Menjadi Putra Duke? (Novel BL)

Menjadi Putra Duke? (Novel BL)
Gua


__ADS_3

Tak ada yang mengganggunya selama beberapa minggu berlalu, dia juga mendengar gosip dari beberapa orang. Kalau sebenarnya Zen dan Angelina menjadi sepasang kekasih, jadi sebuah pemikiran yang terpikirkan oleh Leo hanya tentang 'mereka berdua sedang masa-masa nya jatuh cinta, jadi tak punya waktu bermain-main dengannya'. Hanya itu yang dia pikirkan, ya memang dia sudah tau tentang perjodohan itu, tapi dia hanya berpikir 'itu mungkin saja, toh putra mahkota mencintai Angelina dan Angelina juga menerima perjodohan itu' dan Leo tak terlalu menanggapinya.


...----------------...


Tok-tok (Suara ketok pintu)


"Tuan Duke?!" Kata Arkan.


"Siapa?" Tanya Duke pada orang yang diluar.


"Saya Arkan pelayannya tuan muda Leo, boleh saya masuk?!" Kata Arkan.


"Ya, silahkan saja!" Kata Duke tak acuh.


"Kalau begitu, permisi!" Kata Arkan sebelum masuk.


Saat sudah didalam, Arkan melihat Duke yang sedang duduk sambil memeriksa banyak dokumen. Sepertinya Duke tak tidur yang cukup, dimatanya ada kantung mata yang tebal.


"Ada apa?" Tanya Duke, Duke tak mau basa-basi karena sedang banyak sekali pekerjaan yang menunggunya.


"Kalau begitu, bolehkah saya bertanya?" Kata Arkan.


"Kau ingin berkata apa?" Tanya Duke dengan nada dinginnya.

__ADS_1


"Ini tentang tuan muda Leo" Jawab Arkan.


"Ada apa dengannya?" Tanya Duke masih acuh tak acuh.


"Apa anda mengenal seseorang yang bernama Gua?" Tanya Arkan dengan muka serius.


Duke mau tidak mau sekarang melihat Arkan, dia tak lagi melihat pada pekerjaannya dan memperhatikan wajah Arkan yang serius. Karena melihat wajah Arkan yang serius, Duke tanpa sadar mengerutkan keningnya tanda ia tak mengerti.


"Lalu? Apa hubungannya kau bertanya tentang seseorang yang bernama Gua, dengan Leo?" Tanya Duke


"Karena saya rasa tuan muda mengenal orang itu, waktu itu juga pernah dia menyebutkan nama ini, lalu barusan sebelum saya kesini dia juga mengungkit nama itu. Tuan muda bilang :"Apa gua bisa balik ke dunia nyata lagi ya?". Tuan muda bilang seperti itu, raut wajahnya juga kelihatan sangat memikirkannya dan ada sedikit kesedihan didalamnya, jadi saya pikir orang itu sangatlah penting baginya.


"Dia bilang seperti itu?" Tanya Duke


Terlihat Duke berpikir keras, sampai ada yang mengetuk pintu ruangan kerjanya.


"Ayah, ini Layn. Bolehkah saya masuk?" Layn sambil mengetuk pintu.


"Ya!" Kata Duke dari dalam ruangan, yang mengiakan untuk masuk.


Layn pun masuk kedalam ruangan, dia menyerahkan beberapa surat laporan dari wilayah Duke dan beberapa surat pribadi untuk Duke dari ibu dan adik-adiknya. Setelah menyerahkan itu niatnya Layn ingin kembali ke kegiatannya yang tertunda, tetapi niatnya terurungkan saat ia melihat pelayan Leo disana dan langsung memutar tubuhnya kembali ke hadapan Duke.


"Ayah" Ucap Layn.

__ADS_1


"Ada apa Layn?" Tanya Duke.


"Kenapa pengawas Leo ada disini?" Tanya Layn.


"Oh, dia hanya melaporkan sesuatu tentang Leo" Jawab Duke.


"Melaporkan?" Tanya Layn mengerutkan keningnya.


"Ada masalah?" Lanjut Layn lagi.


"Tidak ada" Jawab Duke.


"Lalu?" Tanya Layn.


"Arkan kau jelaskan padanya!" Perintah Duke.


"Baik, ........ (menceritakan tentang gua dan dunia nyata) Jadi, apa anda tau sesuatu?" Tanya Arkan.


"Tidak, saya tak tau siapa Gua. Tapi apa maksud nya dunia nyata? Apa dia terjebak dalam dunia buatan? Atau terkena pengaruh sihir?" Tanya Layn.


Tepat setelah Layn berkata hal itu, ada panggilan masuk dari istana. Arkan menjelaskan situasi terkini tentang Leo, dia bilang bahwa Leo menolak untuk bekerja di istana, dan tentang yang bernama Gua.


Pertama kali ada yang menolak hal yang menguntungkan dengan alasan merepotkan, kaisar sempat kaget karena ini tapi dia tak memperlihatkannya.

__ADS_1


Zen kebetulan baru masuk ke ruangan kaisar, dan menyimak hal tentang Gua. Zen bilang pada kaisar akan mencari tahu tentang Gua, dan kaisar hanya menanggapinya dengan anggukan saja tanda ia setuju.


__ADS_2