Menjadi Putra Duke? (Novel BL)

Menjadi Putra Duke? (Novel BL)
Makanan manis


__ADS_3

'dan kenapa dia malah menunjukan itu didepan gua? emang gua Angelina?!' Heran Leo.


...----------------...


Setelah menunggu lama akhirnya pesanannya datang, dengan senangnya Leo memakannya dengan senyum yang mengembang.


Disisi lain ada seseorang yang memerhatikannya, dengan senyum aneh di wajahnya.


Leo yang merasakan ada orang yang yang menatapnya terus-menerus tanpa memakan yang ia pesan akhirnya menghentikan makannya, Leo menatap lurus orang didepannya dengan tatapan aneh yang sulit diartikan.


"Kenapa kau melihatku begitu?" Kata Zen.


"Anda yang melihat saya terus-menerus, anda membuat saya risih!" Jawab Leo blak-blakan.


"Eh, ah maaf!" Kata Zen, menjawabnya dengan kaku.


Wajarlah ya orang kepergok :v


"Lagi pula lebih baik anda memakan yang sudah anda pesan! Dari pada melihat saya terus, memang saya tontonan!" Kata Leo, dengan kesal.


"Haha, tentu saja mari makan!" Kata Zen, sambil meraih garpu dan sendok yang ada didepannya.


Dengan ogah-ogahan Zen memakan makanan manis itu, dia merasa tidak nyaman dengan makanan itu dan buru-buru minum air.

__ADS_1


'Tu kan ga suka, masih aja dimakan. Pengen ketawa deh gua! Lucu banget mukanya kaya orang nahan berak.' Leo dalam hati.


"Ada apa dengan anda?" Tanya Leo dengan sengaja, dia berusaha menahan tawanya agar tidak pecah.


"Ah, tidak apa! cuma makanan ini enak ya! Hahaha!" Kata Zen dengan tawa yang dipaksakan nya.


Leo sudah cukup menahan tawanya tapi, karena tawa garing Zen, ia tidak dapat menahannya dan tertawa dengan puas.


"HAHAHAHA!!!" Tawa Leo pecah.


"Ada apa?" Tanya Zen dengan muka yang pura-pura tenang?


"Tak apa, hanya menurutku ada yang lucu saja" Kata Leo sambil menyeka air mata yang keluar saking lucunya.


Aslinya Zen tau kalau Leo menertawakannya, padahal ia kira sudah menutupi ketidaksukaannya terhadap makanan manis tapi malah ketahuan dengan mudah.


"Anda tidak suka makanan manis kah?" Kata Leo.


"Tidak! Aku suka kok, haha" Kata Zen, sedikit gugup di akhir katanya.


Zen mengambil lagi makanan manis itu, dan menyuapi ke mulutnya. Muka Zen tetap dengan wajah yang diperlihatkan seperti baik-baik saja.


"Kalau anda tidak suka, lebih baik memesan yang lain saja!" Kata Leo.

__ADS_1


"Tidak, aku baik-baik saja" Kata Zen dengan muka yang tidak enak.


Leo yang melihat itu, menjadi tak karuan. Dengan inisiatifnya ia memangil pelayan dan memesankan kopi hitam, dan makanan ringan yang tidak terlalu manis. Dia ingat Zen suka dengan kopi hitam yang pahit itu, memangnya apa enaknya, menurut Leo yang manis itu lebih enak dan memiliki rasa.


Zen yang melihat Leo memesankan yang lain menjadi tidak enak padanya, dia berusaha menolak dan bilang menyukai makanan ini. Tapi Leo tidak menoleransinya dan tetap memesankan nya, di satu sisi ia merasa lega Leo melakukan itu tapi, disisi lain ia merasa tidak senang karena gagal menyesuaikan diri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selesai mencoba jajanan manis itu, Leo dan Zen pulang. Zen mengantarkan Leo sampai ke rumahnya dengan kereta kuda, sesampainya di rumah Zen ingin menggendong dan membawanya masuk tetapi, Leo menolaknya dengan tegas dan hanya memapah Leo.


Sesudah mengantar Zen kembali ke istana.


~Di Istana


"Yang mulia putra mahkota, kemana saja anda! Padahal saya baru saja Meleng sedikit dan anda malah menghilang!" Kata ajudan pangeran.


Zen tadi pergi ke kota dengan ajudannya, akan tetapi sebenarnya ia hanya ingin sendiri. Karena merepotkan jika ada *Rai.


*Raikal Essel, dia adalah ajudan Zen yang setia dan selalu bersikap overprotektif terhadap Zen. → Dia pernah muncul di eps 4 ya!


"Rai, aku akan berlatih memakan makanan manis!" Kata Zen dengan muka serius. Dia mengabaikan Raikal yang terlihat cemas padanya.


Next? (☞^o^) ☞

__ADS_1


__ADS_2