
Keduanya adu senyum satu sama lain, memperlihatkan kepura-puraan mereka sampai seorang senior masuk (Senior Anzhi juga). Lalu mereka menyapa mereka, Leo pun diberikan pekerjaan oleh senior itu dan Anzhi dimarahi karena tak kompeten menjadi tutor, dan disuruh merenungkan kesalahannya. Seringai kemenangan Leo berkibar di bibirnya, sementara Anzhi memasang muka marahnya.
...----------------...
Sudah berlalu lama semenjak keseharian yang melelahkan dimulai, mulai dari pergi kerja, pulang, makan, mengerjakan sisa pekerjaan dirumah, lalu tidur dan seterusnya begitu. Tapi yang paling melelahkan adalah bekerja bersama Anzhi, dia selalu membuat Leo panas dingin setiap hari menjadikan hari-hari Leo lebih dan lebih menjengkelkan lagi. Hari ini Leo izin cuti, karena harus kembali ke wilayah duke Videlgard bersama ayah dan kakaknya, karena alasan ibunya sangat merindukan mereka.
"Huft' ngantuk!" Kata Leo saat sampai di rumah Marquez Pyoni, Leo bermalam di rumahnya terlebih dahulu sebelum kembali ke wilayah duke, dikarenakan Duke ada beberapa urusan di wilayah Pyoni.
"Hus, jaga sikapmu Leo!" Perintah kakaknya.
"Baiklah" Kata Leo mengiyakan.
"Haha, benar juga. Kalian sudah pergi jauh pasti capek, saya akan menyiapkan kamar yang akan kalian tiduri terlebih dahulu" Kata Marquez.
"Kalian siapkan kamar untuk putra-putra Duke, dan juga untuk Duke." Perintah Marquez kepada pelayannya.
"Itu, sebenarnya kamar yang bisa dipakai hanya ada dua. Dikarenakan Duke datang mendadak jadi…" Kata pelayan ragu-ragu.
"Ah, tak apa saya bisa tidur dengan Leo" Kata Rayn.
"Apa?" Kaget Leo.
"Baik, saya akan siapkan" Kata pelayan.
"Eh, kakak mau sekamar sama saya?" Tanya Leo memastikan.
__ADS_1
"Kenapa? Kau tak mau bersama dengan ku?" Tanya Rayn.
"Eh, bukan begitu. Tapi agak aneh saja rasanya, hehe." Kata Leo, mata Leo benar-benar mengantuk. Akhir-akhir ini Leo sangat kelelahan akibat pekerjaannya, dia hanya ingin berbaring lalu tidur, dia tak perduli mau tidur bersama kakaknya atau tidak, yang penting dia bisa tidur.
Tanpa aba-aba 1,2,3 Rayn mengelus kepala Leo, dan menyenderkan Leo ke bahunya.
"Tutup matamu sebentar, kau lelah kan? Nanti kalau kamarnya sudah siap kakak akan membangunkan mu" Kata Rayn.
"Apa tak apa?" Tanya Leo, dia benar-benar sudah lelah hingga benar-benar tertidur dibahunya Rayn dengan nyenyak.
Rayn yang melihat Leo sudah tertidur, membenarkan posisi tidurnya agar tidak sakit. Dia memegang pundak Leo dan Leo bersender di dadanya Rayn, "Ya, tak apa. Tidurlah" Kata Rayn membisikkan dikuping Leo. Leo tak mendengarnya karena dia sudah terlelap dan memasuki alam mimpinya.
pagi pun tiba, Leo mengerjapkan matanya menyesuaikan sinar mentari yang menusuk matanya.
"Pagi!" Sapa Layn yang tidur disebelah Leo.
"Kenapa?" Tanya Layn sambil mengacak rambut Leo.
"Kakak, tidak membangunkan saya semalam?" Tanya Leo.
"Tidak, habis kau terlihat sangat lelah" Jawab Layn. "Jadi ku gendong saja" Lanjutnya.
"Eh, apa? Seharusnya kakak bangunkan saja aku!" Kata Leo.
"Iya ya seharusnya ku bangunkan saja kamu, kau berat, kau tahu? Tanganku seperti mau patah gara-gara menggendong mu!" Kata Layn mengejek Leo.
__ADS_1
"Huh, makanya jangan sok-sokan kuat!" Kata Leo sambil membuang mukanya dari Layn.
"Sok-sokan?" Tanya Layn.
"Iya, pura-pura kuat!" Kata Leo.
"Oh, memang aku kuat kan? Buktinya aku bisa gendong kamu sampai kamar tanpa tanganku patah!" Kata Layn dengan nada mengejek.
"Ckck, sombong banget" Gumam Leo.
"Udahlah, ayo siap-siap lalu turun kebawah, mau kakak temenin apa kamu turun sendiri nanti?" Tanya Layn.
"Tumben baik?" Tanya Leo.
"Dih, mau di jahatin?" Tanya balik Layn.
"Ya gak lah!" Ketus Leo.
'Walaupun ketus Leo imut bat marahnya kaya lagi ngambek, lucu juga nih anak' Dalam hati Layn.
"Jadi mau ditemenin apa ditinggalin?" Tanya Layn lagi.
"Terserah" Kata Leo singkat.
"Dih ya udah aku tinggalin kalo gitu" Kata Layn sambil mengambil langkah hendak pergi, tapi ditahan oleh Leo.
__ADS_1
Leo menarik sedikit lengan baju Layn, sambil berkata : "Jangan, tungguin kak! Aku gak tau ruang makan dimana, ntar aku ilang gimana?" Kata Leo sambil memasang muka imut.