
"Bacot? Apa itu kata?" Gumam Duke heran, Leo sudah pergi dari ruangan jadi dia tak mendengarkan gumaman sang ayah.
...----------------...
Tuk tak tuk tak (suara kaki kuda)
Kini Leo sedang naik kereta kuda menuju istana, sudah beberapa kali pun naik ini tetap saja tidak terlalu nyaman.
Sampai ke istana
"Tuan muda kita sudah sampai!" Kata yang mengendarai si kuda.
"Ya baiklah" Kata Leo.
Leo turun dari kereta kuda, dan berjalan masuk kedalam istana dengan diarahkan oleh seorang pelayan menuju ke tempat kaisar.
Kriet (suara pintu terbuka)
Pelayan kaisar masuk dan memberitahukan kedatangan Leo.
"Baginda tuan Leo sudah datang" Kata pelayan itu.
"Ya, suruh dia masuk!" Perintah kaisar.
"Baik Baginda" Kata pelayan.
***********
"Tuan, Baginda sudah mengizinkan anda masuk. Silahkan masuk" Kata pelayan itu mempersilahkan Leo.
"Oh, baiklah!" Kata Leo.
__ADS_1
'Mudah-mudahan penolakan gua diterima' Dalam hati Leo.
Leo pun masuk kedalam ruangan.
"Selamat siang Baginda!" Kata Leo basa-basi sambil membungkuk tanda menghormati.
"Ya, duduklah!" Kata kaisar.
'Eeh, apa-apaan senyum jahat kaisar? Duduk gak nih gua, kalo gua duduk kayanya gua bakalan dimakan hidup-hidup nih! Au ah tinggal duduk aja susah amat!' Didalam hati Leo sambil bergidik ngeri.
"Baiklah kalau begitu" Kata Leo melakukan perintah kaisar.
"Jadi, kau sudah membaca surat itu?" Tanya kaisar.
"Ya Baginda!" Jawab Leo.
"Jadi bagaimana pendapatmu?" Tanya kaisar lagi.
"Apa perkataan itu mempertanyakan apa kau bisa menolaknya atau tidak?" Tanya kaisar.
'Kalo dah tau kok malah tanya sih?' Dalam hati Leo.
Aslinya kaisar dah tau Leo mau nolak tapi...
"Ya, seperti itu yang saya ingin saya pertanyakan" Jawab Leo.
"Kalau kau bertanya seperti itu, saya malah ingin bilang : "kau tak boleh menolak!" Begitu, bagaimana menurut mu?" Tanya kaisar dengan tatapan jailnya.
"Huh?" Gumam Leo.
"Hahaha, lihat muka mu!" Kata kaisar.
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa lihat muka sendiri coba?" Gumam Leo.
"Hihi" Tawa kecil kaisar, sudah lama semenjak kaisar tertawa bebas seperti saat ini.
"Tapi saya serius mengatakan ingin kamu tak menolak permintaan ini" Kata kaisar dengan muka serius.
"Uh, kenapa harus saya?" Tanya Leo.
"Ya, karena kamu punya potensi!" Jawab kaisar.
"Kenapa tidak kau coba saja dulu!" Lanjut kaisar.
"Uh, baiklah saya akan melakukannya!" Seru Leo.
"Bagus kalau begitu" kata kaisar.
"Oh ya, saya dengar anda sakit? Tapi sepertinya anda sehat karena anda bisa tertawa seperti itu" Tanya Leo.
"Oh, sebenarnya saya lagi sakit, tapi begitu bertemu denganmu malah membuat saya tertawa" Jawab kaisar.
Leo tau bahwa penyakit kaisar itu asli, di novel asli kaisar sakit parah pada saat 2 bulan setelah Zen genap berusia 23 tahun.
Hal ini menyebabkan banyak pemberontakan dari luar dan dalam wilayah kekaisaran, namun masih dapat dikontrol oleh Zen.
Sesudah dia menikah dengan Angelina dia akan mendapatkan dukungan dari Duke Filbern, dan dia melakukan peperangan dengan wilayah kekaisaran lain dan berasil merebut kekaisaran itu.
"Kenapa? Apa kau tak percaya Leo?" Tanya kaisar.
"Tidak juga, saya percaya pada anda. Cuman, kalau anda bisa tertawa seperti itu, orang akan percaya anda sehat-sehat saja" Jawab Leo.
"Begitukah?" Kata kaisar, wajahnya pura-pura tidak mempercayai perkataan Leo.
__ADS_1
"Huh? Ya begitulah" Kata Leo.