
Di kembali melayangkan sabit nya tepat di kaki ku, aku meloncat dengan tinggi dan mendarat di gagang sabit dekat dengan tangan nya, aku menendang pegangan pria tak di kenal ini dengan kuat berharap dia bakal melepaskan senjata gila nya itu.... Tapi hanya membuat nya menampak kan senyuman mengerikan di wajah pucat mayat nya...
Grep.....
Dia memegang pergelangan kaki ku, dengan mudah nya dia melempar ku ke dinding dengan tak berperasaan....
Brak.....
"*****, " Pekik ku kaget " Sakit gila. " Bentak ku kalap, aku lupa kalau yang aku bentak ini makhluk berwujud manusia tapi bukan juga manusia....
Dia memiliki kulit berwarna hijau bercampur putih yang banyak.... Hingga kulitnya terlihat aneh, di bagian dadanya terdapat bolongan berwarna gelap malam.... Dia bagai tak memakai baju, di bagian pinggang ke bawa dia bagai memakai sebuah cawat panjang hingga semata kaki dengan dalaman seperti rok berwarna hitam transparan.... Dan aku baru sadar bahwa kaki nya melayang....
Aku mengatakan sesuatu yang betul betul cerdas seperti, " Hantu? "
Pria itu mendekat kearah ku dengan santai sambil menyandarkan sabit di pundak nya, "Sungguh cantik. "
Dengan bodohnya aku menoleh ke kana dan kiri ku aku hanya dapat melihat mayat Anni dan pria hantu, "Siapa? Dan kemana semua penjaga di istana ini apa mereka mati? " Teriak ku jengkel.
"Haha.... Tentu saja kau, " Dia berlutut 10 m di depan ku "Oh tentu saja aku memberikan penghalang hingga kamar ini meledak sekali pun tak akan ada yang mendengar nya. " Dia kembali memamerkan senyuman mengerikan itu.
"Oh sungguh, jika kau ada urusan cepat selesaikan aku sibuk. " Cebik ku jengkel.
" Jadilah istri ku," Perintah nya " Maka dengan cepat aku pergi dari sini, dan tentu saja kau ikut. "
"Gak mau. " Aku melihat alisnya terangkat sebelah pertanda bingung " Jika kau mau, ikut saja pemilihan selir.... Tapi kami hanya menerima selir dari dunia manusia bukan dunia hantu. " Jelasku sinting....
Hanya cara itu saja yang terlintas di otak ku, aku gak mau punya pasangan yang kaki nya melayang tak napak tanah.... Biar pun dia mungkin sedit tampan menurut kriteria per hantuan, tapi aku gak mauuuuuu.
"Baik lah kalau gitu hanya bisa menggunakan cara ini... " Dia berdiri dan mengacungkan sabitnya tepat di muka ku.
"Tunggu....." kata ku.
Syuuu...
Dia menyabetkan sabit itu kearah ku,
"Akar tumbuh lah, iblis pergilah, kegelapan telan lah, sulur patuh lah. "
Dak..
Sabit itu tertahan ke lantai. Banyak sulur sulur tanaman yang keluar dari lantai mengikat pria hantu itu dan sabitnya dengan kuat... Aku berdiri dengan susah payah, belum luka ku sembuh. Aku sudah harus menabrak kan punggung ku lagi kedinding, aku melambaikan tangan hingga sulur sulur itu makin banyak dan membungkus pria hantu itu seperti mumi.....
"Kenapa kau seperti harus menjadikan ku istri mu??? Jika terburu buru seperti ini hingga harus merenggut nyawa ku.... Cari wanita yang dengan senang hati bersedia sana. " Dada ku kembang kempis karna luapan marah, sungguh ini masuk sebagai minggu terburuk dalam hidup ku...
__ADS_1
"Kali ini aku akan melepaskan mu," Ucap nya dari dalam kekungan sulur sulur ku "Tapi lain kali aku akan membawa mu. "
Muncul sebuah lubang di bawah mayat Anni dan menelannya... Dan aku merasakan sulurku sekarang hanya mengikat udara kosong tak berisi...
Aku perlahan membatal kan sihir ku, dan sekarang di kamar ku hanya tersisa sisa sisa perkelahian, serta genangan darah milik Anni...
Aku melihat ke arah jendela di luar sinar bulan masi bersinar terang menujukkan kemilau cahaya indah nya, aku menoleh ke arah jam tua yang menggantung tinggi di atas lemari bajuku.... Jam itu masi menujukkan jam 3.00 pertanda ini masi sangat sangat pagi atau bisa di bilang subuh...
"Haa sepertinya aku hanya akan menambah deretan sikap 'Hatsu' sang pangeran lemah tak berdaya menjadi pangeran dingin dan sadis..... " Gerutu ku, oh tentu saja aku tak sesombong itu untuk membuat julukan tak guna itu, aku mendengar panggilan baru ku dari para rakyat sendiri..... Mereka meggosip kan serentetan kata kata gosipan tak ber-mutu, aku mendengarnya saat melenyapkan Marquis Desire dan Baron Jati.. ...
Brakk....
Aku membanting pintu kamar ku dengan kalap, aku celingak celinguk bak maling melihat kemana para penjaga berjaga dan dengan kerennya aku sama sekali tak dapat melihat satu batang hidung pun panjaga di dekitar kamar ku....
Aku berjalan menelusuri lorong panjang yang gelap, aku keluar di sebuah taman bunga tak terurus...
Aku kembali menelusuri jalan dengan pemandangan taman mengerikan itu di samping kanan nya dan sebuah tembok tinggin berlumut di kiri jalan....
"Oh yang benar saja, ini istana apa peternakan lumut untuk ikan. "
Aku sekarang sampai di depan kediaman tempat tinggal ku, ternyata aku lewat jalan samping untuk sampai di depan tempat tinggal ku sendiri... Aku melihat para penjaga yang asik berpesta pora di depan kediaman ku merusak bunga bunga malang hiasan depan rumah ku....
Aku berjalan pelan menggunakan kemampuan mata mata ku hingga mereka tak ada yang sadar satupun bahwa tuan mereka datang.... Aku melihat mereka dari bayang bayang pohon pir besar dengan jarak 25 meter dari mereka.
"Kita harus melayani pangeran lemah, bahkan dapat kita tindas sesuka hati. " lanjut pengawal 9.
"Hik, kita bebas bisa beli apa saja dengan uang milik nya. " Tangan dari pengawal 8 mengerayangi paha seorang pelayan wanita.
"Ih kamu nakal~..." Ucap pelayan itu manja π.
Aku yang melihat adegan tak pantas di depan mata ku ini hanya bisa menonton saja, tunggu ada kesempatan bagus baru aku nongol π itu pasti asik....
Mereka menyediakan banyak gentong tanah liat yang aku tebak berisi minuman keras, bahkan mereka mendatangkan 5 gerobak lagi dari arah gerbang utama....
"Wah para wanita sudah datang. " Ucap pengawal 7.
"Haha... Mari kita bersenang senang malam ini!! " Lanjut pengawal 10.
Muncul segerembolan wanita dengan pakaian sangat sangat kurang bahan, mereka memakai kain tipis yang menutupi tubuh mereka....
Musik memekak kan telinga mulai di main kan, di salah satu pria yang menari bersama wanita penghibur aku dapat melihat pengurus keuangan yang menari dengan gembira.....
"Oh pantas saja rumah ini sangat sepi jika malam, dan kamar ku yang di tempatkan paling belakang kediaman ku ternyata karna ini.... Nah berati yang menempati kamar utama ku siapa? " Aku menerka nerka, tapi jika kamar ku yang terletak paling belakang itu sangat besar dengan kamar mandi super, apa lagi dengan kamar utama yang harus nya milik ku...
__ADS_1
Aku berbalik menuju sebuah jendela, aku membuka jendela besar terkunci ini dengan mudah hanya berebekal kan keahlian mata mata yang aku harus akui mirip keahlian seorang pencuri... Jika mengingat-nya aku hanya bisa meringis.
Hup...
Aku masuk di sebuah ruang tamu, aku membuka pintu menuju aula besar dengan pelan, dengan cepat, sunyi, dan mengendap endap aku menaiki tangga menuju lantai dua untuk mencari kamar utama milik ku..
Butuh waktu 30 menit untuk menemukan kamar utama ini, aku memeriksa sekitar 49 kamar yang berada di lanati dua ini aku juga harus membuka setiap pintu hanya ber modalkan seutas kawat kecil... Dan aku sangat bersukur kamar ke 50 adalah kamar yang aku cari....
Aku memasuki kamar yang lebih mewah dan besar di bandingkan kamar kamar yang sudah aku liatin... Kamar ini bermandikan cat berwarna putih gading bercampur kilauan emas asli membentuk sulur sulur...
Aku melangkah kan kaki ku menuju tengah ruangan.... Kamar ini memililki 3 jendela besar dengan gorden sutra berwarna putih, terdapat sebuah balkon besar di jendela tengah dengan sebuah kursi dan bangku santai...
Di dekat ku terdapat sebuah kasur besar dengan kelambu berwarna coklat emas dengan corak tanaman perisla ungu, dan di dekat jendela kiri ada sebuah meja kerja dengan lemari besar berisi buku buku yang memiliki ketebalan sangat ekstriem untuk di baca....
Aku mendekati meja kerja yang berisi dokumen dokumen yang terlihat penting, bahkan kamar ku saja tak ada satu kertas dokumen pun... Aku memeriksa semua dokumen di atas meja hanya dengan waktu 10 menit.... Disini aku dapat melihat catatan keuangan yang tak sesuai, dan pembelian barang yang bahkan tak pernah aku sentuh atau pun aku lihat sekali pun.
"Hmmm.... Sejak kapan aku jadi membeli sederetan benda tak di kenal ini, " Gerutu ku jengkel, di dalam sini tertulis aku membeli guci antik, perhiasan, jas dan barang mewah lainnya dengan harga selangit...
"Salin" Aku menyalin semua dokumen ini tanpa melewatinya barang selembar pun, dan memyimpan nya di penyimpanan sihir tak terbatas ku...
Drap.... Drap... Drap...
Aku tersentak karna ada suara langkah kaki menuju kamar ini, aku berlari ke pojokan kamar yang tak tertimpa sinar sang rembulan... Aku berdiri tegak dan meng gumam kan mantra tak kasat mata dengan bisikan dan cepat.
"Bayangan lindungi aku dari sinar apa pun yang ingin melihat ku."
Brak.....
Aku melihat kepala pengurus keuangan yang masuk ke dalam kamar ini dengan tergesa gesa, sudah aku duga siapa yang berani beraninya menempati kamar ini...
Dia membuka baju nya dengan terburu buru " Dasar wanita sialan, berani beraninya dia menumpah kan minuman di baju ku yang mahal. "
Brak....
Dia membuka pintu lemari dengan keras, wooh di dalam lemari terpanjang begitu banyak baju mewah.... Ternyata yang membeli barang barang mewah itu adalah pak tua bangka ini, dia memakai baju itu dengan cepat lalu berjalan keluar dengan terburu buru....
Aku mengikuti pak tua ini dengan santai, pelan, dan tak terdeteksi... Dia menuju kerumunan tadi dan mendatangi seorang wanita cantik dengan baju kurang bahan..
Gerp...
Dia memegang tangan wanita itu dengan kasar hingga aku dapat melihat wajah meringis kesakitan padanya....
jangan lupa like and comment(*Β΄βο½*)
__ADS_1