
'Kenapa kalau aku mengingat itu pasti muka ku memerah?' Kataku lagi.
...****************...
Sebentar lagi adalah ulang tahun Kaisar. Maka dari itu, semua rakyat akan merayakannya. Juga para bangsawan, duke akan datang ke ibu kota saat sehari sebelum perayaan ulang tahun.
Tentu saja setelah aku menjalani hari-hari yang menyiksa, dengan latihan yang seperti neraka ini. Akhirnya aku mendapatkan istirahat, ya mungkin ini bisa disebut libur? Ya tapi, ini gak bisa dibilang libur sih. Karena perang dingin antara Leo juga pangeran mahkota baru akan segera dimulai.
Hari ini seharusnya Leo ada disebuah pasar, dan disinilah ia jatuh cinta pada Angelina. Pertemuan pertama mereka saat Angelina sedang berjalan-jalan di Kota sendirian, saat itu Leo ******* itu ada di kota. Dia pergi duluan ke kota dengan alasan yang sangat kekanak-kanakan, hanya karena duke yang menghukum dirinya. Ya, walau pun itu juga sudah dibantu oleh Duchess, Leo dihukum dikurung dalam kamarnya. Dia tak boleh keluar dari kamar apapun alasannya, Tetapi itu bukan hukuman yang sesungguhnya. Hukuman yang sesungguhnya adalah dengan dia tidak boleh ada yang melayani, jadi ia hanya diberi makanan didalam kamarnya. Jika kamarnya kotor, tidak ada yang boleh membantunya untuk membersihkannya. Kekanakan sekali bukan? tapi aku kan bukan Leo yang itu jadi aku tidak akan bersikap seperti itu.
Leo seharusnya ada di pasar, tapi aku tidak akan kesana. Karena bagaimana pun aku tidak akan menyukai tokoh utama, aku akan mengubah peran tokohku menjadi tidak antagonis lagi. Aku tidak akan menjadi seperti Leo!
...****************...
Aku jalan-jalan keliling kota, lebih baik begini dari pada jatuh cinta tidak jelas. Aku akan hidup semauku sampai aku kembali ke dunia asalku.
"du dudu dudu du" Senandungku
__ADS_1
*brak! (suara tabrakan)
"Aduh apaan sih" Gumamku, kepalaku terbentur badan seseorang.
"Ah maaf aku sedang buru-buru!" Katanya panik, seperti ingin buru-buru ke suatu tempat. Walaupun sepertinya buru-buru, dia tetap membantuku berdiri dengan mengulurkan tangannya kepadaku.
"Huh, lain kali hati-hati dong!" Kataku sambil mendongakkan kepalaku keatas dan menerima tangannya. Kakiku sakit sekali sepertinya terkilir, tapi aku tetap berdiri tegak sambil menahan rasa sakitnya.
"Eh, kau kan anaknya duke Videlgard bukan?" Katanya sambil menunjukku.
"Haha, bukannya ini yang mulia putra mahkota! ... Wah kebetulan sekali ya!" Kataku padanya.
"Eh, kau tau aku putra mahkota?" Tanyanya heran.
"Ah, tentu saja siapa yang tidak tau tentang anda!" Jawabku.
"oh, aku minta maaf juga untuk yang waktu itu." katanya.
__ADS_1
"ah, sudahlah" kataku, 'bukannya dia buru-buru ngapain sih masih disini bikin gak nyaman aja!' Kesal dalam hati.
"Ah bukannya anda tadi buru-buru, saya tidak apa-apa jadi tidak masalah jika anda sedang buru-buru" Kataku dengan artian tersembunyi `cepatlah pergi!!!'.
"Ah, lutut mu terluka. Biar ku bantu obati!" Katanya.
"Tidak usah lagian anda sedang buru-buru bukan?" Jawabku cepat, supaya dia pergi.
Tapi nyatanya sepertinya ia tidak mengerti? padahal sudah ku pakai cara halus!
"Ah, aku salah lihat orang, jadi tak masalah jika aku membantumu. Ayo duduk disana!" Katanya.
"Oh, ah, baiklah!" kataku pasrah.
Aku melangkahkan kakiku ke arah bangku taman, yang ada diujung. Tetapi kakiku sakit sekali, mana bangkunya pun rada jauh lagi. Putra mahkota yang melihatku langsung menyadari bahwa kakiku terkilir dan mengendong ku layaknya menggendong putri!
'Kenapa begini sih? Padahal aku ngehindar dari Angelina, kok malah jadi digendong putra mahkota! Mendingan tadi aku di rumah aja!! Argh!!!' Teriakku dalam hati.
__ADS_1