
****
Dan jeng jeng...... Key berada di dunia antah berantah ini....
"Hmmm.... Dari penjelasan pelayan tadi aku adalah seorang pangeran .... Tapi...i...i!!"
Key sontak meraba sesuatu bagian badannya Ia takut Ada benda yang Hilang ataupun
tertambah di bagian selangkangannya.......
Membayangkan nya saja membuat Key merinding.
"Hufft... Sukur saja aku masi memilikinya, Tapi kan tubuh ini cewek... Ko di panggil pangeran yah." Key nampak uring uringan membayangkan nasip selanjutnya.
"Aaaaaaaaaaa......Akabara sialan, kenapa harus dia?" Key mengumpat tak jelas didalam kamar.
Sekarang bagaimana keadaan dirinya (Tubunya/Mayat) apakah dibuang atau dikembalikan pada keluarga ku.
Memikirkannya saja membua Key ingin menjambak rambut Akabra Sang sahabat penghianat itu.
"Kenapa kau berbuat hal seperti itu?." Batinku lesu ketika mengingat kejadian saat Akabara menikam ku.
Belum lagi aku memikirkan nasip ku yang menjadi pangeran....Terus belum lagi apa itu Pemilihan selir Yang di bilang Pelayan tadi...
Rasanya aku mau gila.
"Apa aku harus kabur ya, Hahaha...itu adalah ke ahlianku, Tapi aku gak tau dunia apa ini. Tapi bodo amat lah."
Aku sibuk menyiapkan rencana hingga lamunanku buyar akibat ketukan dari pintu di Depan ku ini.
"Pangeran boleh saya masuk? Saya membawa tabib untuk memeriksa anda."
__ADS_1
"Hmmm.. masuk ." Perintah ku tegas.
Aku melihat pelayan itu membawa seorang pria tampan dengan jas putih panjang....
Wah bajunya mirip dengan baju kedokteran tempatku berasal....
Tak lama peria tampan itu mendekat kearahku.
"Permisi pangeran saya akan memeriksa anda." Dia berucap sambil menunduk
"Buat apa kau memeriksaku?." Tanya ku dingin kepada pria itu.
"Karna kau sakit." Ucapnya
"Hahaha......" Aku sungguh tidak dapat menahan tertawa ku saat mendengar bahwa aku ini sakit.
Aku beranjak dari tempatku duduk di atas ranjang, aku mendekati sang dokter dengan seringai menjek.
Dia melakukan kayang dan salto kebelakang untuk menghindari serangan lanjutan yang akan dia terima.
Tapi itu tidak akan mempan bagiku, aku dengan sigapnya maju kedepannya dan meniju uluh hatinya dengan kuat hingga dia terbatuk batuk.
Aku memerhatikan pria itu, dia memeriksa ku dengan teliti bagaikan Aku adalah barang kuno yang harus terjaga kelestariannya.
"Pangeran anda jangan sampai stress... jangan terlalu memaksakan diri untuk belajar bela diri,.... dan Apakan anda mengingat Aku siapa? Dan nama anda?." Dia menatapku dengan penuh tanda tanya....
"Hoaam.....Aku gak ingat kau siapa...Dan aku juga gak tau Aku siapa, ah~ yang jelas aku tau bahwa kau tampan." Aku sedikit menggodanya untuk bercanda.
Aku kaget melihat dia yang merona.....Aaaaaa, Dia sangat manis dengan mata biru dan rambut biru bercampur putih + idung mancung....Kan aku jujur.
"A...." Belum sempat dia bicara ada bunyi dari pintu ku.
__ADS_1
Brak....Ada seorang ibu paruh baya yang mendatangiku dengan raut cemas , bukan itu yang membuatku terkejut.. Dia sangat mirip dengan ibu ku.
"Hatsu apakah kamu betul hilang ingatan?, kamu baik baik saja?Bla.... Bla... Bla...." Dia memberondongi ku dengan setumpuk pertanyaan
"Anu, kau siapa ya?." Aku bertanya dengan wajah polos, Belum sempat aku bertanya lagi ibu paruh baya yang aku tebak sebagai ibu dari pemilik tubuh ini, Mengeluarkan aura mencekam.
"Mana para penjaga yang aku suruh menjaga pangeran?."
Aku melihat sesosok pria dengan pakaian serba hitam yang muncul entah dari mana.
"Maafkan saya yang mulia raja... Saya Telah lalai...Saya bersedia dihukum seberat beratnya bahkan hukuman mati sekalipun."
"Hahaha....Itu terlalu ringan buatmu!!!, buang dia ke tempat Itu."
"Tidak...Tidak yang mulia, saya mohon semua boleh engkau lakukan pada saya tapi jangan disana." Pengawal itu memekik histeris, dia bagaikan akan dilemparkan di sebuah neraka tak berujung yang sangat mengerikan.
Aku bingung apa maksud dari tempat "Itu"
aku melihat pria tadi sudah dibawa oleh pria dengan dandanan yang sama seperti dia...
Tebakanku sepertinya " itu" yang disebutkan tadi adalah sebuah penjara penyiksaan yang kejam seperti penjara almatras yang terletak diatas pulau di negara amerika....
****
Ibu paruh baya didepanku nampak mengambil napas dalam dalam.. Dia berbalik menatapku.
"Hatsu sayang, kamu betulan gak ingat? Kamu harus ngerti umur kamu sekarang 18 tahun.... Itu waktunya untuk memilih selir. jadi jangan pura pura okey." Dia menatap ku dengan lembut.
"Oh, Ayolah kalian pikir aku bercanda?.... Aku bahkan gaka tau kalian siapa?....Aku bahkan gak tau ini dimana?...." Aku membalas mereka dengan tatapan dingin, Yang membuat mereka terlonjak.
"Hahaha...mungkin pemilik tubuh yang asli ini anak yang patuh tak pernah melawan." Batinku dalam hati.
__ADS_1
"Dan sebaiknya kalian jangan mengangapku aku seperti dulu...." Aku memperingati mereka dengan keras.