MENJADI PANGERAN?

MENJADI PANGERAN?
SAYANG ~ CARL BARDOLF


__ADS_3

****


"Nah ayo silahkan berbicara." Aku dengan santainya duduk di pinggiran tempat duduk Anni.


"Hey kau sangat tidak sopan !!! Berani beraninya kau membuat ku malu!!!." Pria yang aku kasih layanan terbang gratis tadi membentak ku.


" Kan.... Kalian sudah liat....Itu adalah pangeran yang kalian bilang tidak mungkin melakukan ini padaku." Adik tercinta ku yang bak demit itu sambil menunjuk kan luka pada wajah nya.


"Hoam....Apakah kalian sudah selesai bicara?." Aku sangat malas mendengar kan ocehan Tak Bermutu mereka.


"Hatsu..... Jaga sopan santunmu." Perintah dari sang ibu pemilik badan yang aku rasuki.


"Oh... Ayolah jangan sok menjadi ibu yang baik.. "


"A... Apa maksudmu?." Ibu itu menjawabku dengan terbata bata.


Smirk......


"Biar aku tebak..... Selama ini kau membiarkan para pelayan membuly ku. "


Aku memerhatikan wajah mereka yang nampak terkejut, ah berati tebakan ku benar..


"Bukan seperti itu. " Kata ibu itu lemah.


"Nah An.... Sebaiknya kau hati hati dengan kebiasaan mu yang dulu. "


Aku mengelus rambut Anni lalu menjambaknya dengan kuat.... Aku memberikan peringatan mengancam pada Anni......


"Ya..... Saya mengerti pangeran. " Dia menjawab dengan nada ketakutan yang kentara.


"Kan sudah aku bilang, bahwa dia yang melakukan ini padaku... Kalian liat sendirikan dia memperlakukan pelayan itu dan melawan ibu. "


Aku melihat adik ku itu berteriak dengan murka.....


"Hoi...... kau sebaiknya tutup mulut, sebelum aku menjahit mulut indah mu itu. "


Seketika membuat adik tercinta ku itu terdiam....


"Sayang.... " Panggil ibu dengan lembut.


"Ha?....... "


Aku sungguh tak terbiasa dengan nada lembut yang diberikan orang, yang mirip ibu kandungku.


Tak lama ada omongan murka yang memecah keheningan yang terjadi walau cuma sesaat.....

__ADS_1


" Sialan.... Kau siapa berani melaku kan itu pada ku!!." Pria itu datang mendekati ku dengan wajah menantang...


"Haya..... Kau tanya aku siapa." Aku bangkit mendekati pria itu.


"Tentu saja aku ini pangeran satu satunya di kerajaan ini. " Aku mengalungkan kedua tangan ku padanya dan menatap nya dengan dingin.


"Ah~...... Kenapa aku bisa lupa ya.... Ini menjadi sangat menarik."


Aku mendengarkan sebuah gumaman yang aneh ditelingaku....


Saat aku ingin melepaskan tangan ku yang mengalung di lehernya.....Aku kaget dengan apa yang dia lakukan pada ku....


Oh my god....Dia mengangkat ku, Dia membawa ku menuju keluar aula istana.


Dia bahkan membawa ku bagaikan karung beras T..T...Aku kan bukan karung.


"Aaa...sialanlan, turun kan aku."


Aku meronta ronta dengan sekuat tenaga Tapi sialnya itu percuma....huweee...Sial amet gua...


"Buat apa aku menurunkan mu?......Sayang~"


Aku melihat senyuman menggoda di wajah nya, yang harus aku akui dia cukup tampan....


"Sialan... Aku kan berat jadi cepat turun kan aku oke....Nanti kau kecape an" Aku coba merayu nya.


"Sialaaaaan....Turun kan aku...." Aku menoleh pada ibuku..." Ibuuuu....tolong aku dari orang Sinting Ini." Aku memasang muka memelas ala kucing minta di pungut kepada ibu yang bahkan membiarkan putrinya sendiri di bully.


" Tunggu dulu Carl Bardolf.....Mau kau bawa kemana pangeran...Cepat turun kan dia." Perintah ibu ku tegas


Aku tak menyangka dia akan menolongku....


"Tuh dengar anu siapa nama mu? Cepat turunkan aku." Perintah ku.


"Nama ku bukan anu....iya kan ***SAYANG KU**~." dengan beraninya dia memukul Pantat ku T.T.......


"Sialan singkirkan tangan mu dari pantat ku."


Aku meronta ronta sekuat tenaga.


"Ah maksdumu begini?" dia meletakkan tangannya ke pada my P****t


"SIALAAAAAAN....AKU AKAN MEMBUNUH MUUUU"


Dia makin me raba raba nya T.T......

__ADS_1


"Aku pinjam dia dulu yang mulia...."


Tiba tiba ada selubung cahaya yang menyelimuti tubuh kami.....


Swoooos.......


****....Aku kenapa sudah bisa di taman....Aku menatap orang kurang ajar ini dengan tanya.


"Kau mau membawa ku kemana?."


"Ah~..... Aku akan membawa mu jalan jalan sayang~." Dengan suara mendayu...


Aku hanya bisa pasrah....Orang yang mengangkut ku bak karung beras ini, Memiliki tenaga yang lebih besar dari milikku.....


Aku memerhatikan sekeliling dengan kepo dengan tanganku yang bersandar di bahu si kampret ini....Aku capek.


"Oy...Turun kan aku....Banyak yang melihat."


"Gak akan....Ntar kau kabur lagi." Dia tersenyum licik kepada ku.


Tak berselang lama kami sampai di depan gerbang istana....Di sana ada se-ekor kuda hitam yang cantik dan memiliki otot yang kokoh....


Bruk......


"Aduh... Sakit, Kalau mo naro aku duduk di atas kuda ati ati dong, Ini pantat tuh tulang bukan daging." Aku memanyunkan bibir ku karna jengkel tanpa sadar.


Carl menyusul ku naik kuda....Dia duduk di belakang ku dan memegang tali kekang kuda...


"Kalau kau gak mau me mundurkan bibirmu itu.." Aku memerhatikan muka nya Dan dia sangat dekat dengan wajah ku.


Dia makin mendekatkan wajahnya dengan kuping ku....Dia berbisik dengan rendah hingga aku dapat merasakan napasnya yang menderu Berat, Itu membuat ku merinding.


" Aku akan dengan senang hati mencium mu membukam bibir manyun mu itu...Sayang~."


Aku sontak me mingkem kan mulut ku.....


Dia menjauh dan menatap ku...


" Nah...Kan gitu gak menggoda..." Terlihat senyum puas di wajah tampannya itu.


Sontak aku menolehkan kepala ku ke tempat lain untuk meng alihkan pandanganku dari Iblis Tengik di dekat ku ini...


Tidak baik untuk kesehatan jantungku....


"Bahaya kalau kau duduk seperti itu." Ucapnya lembut....

__ADS_1


" Lah kan betul sudah duduk ku...Emang apa yang salah?." Tanya ku bingung Tapi sekilas aku seperti melihat seringa jahat dari Carl yang membuat ku merinding ngeri...


Seharusnya aku tak bertanya jika unjung ujungnya melihat seringai itu......


__ADS_2