Mertuaku Adalah Sahabatku

Mertuaku Adalah Sahabatku
Ayu ningtiayas


__ADS_3

Aku adalah seorang gadis yang sudah cukup matang, Aku sebagai manager marketing di sebuah perusahaan.


Aku anak tunggal dari pasangan Ibu seorang guru yang bernama Ibu Ida Ayundari Bapak sebagai Pns yang bernama Bramantyo yang biasa dipanggil Pak TYo.


Kehidupanku dari kecil tidak kekurangan juga tidak berlebihan. Aku sekolah dari Tk sampai ke perguruan tinggi.


Aku dulu pernah punya sahabat dari semasa sekolah Sma, Dia laki laki yang usia beda denganku 4 tahun.


Kami tidak sengaja bertemu. Saat itu dia lagi terburu buru hampir motornya menyerempet ku.


Semenjak pertemuan itu aku jadi dekat sebab dia pacarnya temanku yang bernama Lusi. Lusi bukan teman dekat tapi satu kelas saja.


Aku orangnya sulit untuk berteman dengan wanita. Entah apa penyebabnya.


Karena seringnya Andra menjemput Lusi, dan suka ketemu Aku juga akhirnya kami jadi lebih dekat dan bersahabat.


Awal kedekatan kami disebabkan karena Andra dan Lusi buat masalah.


Saat itu kami akan mengikuti ujian, Lusi telat datang bulan. Dia menangis sepanjang hari.


Andra minta tolong sama aku untuk membujuk lusi dan menanyakan apa penyebabnya.


Ya karena aku kasihan juga sama mereka terpaksa aku lakukan demi sahabatku itu.


Andra itu penyayang, cuma masalahnya dia itu agak bebas kehidupannya. Sehingga pacarnya Lusi yang masih sangat belia harus jadi korban.


Aku datang ke rumah Lusi. Dan mendekati Lusi secara perlahan. Mencoba mengorek kenapa dia sampai sehancur itu.


Lusi menangis sambil memeluk aku. Lusi orang yang kurang berada, dia harapan Ibunya sati satunya. Ibunya buruh cuci keliling. Ayah Lusi sudah lama tiada.


Lusi akhirnya terbuka sama aku. Aku saat itu yang juga masih remaja syok berat. Gimana aku mau ngasih solusi hal yang seperti itu bagiku sangat tabu.


Mungkin boleh dikatakan kalau aku ini rada cupu lah dalam pergaulan.


Penampilan ku saja tidak ada menarik menariknya saat itu. Kaca mata yang tebal dan bulat besar hampir memenuhi wajahku.


Rambutku hitam lurus, panjang sebahu dan memakai puni di depan. Ah kalau melihat ku saat itu bikin ilfil. Maka dari itu aku tidak punya teman.


Berbeda dengan Lusi yang cantik dan ayu. Selain pintar Lusi juga hamble banyak yang suka padanya.


Andra lah pemenangnya. mendapatkan hati Lusi, namun aku tidak tau awal mereka bisa pacaran dan sampai kejauhan. Sementara sekarang mau menghadapi ujian akhir.


Lusi akhirnya menceritakan tentang kehamilannya, aku rekam semua pembicaraan Lusi dan aku kirim sama Andra.


Andra bingung dia baru semester 6 kedokteran, seandainya dia berterus terang pada orang tuanya bisa jadi Andra akan di coret dari kartu keluarga.


Andra orang cukup berada orang tuanya punya sebuah perusahaan, entah perusahaan apa aku tidak terlalu pengen tau masalah hidup Andra. Yang aku tau Andra adalah calon dokter.


Aku jadi sedikit ilfil sama dia, kenapa dia kok bisa bisanya tidak bisa menjaga diri dan jiga pacarnya. Kalau sudah hamil bingung deh.

__ADS_1


Andra minta tolong sama aku yang masih oon. Mana aku tau harus melakukan apa coba. Persoalan hidupku saja aku rumit apa lagi harus ngurusin hidup orang.


Duku Lusi juga kurang sama aku karena aku si cupu yang tidak pernah banyak bicara.


Tapi jangan salah kemampuan belajarku yang sangat cerdas yang selalu jadi tertinggi di kelas.


Karena aku bingung, terus aku menyarankan sama Lusi suruh konsen dulu menghadapi ujian yang akan diadakan bula depan.


Nanti setelah beres ujian baru kita pikirkan solusi kedepannya. Yang penting Lusi dapat ijazah dulu toh hamilnya belum terlihat.


Itu saranku dan Andra menyetujuinya. Nah aku sarankan juga Andra jangan datang dulu sama Lusi biar Lusi konsentrasi belajar.


Tidak kusangka mereka mengikuti saranku.


Singkat cerita, kelar ujian itu. Kami lulus dan sudah pasti Akulah juaranya.


Aku melupakan Lusi dan Andra saat itu karena saking senangnya mau masuk perguruan tinggi di Bandung.


Aku tinggal di kota Jakarta dan aku punya cita cita kuliah di kota Bandung, yang kata orang sangat sejuk daerahnya, juga ramah ramah orangnya.


Pergilah aku ke kota Bandung sebab aku diterima di sebuah perguruan tinggi negri di kota Bandung.


Andra sering telpon aku hanya menanyakan kabar. Dan aku pun menanyakan tentang kelanjutannya hubungan dengan Lusi.


Ternyata mereka menikah di awah tangan dulu selama mereka kuliah. Dan hanya disaksikan Ibunya Lusi. Keluarga Andra belum ada yang tahu.


Aku menyelesaikan kuliah dengan singkat. Sebab Aku mengambil jurusan yang menurut aku sangat gampang yaitu Ekonomi.


Singkat cerita aku selesai kuliah S 1 aku sekarang menjadi seorang sarjana.


Belum banyak yang berubah, setelah selesai Kuliah aku masuk di sebuah perusahaan aku keterima sebagai staf marketing awalnya.


Karena prestasi aku yang sangat cemerlang maka aku naik terus jabatannya. sampai aku sekarang ini jadi seorang manager marketing.


Dan aku pun sudah melanjutkan kuliah kejenjang yang lebih tinggi untuk menunjang karierku.


17 tahun sudah berlalu saat aku lulus sekolah dulu masa sma, Aku sudah lama tidak pernah tau kabarnya lagi tentang sahabatku itu.


Dulu saat waktu di Bandung masih suka bertukar kabar, atau kalau aku pulang ke Jakarta masih suka ketemu mereka.


Dan aku pun pernah bertemu dengan anak mereka. Cakep muka nya lebih mirip ke Lusi yang memang udah cantik dari lahir. Tidak seperti aku.


Saat ini ditempat kerjaku ada penerimaan anak magang anak smk.


Semua anak magang yang bagian marketing harus semua sepengetahuanku.


Nah masuklah 5 orang yang di aku acc yang memenuhi standar masuk ke perusahaan sekalipun itu hanya magang. Tetap ada penyaringan.


Diantara 5 orang itu ada yang bernama Aswin.

__ADS_1


Dia anaknya lincah dan gampang sekali diarahkan.


Karena kecerdasannya dia sering ku ajak untuk promosi, aku ajarkan dia cara marketing, supaya berhasil.


3 bulan sudah berlalu anak magang selesai.


Dan aku kasih nilai tinggi semua agar mereka bisa masuk ke perguruan tinggi dengan mudah. Dan jika untuk bekerja pun bisa dijadikan modal


Seiring berjalannya waktu Aswin kini keterima di sebuah perguruan tinggi yang bagus. Namun dia sering curhat sama aku karena dia selalu bertentangan dengan orang tuanya.


Dia anaknya suka berdagang, dia sekolah saja sambil berdagang online, dia cerdas dalam memasarkan apa saja.


Kami cocok sebab kami punya kesamaan yaitu sama sama suka dagang, apa aja ditangan kami bisa jadi uang dan menguntungkan.


Tidak sedikit teman yang punya sebuah tempat produksi meminta bantuan sama aku.


Sebab aku pandai memasarkan produk apa saja.


Suatu hari Aswin main ke rumah pas hari libur, Dia juga tidak lagi kuliah. Dia ngajak join sama aku dan temannya juga, ada beberapa temannya yang ingin kenal sama aku karena cerianya Aswin. Padahal aku sangat sulit bergaul. Tapi aku bisa bicara kalau saat dagang saja. Tapi untuk ngobrol yang lain kaya kehabisan ide saja.


Nah disinilah kami, disebuah kafe yang cukup terkenal bagi kaula muda, padahal aku sudah tidak muda lagi, tapi karena gaulnya sama Aswin aku jadi terbawa seolah muda kembali.


Kami berunding untuk menetapkan brad yang akan kita pasarkan. Aku sungguh takjub dengan semua pemikiran mereka yang sangat brilian, Ide idenya pantas ku acungi jempol.


Aku ngasih saran ya sekedarnya sebab mereka sudah lebih hebat cara berpikirnya.


Namun sekalipun mereka itu cerda cerdas tetap mereka menghargai aku. Mereka selalu minta pendapatku saat mereka mau meluncurkan sebuah produk. Aku bahagia punya teman mereka.


Aku ada sedikit penyesalan kenapa aku tidak dari dulu nyari teman. Tapi ya sudahlah memang harusnya begini dan waktu tidak bisa diulang.


Kalau ada reuni Sma aku jarang mengikuti, aku minder, malu, orang sudah pada bawa pasangan dan anak sementara aku sendiri terus.


Ya memang karena penampilanku yang cupu ini tidak ada laki laki yang mau sama aku.


Aswin selalu memberi dukungan sama aku, malah dia pernah ngajak aku ke salon dan ingin merubah sedikit penampilanku.


Didukung sama teman temannya. Dia sudah menganggap aku Ibunya kali ya, mereka sangat perhatian sekali sama aku.


Sampai sampai mereka suka bergantian antar jemput aku kerja.


Sungguh aku sangat terharu pada mereka, akupun tidak sayang dengan uangku jika mereka butuh aku selalu memberinya.


Singkatnya hubungan kami sangat harmonis.


Lucu memang temanku yang menemani hari hariku anak usia 20 tahun Laki laki 3 orang.


Aku seperti punya anak saja langsung 3 dan langsung gede. Jujur saja hidupku kini seakan berwarna dengan hadirnya mereka di hidupku.


Giman kelanjutan hubunganku yu kita nantikan bab berikutnya. Selamat membaca

__ADS_1


__ADS_2