Menjadi Putra Duke? (Novel BL)

Menjadi Putra Duke? (Novel BL)
Istana Kaisar (3)


__ADS_3

Walaupun mereka berdua biasa aja, tapi sebenarnya mereka tak senang karena Leo bilang bahwa "kalau" mereka menikah adalah hal yang baik, rasanya entah itu Angel atau Leo ingin membunuh orang yang ada disebelahnya. Supaya saingan mereka berkurang dan mereka tak akan menikah satu sama lain.


...----------------...


Brak (Suara pintu)


"Biar saya saja yang mengantar Leo!!!" Ucap Zen dan Angelina berbarengan.


"Kalian kenapa ada disini?" Tanya kaisar dengan muka yang kaget.


"Itu ..." Ucap mereka berbarengan, Angelina dan Zen saling tatap dan memberikan kode untuk salah satu dari mereka menjawab pertanyaan kaisar. Tapi sialnya tak ada satupun dari mereka yang menjawab.


"Kenapa kalian diam?" Tanya kaisar, sekarang dengan muka yang marah.


"Itu, tadinya kami mau melaporkan sesuatu." Akhirnya Zen yang bicara, karena Angelina hanya kaget karena kaisar marah, dia tak bisa berkata-kata.


"Melaporkan?" Tanya kaisar.


"Ya" Jawab Zen, sambil menunjuk ke kertas yang dibawa Angelina.


"Ah, saya mengerti maksudmu Zen." "Karena kalian ingin mengantar Leo besok, tetapi sepertinya hanya Zen yang bisa mengantarnya" Kata Kaisar, kini dengan muka yang tenang.

__ADS_1


"Eh, lalu saya? Saya saja yang mengantar Leo!" Kata Angelina, tak terima Leo diantar Zen.


"Ah, saya belum bilang ya? Angelina besok ada pesta minum teh yang diadakan permaisuri" Kata kaisar.


"Apa? Apa saya boleh tidak datang?" Tanya Angelina dengan muka yang sangat berharap.


"Tidak, kau harus datang ke acara kali ini! Ini akan membantu kalian kedepannya, dan kau harus mendapatkan kepercayaan dari istriku!" Kata kaisar tegas.


"Kalau memang kau datang, kau harus memikirkan hal yang tidak boleh dilakukan didepan ibuku. Ibuku agak pemarah (bisik)" Kata Zen, terlihat sekali dari raut wajahnya yang mengejek Angelina.


"Uh, sepertinya kau senang sekali ya Zen ?" Kesal Angelina.


"Mungkin?" Kata Zen, masih dengan muka yang mengejek.


'Uh, mereka memang pasangan. Serasi sekali, pemeran utama wanita dan pria.' Dalam hati Leo.


"Haha, kalian sepertinya sudah akrab ya? Benarkan Leo?" Kata kaisar.


"Benar, serasi sekali" Balas Leo.


Saat ini kedua orang ini sangat terpukul karena pernyataan Leo, rasanya seperti tertusuk.

__ADS_1


"Saya tak ingin mendengarnya dari kamu!" Gumam Angelina, dengan muka yang loyo.


"Huh?" Heran Leo.


'Perasaan memang sudah benar, tapi kok Angel gak suka ya? Mereka kan pasangan yang sudah ditakdirkan' Dalam hati Leo.


Kaisar yang melihat Angelina yang agak sedih dan Leo yang bingung malah tersenyum, senyumnya bikin orang merinding. Saat ini Angelina merasakan hal itu, sangat menyeramkan.


"Baginda, tolong hentikan menatap saya sambil tersenyum mengerikan seperti itu! Saya sangat merinding" Kata Angelina, saking gak nyamannya sampai bicara dengan black blak-blakan.


"Ya, kau ini! Jahat sekali bicaramu itu, tapi Angelina apa sekarang kau sudah menyerah?" Kata kaisar.


"Hoho, apa ini tantangan?" Tanya Angel.


"Apa? Saya tidak menantang kamu Angelina, saya hanya sekedar bertanya saja" Jawab kaisar.


"Haha, sayangnya saya belum menyerah tuh, lebih baik tanya anak anda apa sudah menyerah?" Kata Angelina sambil menyindir Zen.


"Heh, saya kira saya dilupakan. Tapi saya tak mungkin menyerah begitu saja, hanya karena hal seperti ini" Kata Zen sambil menyeringai.


"Cih!" Decih Angelina.

__ADS_1


"Ano, sudah lama saya ada disini, saya izin kembali kerumah bisa?" Kata Leo, Leo berasa sangat-sangat dia lah yang dilupakan disini, karena ketiga orang ini berbicara bersama dan ia tak diajak, jadi boleh dong kalo Leo ingin pulang saja?


__ADS_2