
Carl membawaku ke ruangan kerjanya dan mendudukkan ku di sofa dengan sangat hati hati, dia meninggal kan ku dan pergi keluar....
Tak lama dia datang dengan membawa wanita paruh baya di sisinya, Carl menutup pintu ruang kerjanya ini dengan buru buru...
"Sungguh parah. " Ucap wanita itu melihat ku " Sangat hebat kau bisa mengelabui tuan ku. "
"Apa maksud mu? " Sambar Carl.
"Tuan, kau bilang tadi dia hanya terluka lecet kan dia tidak ada mengeluarkan teriakan kesakitan sama sekali menandakan dia tidak luka parah kan. "
"Ya terus kenapa?" Tuntut Carl meminta penjelasan...
"Punggung wanita ini mengalami cedera parah dan ada 5 buah tulang rusuk nya yang patah..... Itu sungguh seperti mimpi buruk ."
"Apa," Carl berteriak dengan wajah tak bersahabat " Hebat kau sungguh hebat, kenapa kau gak jujur bahwa itu sakit. "
Aku diam saja tanpa menjawabnya, wanita itu mendekati ku dan membantu ku melepaskan baju, sekarang aku hanya tersisa memakai sebuah baju dalam pria berwarna putih....
Aku berbaring telengkup dengan tangan wanita itu berada di punggung ku entah apa yang akan dia lakukan...
Carl mendekati ku dan memegang tangan ku dengan kencang, " Tahan lah. " Ucap sang wanita di ikuti dengan rasa sakit tak terkira yang terukir di punggung ku...
"Aaa.... " Jerit ku kaget.
Cup...
Carl mencium punggung tangan ku berulang kali, "Bertahan lah dan jangan sampai tertidur. "
"Oh good kau seperti memperingatkan ku aku bakal mata jika sampai tertidur. " Ucap ku sarkatik, Carl hanya terdiam...
"Oh sial, aku sangat membenci Aaaaaa.... " Teriak ku lagi, aku sungguh merasa seperti ada yang mengutuk ku.... Aku terus tertiban sial saat berada di dunia ini... Bayangkan saja ini baru 5 hari, ini bahkan belum 1 minggu semenjak roh ku nyasar di dunia ini....
Pengobatan menyiksa ini pun selesai 1 jam kemudian, tubuhku banjir dengan peluh tak terhingga.... Aku kemudian di bantu duduk oleh Carl dan wanita itu.
"Nona kau harus beristirahat penuh selama 2 bulan untuk menyembuhkan tulang tulang mu yang cedera itu... "
"Apa 2 bulan? " Sembur ku tak percaya..
"Baiklah, Marry kau boleh pergi. "
Wanita bernama Marry itu pergi meninggalkan ruangan hingga tersisa kami berdua saja, dengan aku yang masih menahan sakit dan Carl yang masih menampak kan wajah marah...
"Kau harus istirahat. " Perintah nya tegas, dan bukan Key nama nya jika gak ngebantah atau ngeles.
"Gak bisa. " Aku berdiri dengan cepat " Aku harus melaksanakan hukuman itu dengan cepat. "
__ADS_1
Tak lama aku terhuyung ke arah Carl dan dengan suka cita dia menangkap ku dengan suara desahan capek karna tingkah ku, " Pasti kau akan tetap berangkat jika aku melarang mu. "
"Yaps kau memang benar. "
"Haaa... "
"Hei jangan terus menghela napas, nanti kau cepat tua. " Canda ku sambil menekan kerutan yang di buat pada jidat nya.
"Iya, kau memang membuatku cepat tua. " Carl mencubit hidung ku dengan gemas...
Dia mendudukkan ku ke sofa dan mengambilkan baju baru dari lemari berwarna hitam bercampur merah di kerahnya...
"Aku akan memanggil kan pelayan untuk membantu mu. "
Tak butuh lama para pelayan masuk dan Carl yang menunggu di luar, mereka membantuku mengenakan baju dengan sangat.... Sangat.... Sangat... Hati-hati.
Saat semua sudah selesai, mereka membuka pintu dan memberikan laporan kepada Carl...
Carl melihat ku yang mengenakan baju berkuda kedodoran berwarna hitam dengan celana khas berkuda dan sepatu bot kulit selutut dengan wajah menahan tawa....
"Ya, bajumu sangat besar. " Gerutu ku.
"Harus nya sesama pria itu pas baju nya. " Ejek nya.
"Oh salahkan siapa pun yang menyangka bahwa aku ini pria. " Aku mencebikkan mulut tak senang.
Dia menggendong ku ala bridel stayle, " Hei aku bisa jalan sendiri." Protes ku.
"Benarkah. " Ucapnya tak percaya, dengan tiba tibanya dia menepuk punggung ku dengan pelan. π€
"Benarkah. " Ucapnya tak percaya, dengan tiba tibanya dia menepuk punggung ku dengan pelan membuat ku berteriak.
"Aa... " Aku dengan cepat memingkem kan mulut ku.
"Bisa jalan dari mana nya. " Cemooh-nya membuat ku jengkel + malu..
Dia menggendong ku dengan santai, kami melewati banyak pintu dan lorong yang panjang dengan jendela kaca besar menghiasi lorong suram ini.... Di luar jendela ada banyak pemandangan indah memanjakan mata dari taman bunga, kebun buah, hingga lapangan berkuda....
Semua pemandangan itu sirna ketika kami berbelok dan menuruni sebuah tangga utama yang besar....
Di lantai bawah di dekat sebuah pintu sudah ada seorang Pria paruh baya yang menunggu kami dengan sabar, saat kami mendekat dia membungkuk.
"Tuan kami sudah menyiap kan nya. " Pak tua itu sambil membukakan pintu di dekatnya membiar kan kami lewat.
"Bagus."
__ADS_1
Aku mengerjap kan mata ku untuk membiasakan sinar mata hari yang lebih terang dari pada di dalam mansion ini, Carl membawaku ke sebuah kereta kuda yang di tarik dengan sebuah hewan bersayap.... Itu sama sekali bukan kuda, dia malah seperti singa yang menikah dengan elang..... Dia memiliki elang dan badan singa dengan kedua pasang sayap ber-warna coklat indah.
Carl menduduk kan ku di kursi dekat jendela dalam kereta kuda ini, " Hewan apa itu? "
"Mereka Griffin, kita dapat sampai ke kota dengan cepat. " Senyum nya "Kita akan terbang. "
Aku mulai merasakan kereta kuda ini di tarik dan mulai melepaskan pegangan mereka di tanah, aku segera melihat ke luar dan betapa indah nya pemandangan di bawah....
"Wah.... "
"Indah kan. "
"Iya sangat indah.... Tapi kenapa kita harus naik ini? Kenapa gak pake kereta kuda biasa aja?"
"Karna kami para mentri memiliki tempat tinggal khusus, yang berada di sebelah selatan alun alun kota, kami memiliki jatah setiap orang memiliki rumah dengan tanah 10 km per segi... "
"Wah, kaya akan tanah kerajaan ini. " Ucap ku.
"Haha.... Tentu saja, kita adalah kerajaan terbesar di benua dunia ini..."
Tak lama kami pun terdiam dan tenggelam dalam lamunan masing masing, sekitar 20 menit kemudian aku mulai dapat melihat perumahan megah di ibu kota, kami mulai mendarat di tengah alun alun kota yang di sudah di padati para penduduk yang menunggu.....
Carl membuka pintu dan keluar dengan diriku yang berada di dalam gendongan nya , tak jauh dari kami ada sebuah panggung dengan pusau gelato mingkalat berbahaya..... Disana aku dapat melihat 6 orang pria tampan yang aku pernah lihat pertama kali di aula singga sana, dan aku dapat mengenali Ronald yang memakai baju biru putih kebesaran nya...
Para penduduk melihat ku dengan tatapan mencemooh dan merendahkan..
"Lihat itu.. "
"Astaga lihat pangeran rendahan itu. "
"Cih dia membuang waktu ku. "
Dan banyak lagi ucapan tak mengenak-kan lainnya, Carl menduduk kan ku di sebuah kursi di tengah tengah para mentri tampan ini berdiri...
"Astaga apa yang terjadi? " Pekik Roland melihat ku.
"Cih kau memiliki kemampuan menjengkel kan. " Gerutu ku " Melihat cedera tanpa memeriksa, oh sangat bagus. "
"Ya makasih dan apa yang terjadi... " Tunutnya.
"Nanti saja. " Ucap ku.
"Nah para warga tercinta pasti kalian tau apa maksudku mengumpulkan kalian, aku akan menghukum wanita yang sudah melecehkan nama keluarga kerajaan dan hampri membunuhku. " Ucap ku tersenyum.
"Hahah.... Bukan kah kau cocok untuk itu. " Tawa salah satu warga.
__ADS_1
TUNGGU SAJA MIMPI BURUK SEGERA MAMPIR KE KLIAN.... ππ