Menjadi Putra Duke? (Novel BL)

Menjadi Putra Duke? (Novel BL)
Ketahuan deh :v


__ADS_3

Dia mengikuti Leo diam-diam, tanpa sepengetahuannya. Dia juga menaruh kertas dimeja kerja duke, dan menulis tentang Leo yang pergi dari rumah dengan mencurigakan. Diakhir surat dia menaruh satu kertas lagi yang bertuliskan, "tolong sampaikan kepada kaisar dan putra mahkota, saya sedang mengikuti tuan Leo. Jika ada sesuatu saya akan mengirim sinyal."


...----------------...


Karena di rumah Leo ada duke dan Layn, jadi Leo memutuskan latihan di rumah Rian. Saat Leo mulai memasuki kawasan rumah Rian, Leo melihat makanan pinggir jalan yang kelihatannya enak. Dia mampir dulu disana dan memakan beberapa, juga membeli untuk dimakan nanti bersama Rian.


Sementara pelayan yang ditugaskan memantau Leo, malah kehilangan jejaknya. 'Bagaimana ini, kearah mana tadi tuan muda pergi?' Kata pelayan itu didalam hatinya.


'Ya sudahlah, aku coba cari dulu' Lanjutnya lagi masih dalam hati.


"Wah, ini enak banget! Makanan ini namanya apa kakek?" Tanya Leo kepada penjual makanan.


...°°°°°°°°...


Selesai makan, Leo membayar dan membeli beberapa lagi, lalu pergi ke rumahnya Rian.


Sementara si pelayan masih mencari-cari Leo, dia sudah keliling-keliling mencarinya tapi tak kunjung ketemu. Sampai kembali lagi ke tempat tadi, dan malah membeli beberapa makanan ditempatnya Leo. Telat banget ya!


Sampai ditempat tujuannya Leo berlatih tanding dengan Rian, karena Leo sudah belajar dasar-dasarnya, jadi sekarang giliran latihan yang seperti ini.

__ADS_1


Disaat ini Leo sudah babak belur, tapi untungnya walaupun babak belur nanti bisa di heal dengan alat penyembuh. Alat ini sama halnya dengan alat pemberi sinyal yang dipakai oleh pelayan baru itu, alat ini dilengkapi dengan sihir. Dapat menyembuhkan luka bagian luar dengan cepat, tetapi tak dapat menyembuhkan bagian dalamnya.


Saat ini Leo sudah kalah telak, dan Rian bertanya: "Apa mau menyudahinya saja?"


"Tidak perlu, ayo coba beberapa kali lagi! Kalau aku mengalahkan mu kau harus memberiku hadiah, guru!" Kata Leo sambil tersenyum.


Saat Leo tersenyum, Rian merasakan sensasi yang aneh. Tiba-tiba jantungnya berdegup kencang, dan wajahnya merah padam menandakan dia merasakan sensasi tersebut. Tapi dia segera mengatur perasaannya, dan kembali seperti semula.


"Oke, dua kali pertandingan lagi. Kalau misalnya kau bisa mengalahkan ku walau satu kali saja, akan kuberikan keringanan latihan. Tapi jika kau kalah kau harus memberiku hadiah juga!" Kata Rian.


Leo yang mendengar akan diberikan keringanan langsung merasa tergiur akan hal itu, dia tertawa lalu berkata: "Baiklah, aku akan mengabulkan 1 permintaan mu! Tapi kalau aku menang, kau harus menepati janjimu!"


Mereka kembali memasang kuda-kuda, Leo yang sudah babak belur tadi di heal sebentar. Tapi tak sepenuhnya hilang, badannya masih ada sedikit luka-luka. Leo mulai menyerang Rian, tapi Rian dengan cepat menangkis tangan Leo. Tangan Leo yang ditangkis merasa sakit, Rian memakai kekuatan yang lebih dari yang tadi. Mungkin karena ada tantangannya, jadi Rian lebih serius dari yang tadi.


Sementara itu, pelayan baru itu melihat Leo yang diserang oleh Rian. Pelayan itu langsung menekan alat sihir yang memberikan sinyal tersebut, sinyal itu diterima putra mahkota dan disitu ada memo yang bertuliskan 'tuan muda diserang!'. Tidak menunggu lama Zen langsung memakai alat teleportasi, dan membawa beberapa pengawal yang hebat.


Tidak sampai 2 menit Zen datang ke tempatnya pelayan itu, dan bertanya dimana Leo. Dilihatnya Leo sudah babak belur, Zen geram dan bermaksud untuk menghajar Rian, tetapi tiba-tiba Leo berteriak dan menghentikan Zen untuk menuju kesana.


"Ah, AKU KALAH TELAK!!!" Kata Leo berteriak.

__ADS_1


"Haha, jangan lupakan janjimu loh!" Kata Rian sambil melempar alat heal.


"Ya, ya. Aku akan melakukan 1 permintaan mu!" Seru Leo sambil menangkap alat itu, dan menyembuhkan luka-lukanya.


"Jadi apa yang kau mau?" Tanya Leo.


"Ah, nanti saja ku beri tau." Kata Rian.


"SIAPA DISANA?!!" Teriak Rian, dia merasakan ada beberapa orang yang sedang mengawasi mereka.


"Bagus juga insting mu!" Kata Zen.


"Eh!" Leo kaget.


"Kau kenal dengannya?" Tanya Rian.


"Itu, eto..." Bingung Leo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kenapa kau ada disini, dan apa maksud dari pertarungan ini?" Tanya Zen kepada Leo.

__ADS_1


'Aduh, gimana nih ngejelasinnya? Gua kira bakalan lolos malah ketangkap basah! Gimana nih, ga mungkin gua bilang 'Aku takut dibunuh kamu, makanya aku belajar beladiri. Ga mungkin kan gua bilang gitu?!!'.


__ADS_2