Menjadi Putra Duke? (Novel BL)

Menjadi Putra Duke? (Novel BL)
Leo Dianggap Cewek?


__ADS_3

'Aduh, gimana nih ngejelasinnya? Gua kira bakalan lolos malah ketangkap basah! Gimana nih, ga mungkin gua bilang 'Aku takut dibunuh kamu, makanya aku belajar beladiri. Ga mungkin kan gua bilang gitu?!!'.


...----------------...


"Leo?" Kedua orang itu bertanya kepada Leo berbarengan.


Muka Leo semakin panik, dan pikirannya terus-menerus berpikir memutar otaknya dan akhirnya asal ceplos.


"Ya, cuma mau belajar aja!" Kata Leo sambil pura-pura percaya diri.


"Rian ini putra mahkota, putra mahkota ini Rian!" Kata Leo memperkenalkan satu sama lain.


"Eh, apa katamu putra mahkota?" Tanya Rian memastikan.


"Iya, saya putra mahkota kekaisaran ini!" Kata Zen menjawab Rian, Rian tersentak dan bersujud dibawah Zen tanda ia tak sopan. Sementara itu Zen merangkul pundak Leo dan membisikkan sesuatu ke telinganya.


"Leo, kalau kau mau belajar aku yang akan mengajarimu." Bisik Zen ditelinga Leo.


"Apa?" Tanya Leo memastikan. Zen hanya terkekeh kecil dan tersenyum.


'Gimana mungkin gua belajar sama lu, lu yang mau bunuh gua, ga mungkin kan' Dalam hati Leo.

__ADS_1


"Mulai sekarang Leo tak perlu di latih oleh mu!" Kata Zen.


"Apa? Bukannya saya tak menganggap perkataan anda, tetapi Leo sendiri yang mendatangi saya dan meminta saya untuk melatihnya. Kalau tiba-tiba seperti ini apa tidak apa?" Tanya Rian


'Mereka sudah sedekat ini? Dia memanggil Leo dengan Leo, tidak memakai tuan?' Geram Zen dalam hati.


"Ya, Leo akan lebih baik jika saya yang mengajarinya!" Kata Zen.


'Huh, putra mahkota ini, dan lagi kenapa saya merasa sekesal ini. Seakan ada yang merebut sesuatu yang saya suka, saya tak suka hal-hal seperti ini' Gerutu Rian dalam hati.


"Tapi saya juga bisa MENGAJARI Leo dengan baik!" Kata Rian agak ngegas di bagian mengajari.


"Kalau begitu bagaimana jika kita latih tanding, siapa yang menang, dapat MENGAJARI Leo!" Kata Zen tak mau kalah.


"Baiklah!" Seru Rian.


'Jir... kok gini, gua kan tambah pusing nih! Apapun caranya gua harus bisa menghentikan hal ini, sebelum menjadi berkepanjangan!' Leo dalam hati.


" Nanti dulu, saya senang dengan niat baik hati anda. Tapi, saya lebih nyaman belajar dengan Rian. Saya harap anda tidak tersinggung atas perkataan saya!" Kata Leo menegaskan.


Rian menyunggingkan senyumnya, sementara Zen merasa kalah. Tapi tetap saja Zen tak bisa menerimanya, Zen mengizinkan Rian mengajarkan Leo tapi harus ada Zen yang mengawasi.

__ADS_1


'Apaan sih, lu mau nyari kekurangan gua? Tapi kalo ga diterima makin berdebat, Arrgh! Lama-lama gua jadi gila nih!' Leo dalam hati.


"Kenapa anda khawatir sekali sih, dia kan HANYA TEMAN anda kan? Bukan KEKASIH anda? kalau begitu anda tak bisa mengekangnya!" Kata Rian dengan penekanan di bagian huruf besar.


"Oh, memangnya kenapa? Sekarang memang TEMAN tapi, siapa yang tau KEDEPANNYA!" Kata Zen dengan tersenyum miring.


'Tadi gua salah denger ya? Mereka ngomong apa sih? Emang Rian udah ketemu Angel?' Bingung Leo dalam hati.


"Cih!" Decih Rian kesal.


"Kalian ngomongin apa sih?" Tanya Leo heran.


"Bukan apa-apa, ini hanya omongan antar pria!" Kata Zen dan Rian berbarengan.


"Eh, aku kan laki-laki juga! Kok kalian kaya nganggep aku cewek sih!" Kesal Leo.


Kedua orang itu bingung mau membalas Leo bagaimana, dan hanya diam beberapa saat.


"Yah, lebih baik kau tak tau!" Kata Zen dan Rian berbarengan dengan suara yang pelan.


"Hah?" Leo tambah heran.

__ADS_1


__ADS_2