Menjadi Putra Duke? (Novel BL)

Menjadi Putra Duke? (Novel BL)
Surat Permintaan dari Kaisar


__ADS_3

Arkan memeriksa suhu badan Leo, dan benar tuan muda itu tak sakit.


'Mungkin ada sesuatu yang lain yang mengganggu hidungnya.'


...----------------...


Zen dan Angelina berpura-pura pacaran karena takut jika Leo ikut terlibat didalamnya, selama beberapa hari Leo tak ada yang ganggu. Semua orang sedang sibuk-sibuknya sekarang, paling tidak hanya kakaknya saja yang kadang bertingkah aneh. Kakaknya selalu berpura-pura melakukan sesuatu dihadapan Leo, tapi sebenarnya dia melihat gerak-gerik Leo. Leo juga tahu hal itu, tapi hal seperti ini tak digubris olehnya.


Di wilayahnya sekarang sedang dalam masalah keuangan, ada beberapa pengurus yang korupsi. Mereka sudah tertangkap, tapi masalah keuangannya yang masih berlanjut.


Leo pun membantu untuk menemukan solusi, dia memberitahu Duke untuk menaikan pajak agar keadaan keuangannya membaik. Walaupun begitu, pasti ada yang menentang perkataan Leo. Akhirnya pajak tetap dinaikkan, dia juga membantu petani disektor pertanian dan saat sudah berasil, dia membantu untuk menjual ditempat yang kira-kira sangat membutuhkan hasil pertanian ini dan memperoleh keuntungan yang bisa dibilang sangat baik dan keuangan pun menjadi lebih baik, pajak juga kembali stabil.


'Ada kabar beredar, kaisar sedang sakit parah? Ah, apa karena ini Zen sibuk?' Dalam hati Leo.


Saat sedang membaca berita, tiba-tiba ada seorang pelayan tergesa-gesa masuk diikuti Arkan.


"Tuan muda, kaisar ingin mengirimi anda surat!"


"Hah? Aku?!" Tanya Leo memastikan.


"Iya, ini surat dari istana" Kata si pelayan sambil menyodorkannya.

__ADS_1


"Kenapa baginda kaisar mengirimi saya surat?" Tanya Leo.


"Saya tidak tahu, lebih baik anda langsung membacanya, dan rasa penasaran anda akan menghilang" Jawab si pelayan.


"Bener juga, ternyata kamu pinter ya! Ya sudah, kamu pergilah." Kata Leo sambil mengambil surat itu dari tangan si pelayan.


'Jangan-jangan ada udang dibalik bakwan nih? ... Sudahlah, seperti kata pelayan itu. Gua bakalan tau apa mau kaisar kalau gua membaca suratnya" Pikir Leo dalam hati.


Dibukanya surat itu, didalamnya tertulis:


*Leo, saya sudah dengar banyak berita tentang kamu. Juga saya dengar dari Angelina dan Zen kalau kamu sudah banyak berubah, dan saya dengar anda membantu Duke Videlgard menyelesaikan masalah keuangan di wilayahnya. Saya ingin anda masuk dan bekerja di dalam istana, dan mengurusi hal-hal tentang keuangan.


Kaisar*


......................


"Hah, ini bisa nolak gak sih?" Gumam Leo.


"Hei, Arkan!" Panggil Leo.


"Ya, tuan muda" Jawab Arkan.

__ADS_1


"Coba kau baca ini!" Perintah Leo, sambil menyodorkan surat itu.


"Saya tidak berani tuan muda, surat ini soalnya diberikan oleh kaisar" Tolak Arkan.


"Huh!" Gumam Leo kesal.


"Lalu, akan aku bacakan. Kau harus membantuku mengambil tindakan, kau mengerti!" Perintah Leo.


"Saya tidak berani, tapi jika itu yang anda inginkan..." Arkan berhenti berbicara.


"Apa?" Tanya Leo penasaran kelanjutan kata-katanya.


"Saya hanya akan menjawab semampu saya" Jawab Arkan tegas.


Mata Leo menyipit, dia menatap Arkan sinis.


"Baiklah!" Kata Leo setelah lama kesal.


Leo pun membacakan pesan itu.


"Bagaimana menurutmu? Apakah saya bisa menolaknya?" Tanya Leo to the point.

__ADS_1


"Anda ingin menolaknya?" Arkan bertanya balik dengan wajah agak kaget.


"Iya, memangnya kenapa? Apa jangan-jangan tidak bisa ditolak permintaan ini? Itu gak adil dong!" Seru Leo, setelah melihat Arkan yang kaget, Leo pun menyimpulkan opininya sendiri.


__ADS_2