
Saat aku bingung ingin membuka pintu ada yang menepuk pundak ku dari belakang dengan pelan.
Tuk.....
Aku berbalik dengan cepat dan siap siap menendang dan menyerang siapa yang berani berani nya mengaget kan ku...
"Carl, kau membut ku kaget. "
Dia hanya terdiam dan menyingkir-kan ku dari depan pintu untuk dia masuk... Aku mengikuti nya masuk, aku terus mengikuti gerak gerik nya yang nampak aneh entah mengapa dia seperti berbeda...
Dia menghampiri bangku paling ujung dan duduk disana, aku juga mengikuti nya duduk di bangku dekat ku sekarang hingga kami duduk berhadapan...
Aku menunggu nya berbicara tapi dia tidak kunjung membuka suara, mungkin saja dia masi marah mengenai kejadian beberapa puluh menit yang lalu....
"Hei. " Panggil ku... Dia asik menatap langit yang hari ini nampak cerah.
Carl mengalihkan pandangan sejenak dari langit itu untuk menatap ku, tapi kemudian dia kembali mengalihkan pandangan nya lagi dan kini dia memandang pohon apel yang terpotong dengan kosong...
Tunggu dulu, yang aku ingat terakhir kali pohon apel yang hampir membuat ku meregang nyawa itu sangat lah besar dan kokoh serta terlihat tua..
"Carl kapan kita berangkat untuk menghadiri hukuman itu, aku harus cepat menyelesaikan nya dan kembali ke istana..." Aku memerhatikan Carl yang terus memandang tunggul pohon apel itu dengan lama baru dia menatap muka ku dengan lekat, " Haduh apa lagi sekarang." gerutu ku dalam hati.
"Hukuman apa? " Tanya nya bingung.
"Itu hukuman yang aku jatuhkan terhadap wanita dari anak baron jati. " Aku merasa ada yang aneh dengan Carl, tapi aku masih ragu.
"Oh, iya aku baru ingat. " Ucap nya dengan kikuk..
"Oh iya Carl kau berjanji akan memberi kan ku gaun berwarna biru kan. " Ucap ku menagih.
"Astaga, aku akan segera mengambil kan nya untuk mu. " Dia bangkit dari kursinya dan beranjak menuju ke arah ku karna aku duduk tidak jauh dari pintu....
Aku beranjak dari kursi ku dan meng-genggam sandaran kursi dengan kuat lalu aku lempar kan ke arah Carl, tentu saja kursi itu sudah aku selimuti dengan mantra penguat hingga kerasnya sama dengan batu...
Krak..
Kursi itu hancur dengan mudah dengan sihir berwarna hitam kemerahan yang pekat, sekarang aku yakin dia bukan Carl..
__ADS_1
"Siapa kau? " Tanya ku waspada.
"Haha... Gadis pintar, kau memang pintar. " Ucap nya misterius.
"Datang lah. " Aku mengucap kan mantra pemanggil dan membayang kan senjata api yang aku pakai di rumah Bord*l dengan rinci, tak lama muncul sebuah lingkaran sihir dan mengeluarkan gagang senjata itu...
Aku menarik nya dengan cepat lalu menodongkan nya ke arah Carl Kw itu, "Siapa kau? " Tanya ku sekali lagi " Jangan buat kesabaran ku habis. "
Dia melesat dengan cepat ke arah ku dengan kuku mengkilat berbahaya yang entah sejak kapan dia memanjangkan-nya...
Dor..
Aku menembak lengan nya dengan bidikan yang tepat tapi dia dapat menghindarinya sangat mudah, dia melompat ke arah ku dengan menghunuskan tangannya dengan niat membunuh, aku menghindar ke kanan dan melayangkan tendangan ke arah dada-nya dengan keras....
Grep.....
Dia menangkap kaki ku dengan memamerkan taring yang tumbuh di mulutnya, Carl memutar tubuh nya hingga aku juga ikut berputar dengan kaki yang sudah tak menapak dengan lantai lagi, yap dengan kata lain aku melayang......
Dia meleparku bagai kan dia melemparkan sebongkah cakram yang ringan...
Brak....
Bruk...
Aku terjatuh dengan tak elit nya, aku melihat tangan ku kanan ku yang masih memegang senapan.... Dengan susah payah aku menduduk kan badan ku dan bersandar ke lemari piring hias yang sudah hancur.....
Aku mengokang senjata lalu membidik ke arah pria jahat yang menyerupai Carl itu, aku menembak-ki nya dengan beruntun dan hanya 1 peluru yang mengenai bahu nya dengan keras.....
"Sss.... " Pria itu mendesis tak suka ketika cairan kental berwarna merah mulai merembes keluar dari luka tembak yang aku sebab kan.....
Saat aku ingin kembali menembak nya, dia sudah berdiri di depan ku dengan seringai di wajah menyebal kan itu.
Dia berjongkok lalu merampas senapan ku dengan keras lalu melempar senapan ku ke luar jendela, hingga menyebabkan jendela itu pecah....
Prang...
Ada seberkas cahaya berwarna merah gelap yang menyelubungi tubuhnya, kemudia dia menampa-kan wujud asli diri nya yang membuat ku membatu....
__ADS_1
"Kau... Kau, tidak mungkin. " Ucap ku tergagap, dan saat itu juga tanda di leherku mulai ber-reaksi lagi....
"Hmmm..... Kita bertemu lagi. " Dia memamer kan senyuman yang sama persis dengan mimpi yang baru tadi malam aku alami...
Tok... Tok.... Tok...
"Hatsu... "
Lamunan ku buyar karna sebuah suara yang sangat familiar bagi ku memanggil ku dari luar rungan makan ini.
"Cih pengganggu.. " Desis pria serigala ini tak suka...
"Carl... " Pekik ku dengan semangat, dan saat itu juga pintu ruang makan ini terbang ke arah kami, pria serigala dalam mimpi ku ini dengan mudah nya menangkis pintu itu....
"Kau menjauh dari nya. " Carl memperingati pria serigala ini dengan berbahaya....
"Hahah.... " Dengan sintingnya dia malah tertawa " Carl Bardlof, kau masi sama dengan terakhir yang aku ingat.... Masi sangat naif. "
Aku melihat Carl yang mengatupkan rahang-nya pertanda dia marah, Carl menerjang pria serigala itu dengan kecepatan tinggi....
"Kau siapa? Aku bahkan tak mengenal mu!! " Bentak Carl.
"Apa kau melupakan ku dengan gampang Arl~..." Tantang pria itu.
"Wycliff." Aku mendengar Carl Berkata dengan nada sedih.
Tapi mereka berkelahi dengan hebohnya, tendangan, tinju, menghindar itu lah gerakan yang selalu mereka gunakan...
Walaupun aku menebak mereka saling mengenal, tapi mereka berkelahi bak saling ingin melenyap kan satu sama lain....
Tak lama mereka saling berdiri di sebrang ruangan dengan aku yang berada di tengah tengah mereka, tapi di tengah bagian pinggir😅....
"Nah, sayang untuk sekarang aku sudah puas melihatmu... Sampai jumpa lagi. " Kedip pria serigala itu kepada ku, kemudian dia menghilang di telan sebuah kabut merah gelap membawa sakit di leherku pergi entah kemana....
"Astaga sungguh aku gak mau bertemu dengan mu lagi. " Teriak ku jengkel, baru pertama ketemu punggung ku sudah remuk gini, apa lagi nanti ketemu lagi bisa bisa nyawa ku yang remuk di buatnya...
"Hatsu kau tak apa?" Carl berlari menghampiri ku dengan wajah khawatir.
__ADS_1
"Hahah.... Tenang saja aku ini kuat. " Sungguh itu adalah omongan paling dusta yang sering aku lakukan " Aku tidak apa - apa, atau aku ini kuat" kata kata andalan paling dusta yang keluar disaat keadaan kebalikan-nya....
Carl menggendong ku dengan pelan, saat tangan nya menyentuh punggung ku.... Aku menahan teriakan kesakitan ku yang sudah berada di ujung lidah, teriakan ini sudah siap aku keluarkan kapan saja tapi aku tahan...