
'Kenapa begini sih? Padahal aku ngehindar dari Angelina, kok malah jadi digendong putra mahkota! Mendingan tadi aku di rumah aja!! Argh!!!' Teriakku dalam hati.
...----------------...
Zen menggendong Leo ke bangku yang ada di ujung dekat air mancur, dan mendudukannya di sana.
"Tunggulah disini, aku akan membawakan mu batu es dan juga obat." Kata Zen lembut.
"Ah, baiklah!" Kataku.
Selang beberapa waktu Zen kembali dengan membawa obat dan juga baru es, dia mengobati luka-luka Leo dengan lembut dan hati-hati.
"Ah, pelan-pelan, sakit, hentikan, ah, uh! sakit!" Kata Leo dengan setengah berteriak.
'Ah imutnya, apa-apaan ini! Kok aku berfikir begitu?' Kata Zen dalam hati.
"Oke, sudah selesai!" Seru Zen.
"Ah terimakasih!" Kata Leo.
"ya, oh iya kamu ingin kemana sekarang?" Tanya Zen.
"Aku mau membeli makanan manis, katanya ada yang baru di kota!" Kata Leo dengan penuh semangat.
'Matanya berbinar, lucu sekali sampai aku ingin memakannya! Eh, apa kataku barusan?' Zen dalam hati.
__ADS_1
"Kalau begitu biar aku mengantarmu!" Kata Zen.
"Eh tak perlu, aku sendiri saja. Lagi pula anda juga pasti sibuk!" Kata Leo.
'Pergilah! Kau tidak tau tanda yang aku berikan kah?' Gerutu Leo dalam hati.
"Eh, aku tidak sibuk kok! Ayo!" Ajak Zen.
'Apa aku tak salah dengar?!!' Kata Leo dalam hati.
"Haha, baiklah!" Kata Leo dengan senyum yang dipaksakan.
...****************...
Di dalam hati Leo : ' Lah putra mahkota kok pesan yang sama denganku, dia kan gak suka makanan manis! '
~Leo keingatan cerita asli
Setelah pesta ulang tahun kaisar, Zen yang melihat Engelina, mulai jatuh cinta padanya.
• Flashback pesta ulang tahun
Zen sebagai seorang putra mahkota dan juga sebagai anak kaisar diharuskan menghadiri acara tersebut, yah acara seperti ini sangat tidak menyenangkan karena sebagai putra mahkota Zen harus bersikap yang sewajarnya. Semua orang yang datang juga terus bertegur sapa dengannya, sampai ia benar-benar bosan.
Karena sudah bosan ia pun melarikan diri tanpa pamit terlebih dahulu, dia pergi ke taman belakang istana. Disana ia melihat...sesosok penampakan? bukan lah XD!
__ADS_1
Replay ya!
Disana ia melihat sesosok
bidadari yang amat cantik, sedang menikmati cahaya rembulan yang membuatnya tambah cantik. Rambutnya digerai panjang dan jikalau ada angin rambutnya berhembus kebelakang, sungguh cantik dan menawannya.
Tiba-tiba sang bidadari melihat kebelakang, dan menyadari bahwa ada seseorang yang memperhatikannya dari belakang dan bibir mungilnya yang imut mengeluarkan suara yang indah bagai burung yang bernyanyi.
"Ah, putra mahkota!" Kata sang bidadari, dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
"Eh, Ah! Aku?" Saking gugupnya diciduk jadinya Zen pun gugup.
"Ah, maafkan atas ketidak sopanan saya! Saya Angelina Salfadh De Filbern, putri dari Duke Filbern." Kata sang bidadari, kali ini dengan sopan.
"Ah, saya Zen Wisteria" Kata Zen singkat. Sebenarnya ia masih gugup, tapi ditutupi dengan kata-katanya yang singkat.
"Kalau begitu saya permisi, saya akan kembali ke aula" Kata sang bidadari dan berlalu pergi.
Semenjak saat itu ia menyuruh orang untuk mengawasi nona bidadari yang cantik itu, dan menyempatkan untuk bertemu. Dengan dalih hanya berpapasan atau kebetulan.
Di sini ia mengetahui apa saja yang disukai Angelina dan yang tidak disukainya, dia juga belajar menyukai yang disukai bidadari nya. Dan kebetulan Angelina suka makanan manis, jadi Zen berpura-pura menyukainya.
~Flashback end
'dan kenapa dia malah menunjukan itu didepan gua? emang gua Angelina?!' Heran Leo.
__ADS_1