
"Ano, sudah lama saya ada disini, saya izin kembali kerumah bisa?" Kata Leo, Leo berasa sangat-sangat dia lah yang dilupakan disini, karena ketiga orang ini berbicara bersama dan ia tak diajak, jadi boleh dong kalo Leo ingin pulang saja?
...----------------...
"Ah, tentu. Zen antar Leo ke rumahnya, kau juga sekalian antar Angelina pulang!" Perintah kaisar.
"Uh, pulang sama Zen? Saya bisa pulang berdua Leo, ya kan Leo?" Kata Angelina.
'Lagi berantem kah?' Dalam hati Leo.
"Dih siapa yang mau antar kamu, lebih baik hanya mengantar Leo saja!" Kata Zen kesal.
"He'em, sudah cukup! Ikut ayah sebentar Zen" Kata Kaisar.
Ditariknya Zen ke pojokan.
"Ada apa ayah?" Tanya Zen heran.
"Kau seharusnya bermesraan dengan Angelina, biar Leo tidak menyadari kalau Angelina suka padanya" Kata kaisar.
"Hah?" Heran Zen.
"Ya Zen, kau bisa mendapatkan Angelina sepenuhnya. Jadi nanti saat kalian pulang bersama, kau harus ada disisi Angelina, jangan biarkan Angelina bersama Leo saja!" Kata kaisar. Kaisar tidak tahu bahwa Zen suka dengan Leo.
__ADS_1
"Tapi ayah ... " Ucapan Zen terpotong.
"Tidak ada tapi-tapian, sudah sana ikuti apa kata ayah" Ucap kaisar memotong perkataan Zen sambil berjalan kembali ke Angelina dan Leo.
"Baiklah kalian bisa kembali, Zen sudah setuju akan mengantar kalian" Kata kaisar.
"Kalau begitu saya pamit dulu" Kata Leo.
"Tentu, silahkan" Kata kaisar mempersilahkan mereka pergi.
Di Kereta Kuda
Setelah keluar dari istana kaisar, dihalaman sudah ditunggu oleh kereta kuda yang akan mengantar mereka. Leo ingin cepat kembali, dan bermalas-malasan di kasurnya. Sebenarnya masuk isekai enak juga, cuman kalau masuk tubuhnya bukan si pembuat onar ini mungkin bisa lebih enak lagi.
Leo masuk kedalam kereta dan duduk dibelakang kusir disebelah kiri.
"Tidak boleh!" Kata Zen sambil memegang bahu Angelina dengan sedikit meremasnya.
"Sudahlah duduk dimana saja, ribet sekali kalian berdua." Kata Leo acuh tak acuh.
"Lihat Leo saja tak apa, kenapa kau yang ribet Zen?" Kata Angel.
"Pokoknya tidak boleh, saya yang akan duduk disebelah Leo!" Kata Zen.
__ADS_1
"Huh, kan saya duluan yang bilang akan duduk disebelah Leo! Jadi, saya yang harus duduk disana!" Kesal Angelina sambil menunjuk ke sebelah kanan Leo yang kosong.
"Kamu perempuan, Leo laki-laki, laki-laki dan perempuan tak boleh terlalu dekat!" Kata Zen.
"Tapi kan saya yang bilang duluan!" Bantah Angel.
"Pokoknya tidak boleh" Kesal Zen.
'Ih asli, kalo kaya gini mah satu eps bakalan isinya berantem Mulu. Kapan coba pulangnya?' Dalam hati Leo.
"Sudah-sudah, saya saja yang mengaturkan tempat duduknya." Kata Leo menengahi Angelina dan Zen.
" ... " Tidak ada satupun yang berbicara selama didalam kereta sampai tiba-tiba Angel berteriak.
"KENAPA DUDUKNYA BEGINI SIH?" Kesal Angel.
"Memang saya mau duduk disebelah kamu?" Balas Zen.
"Sudahlah dari pada ribut 'ingin duduk disebelah Leo, duduk disebelah Leo'. Kita gak bakalan bisa pergi, jadi begini sangat-sangat adil bukan? Tidak ada yang duduk disebelah saya, semuanya dapat yang kalian mau." Kata Leo sambil melambaikan tangan dan memasang muka yang bosan.
"Huh!" Kesal Angel.
"Hem!" Kesal Zen.
__ADS_1
Mereka berdua saling buang muka satu sama lain.
Selama perjalan sangatlah canggung, semua terdiam tak ada yang berbicara. Sampai saat kereta berhenti didepan kediaman Vildegard, Leo turun dan mengucapkan sampai jumpa lagi pada mereka, lalu kereta berlalu pergi meninggalkan kediamannya dan Leo masuk kedalam.