Menjadi Putra Duke? (Novel BL)

Menjadi Putra Duke? (Novel BL)
Kemenangan Leo dari Anzhi


__ADS_3

Selama perjalan sangatlah canggung, semua terdiam tak ada yang berbicara. Sampai saat kereta berhenti didepan kediaman Vildegard, Leo turun dan mengucapkan sampai jumpa lagi pada mereka, lalu kereta berlalu pergi meninggalkan kediamannya dan Leo masuk kedalam.


...----------------...


Besoknya pekerjaan Leo pun dimulai, Zen menjemput Leo dari gerbang istana sampai ke kantor.


Sudah sampai sana, diberitahukan padanya ada seseorang yang akan menjadi pengawasnya. Orang itu adalah anak perdana menteri, Anzhi Arien. Anzhi Arien anak satu-satunya dari perdana menteri, dia selalu mendapatkan apa yang ia mau, dan juga ia disebut-sebut sebagai anak yang pintar.


"Leo, ini anak perdana menteri Aria Arien, namanya Anzhi Arien. Mulai sekarang dia akan menjadi penanggung jawabmu" Kata Zen menjelaskan.


"Baik" Jawab Leo.


"Saya Leo Alden De Vildegard, mohon bantuannya untuk kedepannya!" Leo memperkenalkan diri nya dengan sopan.


"Ah iya, saya Anzhi Arien" Kata Anzhi.


"Kalau begitu saya akan pergi" Kata Zen.

__ADS_1


"Silahkan yang mulia putra mahkota" Kata Anzhi.


"Leo, kau harus berhati-hati padanya. Dia berbahaya" Bisik Zen di telinga Leo sebelum pergi.


"Hah?" Leo menoleh ke arah Zen tapi, Zen sudah menuju ke tempat lain.


"Baiklah Leo kau ikut saya!" Perintah Anzhi.


Anzhi pernah ada namanya didalam novel asli, Anzhi dan Leo didalam novel berteman. Bisa dibilang Anzhi membantu Leo untuk memisahkan Angelina dari Zen, karena Anzhi juga mempunyai dendam kepada Angelina.


Anzhi waktu itu adalah orang kepercayaan Zen, walaupun Anzhi orang yang berbahaya yang ingin selalu mendapatkan semua yang ia inginkan dan ingin selalu menjadi perhatian orang, bisa dibilang dia ingin dirinya menjadi nomor satu dimana pun.


"Ano, Anzhi. Apa saya harus mengerjakan ini semua?" Tanya Leo.


"Ya" Balas Anzhi singkat.


"Tapi, saya kan orang baru. Bukannya lebih baik ... " Perkataan Leo terpotong.

__ADS_1


"Terus? Anda tak bisa mengerjakannya? Kalau begitu anda tak usah bekerja lagi saja disini, disini tak membutuhkan orang tak berkompeten" Kata Anzhi ketus.


'Jir, nih orang emang bahaya banget' Dalam hati Leo.


"Tapi kan saya orang baru, dan ini bukannya untuk orang yang sudah lama disin ... Bukan maksudnya untuk orang yang sudah berpengalaman." Kata Leo buru-buru mengganti Kata berpengalaman.


'Emangnya gua gak tau apa, tugas yang Anzhi berikan itu yang bisa bikin dihari pertama gua langsung di keluarkan dari pekerjaan gua? Lu kata gua bodoh-bodoh amat?' Dalam hati Leo, Leo merasa sangat beruntung karena tetangga disebelah rumahnya juga kerjanya di bagian keuangan. Jadi Leo mengerti, Riky tadinya ingin bekerja di bagian keuangan, tetapi ayah dan ibunya ingin dia menjadi dokter.


"Huh, kau tak bisa mengerjakan?" Tanya Anzhi dengan nada yang meremehkan.


"Bisa, saya bisa. Hanya saja saya butuh laporan yang lebih mendetail, kalau kamu hanya memberikan ini… (Leo diam dan sambil sedikit melirik ke Anzhi)… Kamu benar-benar bermain dengan senang ya?" Kata Leo, wajah Anzhi tetap datar kaya talenan.


"Apa maksud anda?" Tanya Anzhi sambil mengernyitkan dahinya.


"Jangan pura-pura tak tahu Anzhi, kau ingin membuat saya dikeluarkan dari pekerjaan ini pada hari pertama huh?" Kata Leo.


"Oh, anda pintar juga rupanya" Kata Anzhi, kini dengan senyum miringnya.

__ADS_1


Keduanya adu senyum satu sama lain, memperlihatkan kepura-puraan mereka sampai seorang senior masuk (Senior Anzhi juga). Lalu mereka menyapa mereka, Leo pun diberikan pekerjaan oleh senior itu dan Anzhi dimarahi karena tak kompeten menjadi tutor, dan disuruh merenungkan kesalahannya. Seringai kemenangan Leo berkibar di bibirnya, sementara Anzhi memasang muka marahnya.


__ADS_2