Mertua, Anak Dan Menantu

Mertua, Anak Dan Menantu
Berliana Dan Juwita


__ADS_3

Sebenarnya, kisah cinta yang dijalani Nur Berliana Putri dan Kenzie Zafran sangatlah indah, karena selain melalui perjodohan, tentu saja pak kyai Jalil tidak sembarangan dalam menawari Kenzie dengan gadis pilihannya.


Pak kyai Jalil melakukan ibadah khusus untuk mengurus perjodohan mereka hingga akhirnya mendapatkan petunjuk. Namun, cinta itu terhalang oleh sikap ibu mertua Berliana, yaitu mamanya Kenzie, yang tak menerima keberadaan Berliana sebagai menantu. Meski begitu, Berliana tetap sabar dan berserah diri dengan nasibnya.


"Aku tidak tahu kebaikan dan kebahagiaan apa yang menunggu di depan sana. Tapi aku menyakini bahwa pernikahan ini adalah ibadahku."


Begitulah Berliana menyemangati dirinya sendiri, jika mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari mama mertuanya.


Berliana sendiri sebenarnya telah berusaha untuk mendapatkan hati ibu mertuanya. Dia telah memperlihatkan sikap yang baik dan selalu berusaha untuk memenuhi keinginan ibu mertuanya, dengan patuh pada perintah dan permintaan mamanya Kenzie. Namun, semua yang sudah dia lakukan tak kunjung membuahkan hasil. Mamanya Kenzie tetap saja tidak suka dengan Berliana.


Sikap mama mertua Berliana menjadi masalah besar dalam hubungan mereka. Kenzie menjadi bimbang dan tidak tahu harus berbuat apa. Dia mencoba untuk membela Berliana, namun mamanya terus saja menolak keberadaan Berliana di keluarga mereka.


Berliana tetap sabar dan mengalah. Dia menyadari bahwa dia tidak bisa memaksa orang untuk menyukainya. Meski begitu, Berliana terus berusaha untuk memperlihatkan sikap baik dan mencoba menunjukkan bahwa dia adalah orang yang baik dan tepat mendampingi Kenzie.


Namun, keadaan semakin rumit ketika Juwita, mamanya Kenzie mulai mempengaruhi Kenzie secara langsung dan terus menerus. Dia terus memberikan saran dan nasihat kepada Kenzie agar meninggalkan Berliana, kemudian menikah lagi dengan perempuan yang dia pilihkan. Namun, Kenzie tetap mempertahankan pernikahannya dengan Berliana.


Berliana dan Kenzie terus berjuang untuk mendapatkan restu dari keluarga, terutama mamanya Kenzie. Mereka berusaha untuk memperlihatkan bahwa mereka serius dengan hubungan mereka dan siap untuk menghadapi masalah bersama-sama. Namun, semuanya tetap saja sulit.


Sikap Juwita justru semakin menjadi-jadi. Dia mulai memberikan ancaman dan meminta Kenzie untuk meninggalkan Berliana. Namun, Kenzie tetap teguh pada pendiriannya. Dia mencintai Berliana dan tidak mau kehilangan wanita yang sangat dicintainya itu.


"Ma, ada baiknya kami hidup memisahkan diri untuk sementara waktu." Kenzie memutuskan untuk hidup keluar dari rumah besarnya ini.


Perjalanan hidup mereka setelah menikah memang tidak mudah, dan Kenzie menyadari semua itu Mereka harus menghadapi banyak masalah dan rintangan. Namun, Berliana tetap sabar dan teguh pada pendiriannya. Dia tahu bahwa hubungan dan ikatan pernikahannya baru saja dimulai. Kedepannya masih ada banyak rintangan yang lain.

__ADS_1


Juwita seringkali mengabaikan keberadaan Berliana saat berkumpul dengan keluarga. Ibu mertuanya itu seringkali tidak memperhatikan Berliana dan merasa tidak nyaman ketika Berliana ada di antara mereka.


"Pergilah sana, bantu di belakang saja!"


Itu adalah salah satu perkataan Juwita yang menyakitkan hati Berliana. Dia juga memberikan pandangan sinis dan tatapan tajam pada Berliana ketika berbicara atau ketika dia berada di dekat istrinya.


Juwita seakan-akan merasa cemburu saat melihat Kenzie dekat dengan istrinya sendiri.


Juwita juga seringkali mengkritik penampilan dan kebiasaan Berliana secara langsung, tanpa peduli dengan perasaan Berliana. Mama mertuanya itu pernah berkata, "Kamu itu terlalu gemuk dan tidak bisa menjaga diri dengan baik. Jadi jangan salahkan Kenzie jika suatu saat nanti tergoda dengan perempuan lain. Hushhh!"


Bahkan Juwita juga menyebut Berliana dengan julukan yang tidak sopan dan merendahkan. Ibu mertuanya pernah menyebut Berliana sebagai "anak kampung" dan berkata bahwa dia tidak pantas menjadi bagian dari keluarga mereka.


"Dasar kampungan, tidak punya pendidikan."


"Kamu hanya ingin menikah dengan Kenzie karena keuangannya yang selalu lancar, bukan?"


Perlakuan Juwita juga sangat ekstrim. Dia menolak membantu atau mendukung Berliana dalam hal apapun, baik secara finansial maupun emosional. Ibu mertua Kenzie seringkali tidak mau membantu Berliana dalam hal apapun dan selalu memberikan alasan yang tidak jelas, padahal saat itu Berliana juga sedang kerepotan dan memerlukan bantuan.


Selama ini Berliana hanya bisa berdoa, meminta kekuatan dan kesabaran agar kuat menghadapi semua perlakuan mama mertuanya.


Ketika dihadapkan pada perilaku yang tidak menyenangkan dari ibu mertuanya, Berliana memilih untuk berdoa sebagai cara untuk mengatasi rasa sakit hatinya dan menjaga ketenangan batinnya. Dia memanjatkan doa kepada Tuhan agar memberikan kekuatan padanya untuk bersabar dan menjaga hatinya tetap baik.


"Ya Allah, kuatkan hamba agar tidak selalu mengeluh."

__ADS_1


"Berikan hamba kesabaran yang luas dan mendalam, ya Allah..."


Berliana yang menghadapi perlakuan kasar dari ibu mertuanya dengan sabar hanya bisa berdoa dan tidak merespons dengan kekasaran yang sama. Dia tidak menunjukkan tanda-tanda kegelisahan atau kemarahan dan terus berusaha untuk tetap tenang dan terkendali.


Dan sikapnya inilah yang membuat Juwita semakin kesal dan tersinggung.


Berliana juga tidak pernah membalas dengan perlakuan yang sama terhadap ibu mertuanya, dia tetap berbicara dengan sopan dan menunjukkan rasa hormat kepada ibu mertuanya meskipun dihadapkan pada situasi yang tidak menyenangkan.


"Mungkin mama hanya cemburu karena mas Kenzie membagi perhatiannya denganku, bukan hanya untuk mamanya seorang."


Berliana mencoba memahami bahwa ibu mertuanya, yang mungkin saja merasa cemas dan tidak nyaman dengan keberadaannya, karena dia merasa bahwa Berliana tidak memenuhi ekspektasi mama mertuanya. Berliana berusaha untuk memahami pandangan ibu mertuanya, bahkan jika itu tidak selalu mudah.


Meskipun semuanya terasa sulit, Berliana tetap mencoba berbicara dengan baik kepada mama mertuanya dan meminta maaf jika ada hal yang membuat mama mertuanya merasa tidak nyaman. Dia berbicara dengan hati-hati dan berusaha memperbaiki hubungannya dengan ibu mertuanya.


"Maaf, Ma. Mama mau dimasakkan apa siang nanti?" tanya Berliana, mencoba untuk memulai pembicaraan. Sayangnya Juwita hanya melengos dan tidak menjawab pertanyaan Berliana tadi.


Berliana mencoba untuk mengambil sikap positif dalam menghadapi situasi yang sulit dengan ibu mertuanya. Dia berusaha untuk memandang hal-hal dari sudut pandang yang lebih positif dan mencari cara untuk membuat hubungannya dengan mama mertuanya menjadi lebih baik.


Meskipun terkadang hasilnya tidak sesuai dengan harapannya, Berliana terus berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan mama mertuanya. Dia tidak menyerah dan terus berusaha untuk menciptakan hubungan yang lebih baik antara dirinya dan mama mertuanya.


"Semoga suatu saat nanti mama bisa bersikap baik padaku." Berliana bergumam penuh harap.


Dengan cara ini, Berliana ingin menunjukkan sikap yang baik dalam menghadapi situasi sulit dengan mama mertuanya. Meskipun dia tidak bisa mengubah perilaku mama mertuanya, dia tetap memilih untuk mempertahankan sikap baik dan mencari cara untuk memperbaiki hubungan mereka.

__ADS_1


__ADS_2