
Key melajukan mobilnya menuju lapangan udara tersembunyi yang jaraknya sekitar 2 km dari markas. Disana Key menuju ke sebuah pesawat Intai tipe Boing 47.
Dia memasukkan mobilnya ke kabin pesawat, dan menerbangkan pesawat itu sendiri dia tidak memerlukan seorang pilot, Key memiliki banyak ke ahlian yang sangat berguna untuk setiap misinya, bisa di bilang dia adalah mata mata yang sempurna.
Key menerbangkan pesawat menuju negara tempat anak buahnya berada dengan kecepatan tinggi.
Saat berjarak 1 km dari negara yang ia tuju, D
Kea me mode auto pilotkan pesawatnya agar dapat pulang ke markas besar mereka dengan sendirinya.
Key terjun menggunakan mobil yang Sudah di Desain untuk terjun dari ketinggian ini......
Mobil itu memiliki parasut untuk memudahkannya mendarat.
"Ah, sial...... Kenapa harus misi begini lagi?, dasar pak tua sialaaaaaan." Nampak Key yang merutuki perintah misi yang diberikan Pak tua itu.
Tapi didalam lubuk hatinya dia sangat menyayangi sang jendral, walaupun sering bertingkah kurang ajar dia sudah menganggap sebagai kakenya sendiri.
Key melajukan mobilnya menuju sebuah gedung pencakar langit dengan tinggi 828 meter di negara itu.
Sekitar 1 km ke arah utara terdapat gedung pencakar langit setinggi 500 meter. Disanalah tempat anak buahnya menjalankan misi.
Key masuk hotel itu menggunakan jalur khusus yang hanya bisa digunakan oleh karyawa, dia mencuri sebuah tanda pengenal hingga dia bisa masuk menggunakan jalur ini.
Sistem keamanan jalur khusus karyawan ini menggunakan sistem scan barcod yang tertera di setiap tanda pengenal para karyawan.
10 menit sebelum masuk, Key sudah meretas sistem keamanan agar cctv agar otomatis mati saat dia melewati jalur khusus ini.
Key memasuki sebuah lift dan memencet lantai tujuan yang akan dia datangi.
Ting......
Bunyi sebuah lift terbuka dan menampakkan Key, Dia menuju sebuah kamar yang berada di lantai 55. Dia memasuki kamar itu dengan mudah karna dia memiliki sebuah master key yang dapat membuka apa saja ini merupakan barang ciptaan miliknya sendiri.
Key sudah melakukan persiapan yang matang di kamar lantai 55, kamar itu sudah ia pesan dengan atas nama samaran . Disana ia sudah membidik sasarannya yang berada pada lantai 50.
Dikamar itu terlihat 12 orang penjaga yang membawa senjata Ak-47 pada masing masing orang.
Key menyipitkan matanya.... Nampak Sandra yang memakai armor dengan susunan kabel rumit melingkar di armor tersebut, dan ditengah armor itu ada benda menyerupai jam yang menujukkan angka 2.00.
Yang berarti mereka hanya punya waktu 2 menit untuk menyelamatkan Sandra.
__ADS_1
*********
Mereka sengaja belum menyalakan timernya karna menunggu anak buah Key yang akan menyelamatkan Sandra.
"Siaaaal, kenapa harus bom?, mereka pasti gila!!!, mereka sudah tau bahwa akan ada tim yang dikirimkan untuk menyelamatkan
Sandra, jika misi ini gagal dan bom itu meledak maka akan ada banyak nyawa tak bersalah melayang."
Raut muka key menggelap, Ternyata memang ada Penghianat diantara anak buahnya.
Key kaget karna anak buahnya mulai perbincangan rencana pelepasan Sandra yang ditahan.
"Wakil kapten apakah kita akan berhasil?."
"Tentu saja!, kenapa tidak?." Akabara nampak tak suka dengan perkataan rekannya itu.
"Karna kapten tidak ada disini, jika ada situasi tak terduga pasti dia yang akan sigap mengambil keputusan." Jelas sang rekan.
"Sekarang aku yang kapten regu ini, jadi jangan bawa bawa Key sekarang, ayo kita menjalankan misi ini dengan cepat, Lalu kita bis pulang lebih awal."
"Kau nampak aneh hari ini Akabara?." Saut rekannya yang lain curiga.
"Apa maksudmu?." Ucap Akabara tidak suka.
"Baiklah, kalian berdua nyamar jadi resep senonis, kalian berdua intai dari kamar atas dan sisanya melakukan penyergapan." Akabra menunjuk para rekannya untuk memberikan perintah yang tepat.
"Baik ketua." Jawab mereka kompak
*******
Key mendengarkannya dengan seksama, sang jendral sudah menaruh alat sadap pada armor masing masing anak buahnya.
Mangkanya dengan mudah ia dapat mencuri dengar dari anak buahnya.
Key melihat apa yang dilakukan para penjahat itu, dia kaget karna tidak terjadi pergerakan dari mereka.
Key melihat dari teropong dengan seksama.
"Ada yang tidak beres!!!. Aku harus memberi tahu pak tua."
Key terlibat percakapan serius dengan sang Jendral.... Dia memberitahukan bagaimana keadaan disana.
__ADS_1
"Key segera bantu mereka, aku takut mereka akan dibunuh semua... Mereka dalam bahaya dari situasi yang kau ceritakan" Sang jendral lalu mengambil napas berat.
"Dan kau ingatkan apa yang aku pesankan padamu?."
"Iya aku tau."
Tuut.....
Key langsung mematikan telponenya dan segera berangkat menuju hotel tempat dijalankan nya misi....
Buk....Prang....Klontang....
Terdengar suara perkelahian di sana. Key makin menancapkan pedal gasnya.
"Hey akhirnya kalian tertangkap!!!Hahahah..."
Ucap salah seorang penjahat A.....
"Sialan...lepaskan kami."
"Oh, sejak kapan penjahat akan mematuhi perintah kalian?." Mendengar ucapan
penjahat A itu semua teman teman darinya sontak tertawa.
" Oh iya!! Diman bos manis kalian? Yang aku inginkan itu dia bukan kalian, dia lebih menantang dibanding kalian, oh dan jangan lupa aku ingin balas dendam padanya."
Ucap sang ketu penjahat yang muncul dari belakang anak buahnya.
"Sialan, Berani kau sentuh ketua kau akan tahu akibatnya."
Ucap Akabara tidak terima.
" Hahaha.... kalian jadilah anak baik jika tidak ingin aku membunuh Sandra yang berharga ini." Ucap sang ketua penjahat dengan dingin.
"Oh dan bagi yang mendengarkan segeralah datang kesini, jika tidak ingin kau kehilangan mereka."
Tuuut.....Tuuuut.....Tuut.....
Tiba tiba sambungan sambungan terputus yang membuat Key kesal.
"Sialan ternyata dia tau bahwa aku sedari tadi mendengarkannya!!!. Aku pasti akan membunuh kalian." Nampak Key yang melaju dengan kencang menuju hotel tempat kejadian untuk menyelamatkan anak buahnya.
__ADS_1
Dia sudah tidak peduli lagi walaupun itu sebuah jebakan untuk membunuhnya.
Karna baginya mereka sangatlah penting....π