
Sing...Booomm...
Terjadi pertarungan yang sangat dahsyat hingga meratakan Hutan Hutan Disekitar pertarungan
Pertarungan itu bahkan Sampai Memberikan Dampak angin Yang sangat besar hingga menerpa ibu kota kerajaan
***** Di kerajaan
Ada seorang pria paruh baya yang tergesa gesa menemui sang raja di ruangannya
"Ratuuuu... Ini gawat terjadi pertarungan yang Sangat besar di dekat hutan kematian"
"Apa kau bilang!!!!" Pekik sang raja
"Kami merasakan Sihir yang mulia baginda penyihir agung di sana"
"Cepat kerahkan seluruh bala tentara untuk menyelamatkan pangeran!!!" Perintah sang Raja
"Baik yang mulia"
Vivi an memang tidak peduli dengan nyawa Alardo tapi dia Peduli Dengan Nyawa sang pewariS tahta miliknya
Tak butuh lama bala tentara yang sangat amat banyak berkumpul di tempat kejadian
Namun mereka tidak bisa Masuk mendekati pertarungan yang Jaraknya 3 km dari mereka
Para penyihir air mendatangkan Hujan untuk memadamkan api Tapi api tersebut Tidak bisa padam
"Baginda......Api ini Adalah api milik Haydra...Tidak akan bisa padam jika kita tidak membunuh Haydranya..."
"Kita lewat atas, Kita terbang" Perintah sang raja
Namun dihalangi oleh Komandan pasukan
"Tidak bisa baginda....Api itu akan menyambar apa saja yang lewat diatasnya, Walaupun kuta terbang sangat tinggi sekalipun kita akan dibinasakan olehnya" Jelas komandan pasukan
"Sialaaan........." Vivi An murka dengan kenyataan dia tidak bisa menyelamatkan pewaris tahtanya itu
__ADS_1
Dia membuat para prajurit gemetar ketakutan
**** Di area pertarungan
Hos...Hos...Hos...
Nampak Haydra yang terkapar ditanam kecapean....Sekarang dia hanya punya satu kepala saja....Dia bahkan tidak bisa menumbuhkan kepalanya kembali
Di sekitar mereka sudah banyak darah menggenang, Itu merupakan darah kental milik Haydra
Alardo mendekati Haydra, Dia berjalan Kearah Haydra dengan terseok seok....
"Hahah.....Uhuk, Walaupun kau membunuhku Pasti akan ada yang menemukan anak mu"
Alardo sudah tidak peduli lagi dengan perkataan Haydra dia sangat ingin segera mengakhirinya
Jleb......
Dengan satu tusukan keras.... Pedang Mawar itu menusuk Jantung Haydra
Haydra masi sempat bicara sebelum dia mati menjadi butiran abu
"Bahkan kau juga akan menyusulku"
Kondisi Alardo sekarang bahkan tidak lebih jauh beda dengan Haydra....
Bruk..
akhirnya Alardo tumbang, Melihat hal itu Ru memekik keras
"Ayaaaaaah!!!!"
Krak....Prang
Segel Yang di buat untuk Melindungi Ru hancur berkeping keping
Ru membangkitkan kekuatannya Yang di segel sang ayah selama ini
Dia berlari dengan kencang menuju sang ayah....Disana dia melihat sang ayah bersimbah darah terbaring menggenggam sebilah pedang
"Ayah....Hiks....Kau tidak boleh Mati!!!" Dengan pilu Ru menggoncang tubuh ayahnya
Alardo membuka matanya dengan susah payah....
"Ru...Uhuk" Dengan susah payah sang ayah memanggil nama panggilan putri kesayangannya ini
"Jangan bicara lagi...Hiks...Pasti bakal ada bantuan Hiks..."
"Kau harus berjanji padaku sayang.....Kau tidak akan menggunakan kekuatan mu sama sekali..."
Alardo mengangkat tangannya dan mengusap pipi Gembil putrinya itu....
"Ayah akan memberikan semua kekuatan dan senjata kuno ayah kepadamu.....Tapi kau harus berjanji tidak akan menunjukkan kekuatan itu...."Pinta sang ayah
"Iya...Hiks"
"Pedang mawar ini akan menghilangkan bau darah milikmu walaupun kau terluka"
Uhuk...Uhuk...Uhuk....
Batuk Alardo semakin menjadi jadi...dia mengeluarkan begitu banyak darah dari mulutnya
"Waktuku sudah tidak banyak"
"Ayah...Jangan membuatku takut"
Ru memremas tangan ayah nya yang berada di pipinya
"Μεταφέρω ό, τι έχω σε σένα" Bisik sang Ayah
Tak lama ada cahaya yang meyelubungi Tubuh Alardo yang pindah ke Tubuh putrinya
"Ayah menyayangi mu Ru"
Bisik sang ayah....Alardo perlahan menutupkan matanya
tuk....Tangan yang berada di pipi Ru jatuh ke tanah....
"**Ayah...Hiks..Hiks..Hikss"
"Kau sudah berjanji akan selalu bersama ku Hiks**....."
__ADS_1
Di keheningan langit yang mendung itu Terdengar suara Tangisan Anak gadis Yang sangat menyayat hati memanggil manggil Sang Ayah yang sudah tiada
End of flash back〒_〒