
Beberapa bulan kemudian, Berliana akhirnya melahirkan bayi laki-laki yang tampan seperti almarhum suaminya, yaitu Kenzie Zafran.
Semua orang, ikut berbahagia dengan kelahiran bayi tersebut. Mereka bahagia, tapi juga kasihan karena bayi tersebut sudah menjadi seorang yatim sejak berada di dalam kandungan. Bahkan neneknya, mamanya Kenzie, yaitu Juwita, justru tidak mau mengakui Berliana dan anaknya sejak awal di tambah dengan meninggalnya Kenzie.
Berliana merasakan perasaan yang bercampur aduk ketika melahirkan putranya, anaknya bersama dengan almarhum Kenzie Zafran. Di satu sisi, dia merasa sangat bahagia dan terharu karena telah melahirkan seorang anak yang sehat dan tampan. Namun di sisi lain, dia juga merasa sedih dan terpukul saat mengingat suaminya yang telah tiada.
"Alhamdulillah ya Allah..."
"Hiksss hiks hiks... akhirnya lahir anakku yang tampan ini sebagai pengganti ayahnya."
"Mas Kenzie, anak kita sudah lahir mas. Dia tangan seperti dirimu."
Saat Berliana memeluk tubuh kecil bayinya untuk pertama kali, ia merasakan kehangatan dan kelembutan tubuh bayinya yang membuat hatinya bergetar. Ia merasakan betapa besar kasih sayangnya pada bayinya yang ia tunggu selama sembilan bulan itu. Dia merasa bersyukur atas kehadiran anaknya dan merasakan kebahagiaan yang sulit digambarkan dengan kata-kata.
Namun, saat Berliana memandangi wajah putranya yang mirip dengan suaminya, ia tidak bisa menahan air matanya untuk menetes. Ia merasakan kepedihan yang mendalam karena suaminya telah meninggalkan dunia ini sebelum sempat melihat wajah putranya yang baru lahir. Dia merasa sedih dan merindukan sosok suaminya yang tidak akan pernah melihat putra mereka tumbuh besar dan berkembang.
Meskipun perasaannya bercampur aduk, Berliana tetap berusaha untuk merayakan kehadiran putranya dan memperjuangkan kebahagiaan putranya dengan segenap hati. Ia akan berusaha untuk menjadi ibu yang terbaik bagi anaknya dan menjaga kenangan suaminya tetap hidup dalam hatinya serta dalam kehidupan putranya.
"Sayang. Bunda akan memperjuangkan kebahagiaan dan kesejahteraan untukmu. Hidup bunda hanya untukmu, sayang."
Berliana menciumi pipi anaknya berkali-kali, mengungkapkan rasa bahagia dan keharuan yang datang bersamaan.
Ketika Berliana melahirkan bayi laki-laki yang tampan, Kenzie Zafran, semua orang ikut merasa senang dan bahagia. Setelah berbulan-bulan menantikan kelahiran bayi tersebut, akhirnya Berliana berhasil melahirkan anaknya dengan selamat.
__ADS_1
Tentunya kehadiran bayi tersebut membawa harapan dan kebahagiaan bagi semua orang di sekitarnya, khususnya untuk keluarga pihak ayahnya Kenzie yang selama ini merawat Berliana setelah ditinggal mati suaminya.
Namun, kebahagiaan ini juga diiringi dengan rasa kasihan, karena Kenzie Zafran sudah menjadi yatim sejak berada di dalam kandungan Berliana. Kehadiran almarhum suami Berliana hanya menjadi kenangan yang terus menghantuinya setiap hari.
Bahkan neneknya, mamanya Kenzie, justru tidak mau mengakui Berliana dan anaknya sejak awal, yang semakin menambah kesulitan dalam hidup Berliana. Tapi kehidupan Juwita juga jadi terpuruk mengingat semua kesalahan yang dilakukannya sendiri tapi dia tidak pernah mengakui kesalahannya.
Meskipun demikian, Berliana tetap berusaha untuk merawat anaknya dengan sebaik-baiknya. Dia menyadari bahwa dia tidak bisa mengubah masa lalu, tetapi dia bisa memastikan bahwa putranya memiliki masa depan yang cerah. Dia harus bisa bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan anaknya, meskipun itu berarti dia harus mengorbankan banyak hal dalam hidupnya.
Burhan dan Hartanti datang menemani Berliana, meskipun sebenarnya mereka berdua menemani Berliana saat proses melahirkan bayinya. Tapi karena Berliana tampak sehat dan tidak terjadi sesuatu, maka mereka berdua pulang terlebih dahulu dan saat ini sudah tiba kembali di rumah sakit.
"Berliana, selamat ya atas kelahiran bayimu ini! Dia sangat tampan seperti ayahnya." Hartanti mengucapkan selamat untuk kedua kalinya, setelah beberapa waktu yang lalu saat Berliana baru keluar dari ruang bersalin.
"Terima kasih, Tante. Liana sangat bahagia bisa melahirkan dia dengan selamat." Mata Berliana kembali berkaca-kaca mengingat semua perjuangannya saat melahirkan.
Sekarang, Burhan yang mengucapkan selamat setelah istrinya.Dia turut berbahagia dengan kelahiran cucu keponakannya itu.
"Amin ya Allah, terima kasih banyak Om Burhan. Liana akan berusaha untuk memberikan yang terbaik untuknya."
Berliana sadar jika dia tidak sendirian dalam perjuangannya. Keluarga dan teman-temannya, seta Abah kyai Jalil selalu ada di sisinya dengan doa-doa yang mereka memberikan sebagai dukungan dan bantuan yang dia butuhkan. Mereka tahu bahwa kehadiran bayinya adalah berkah, dan mereka berjanji untuk membantu membesarkannya dengan baik.
"Alhamdulillah... Selamat atas kelahiran bayimu ini, Berliana. Abah sangat bahagia dan bangga denganmu."
Abah kyai Jalil mengucapkan selamat pada Berliana, saat dia datang menjenguknya di rumah sakit. Abah kyai Jalil tidak datang sendiri, tapi ada beberapa teman Berliana, untuk menghiburnya.
__ADS_1
"Terima kasih, Abah. Liana berharap putraku ini akan menjadi anak yang menyenangkan dan membanggakan bagi keluarga kami."
"Aamiin... aamiin ya rabbal alamin..."
"Mbak Berliana, selamat atas kelahiran putramu yang tampan! Semoga keluargamu selalu diberkahi dan dilindungi."
"Berliana, selamat atas kelahiran bayimu ini! Aku sudah siap menjadi pengasuh bayi andalanmu nih!"
Semua orang tertawa senang mendengar candaan teman-temannya Berliana.
"Amin ya Allah, terima kasih banyak semuanya. Saya merasa sangat beruntung bisa memiliki putra seperti ini."
"Terima kasih, pada kalian semua. Aku pasti akan membutuhkan bantuan dalam merawat bayiku ini. Aku sangat berterima kasih."
Setiap kali seseorang melihat bayinya, mereka tidak bisa menahan senyum bahagia. Dia adalah bayi yang penuh harapan dan keceriaan, dan dia membawa kebahagiaan bagi semua orang yang mengenalnya.
Kehadirannya membuat orang-orang menghargai hidup dan merayakan setiap momen kecil yang membawa kebahagiaan.
Orang-orang di sekitar Berliana dan putranya, mengucapkan rasa syukur dan bahagia karena memiliki kebahagiaan dalam hidup mereka. Mereka tahu bahwa kehidupan tidak selalu mudah, tetapi mereka memilih untuk tetap fokus pada kebaikan dan kebahagiaan yang hadir di antara kesulitan yang dihadapi.
Dalam setiap langkah yang Berliana ambil untuk merawat anaknya, dia selalu diiringi oleh dukungan dan cinta dari keluarga dan teman-temannya. Mereka bersatu untuk membentuk lingkaran cinta dan kebahagiaan, di mana putranya akan selalu menjadi fokus dari perhatian dan kasih sayang mereka.
Kehadiran putranya adalah sebuah keajaiban, yang membawa kebahagiaan dan harapan bagi semua orang. Meskipun dia dilahirkan sebagai yatim, dia tidak pernah merasa sendirian atau terlupakan, karena dia selalu dikelilingi oleh cinta dan perhatian dari orang-orang di sekitarnya.
__ADS_1
Setiap kali orang melihat putranya Kenzie Zafran, mereka tahu bahwa hidup memiliki banyak hal yang harus disyukuri. Kehadirannya membawa kebahagiaan dan harapan, dan cita-cita yang ingin diraih di masa yang akan datang.