Menjadi Putra Duke? (Novel BL)

Menjadi Putra Duke? (Novel BL)
Istana Kaisar (2)


__ADS_3

"Huh? Ya begitulah" Kata Leo.


"Ah benar juga, saya mendengar kabar baik juga" Lanjut Leo.


"Kabar baik?" Tanya kaisar.


"Ya, saya dengar putra mahkota akan menikah dengan Angelina Salfadh De Filbern?" Kata Leo sambil meminum teh yang sudah disediakan.


"Ah, ternyata kabar itu sudah tersebar ya?" Kata kaisar sambil menganggukkan kepalanya.


"Ya, saya pikir itu hal yang baik. Selamat atas hal ini, saya turut senang!" Kata Leo dengan senyuman yang manis dibibirnya.


"Ya, ini hal yang baik" Kata kaisar yang ikut menyeruput gelas miliknya.


Mereka berdua terdiam sebentar.


"Bagaimana menurutmu tentang Zen dan Angelina?" Tanya kaisar setelah terdiam sebentar.


"Seperti yang saya bilang, ini hal yang baik!" Perjelas Leo.


"Uh, bukan itu maksud saya. Saya dengar kau dekat dengan Angelina? ehem (deheman), Kau tak ada perasaan padanya? (Sedikit berbisik)" Kata kaisar, kaisar ingin melihat reaksi Leo seperti apa.


"Hah? Saya memang dekat dengan Angelina, tetapi saya hanya sebatas berteman dengannya, hanya itu saja. Sebagai teman, saya merasa sangat senang mengetahui dia akan menikah, apalagi dengan putra mahkota yang juga teman saya." Kata Leo, reaksi Leo sangat biasa, awalnya Leo kaget saat kaisar bertanya hal itu, tapi memang benar Leo hanya menganggap Angelina sebagai temannya saja jadi, dia tak terlalu memikirkannya.

__ADS_1


"Oh, baguslah kalau begitu." Kata kaisar.


"Ah, kalau begitu, untuk pekerjaan ini, saya akan datang besok ke istana lagi. Jadi, bisa dibicarakan lagi." Kata Leo.


"Ya, tapi kau langsung saja pergi ke kantor, saya akan menyuruh orang untuk memberimu pekerjaan." Kata kaisar.


"Baiklah, tapi bagaimana saya tau letaknya ada dimana?" Tanya Leo.


"Ah benar juga!" Kata kaisar baru nyadar.


Brak (Suara pintu)


"Biar saya saja yang mengantar Leo!!!" Ucap Zen dan Angelina berbarengan.


Sebenarnya mereka berdua sudah ada sejak pembicaraan tentang mereka dimulai.


~Disaat menguping


"Zen, sana-an dong!" Bisik Angelina.


"Dih, yang ada kamu yang sana-an!" Kata Zen.


"Ah benar juga, saya mendengar kabar baik juga" Lanjut Leo.

__ADS_1


"Kabar baik?" Tanya kaisar.


"Huh, kabar baik?" Gumam Angelina.


"Kenapa liatnya ke saya?" Tanya Zen dengan berbisik.


"Siapa sih yang liat anda?" bisik Angelina tak terima.


"Ya, saya dengar putra mahkota akan menikah dengan Angelina Salfadh De Filbern?" Kata Leo sambil meminum teh yang sudah disediakan.


"..." Keduanya diam dan serius dalam mendengarkan, tapi siapa tau didalam pikiran mereka masing-masing seperti apa.


"Ah, ternyata kabar itu sudah tersebar ya?" Kata kaisar sambil menganggukkan kepalanya.


"Apaan sih ayah!" Dengus Zen dengan berbisik tapi juga dengan nada yang sedikit kesal.


Angelina hanya melihat Zen dengan tatapan yang aneh, di dalam hatinya Angelina : 'Ayahnya sendiri yang begitu juga'


"Ya, saya pikir itu hal yang baik. Selamat atas hal ini, saya turut senang!" Kata Leo dengan senyuman yang manis dibibirnya.


"Ya ampun, Leo manis banget sih" Gumam Zen.


"Apaan sih!" bisik Angelina dengan nada kesal.

__ADS_1


Zen hanya membalas Angelina dengan senyuman.


Walaupun mereka berdua biasa aja, tapi sebenarnya mereka tak senang karena Leo bilang bahwa "kalau" mereka menikah adalah hal yang baik, rasanya entah itu Angel atau Leo ingin membunuh orang yang ada disebelahnya. Supaya saingan mereka berkurang dan mereka tak akan menikah satu sama lain.


__ADS_2