
Sepulang dari Jakarta, Aswin memboyong anak dan istrinya di rumah tempat dia tinggal di Kalimantan.
Penuh dengan drama saat Aswin memberitahu pernikahannya pada Pak Arga.
Pak Arga dan istrinya mengurus Luky dari bayi, bagaimanapun mereka sudah sangat dekat, kasih sayang tidak bisa diragukan lagi. kini harus berpisah sekalipun masih satu kota. Namun bagi Pak Arga sangat menyiksa.
Saat masih satu rumah dengan Ayu, Pak Arga selalu mengajak jalan jalan Luky di waktu libur. Rasa sedih itu tidak bisa ditutupi. Namun Pak Arga sadar Luky butuh kasih sayang yang utuh dari orang tuanya. Sebelum Luky masuk sekolah dasar. Pak Arga takut jika Luky besar pasti banyak yang nanya kemana Papahnya .
Oleh sebab kesadaran Pak Arga, akhirnya dengan berat hati Pak Arga dan keluarga mengikhlaskan kepergian Ayu dan Luky, yang sudah dianggap anak dan cucu disaat pertama kali datang.
Disinilah sekarang Ayu dan Aswin berada. Ayu meminta kamar berbeda dengan Aswin. Ayu masih ada rasa takut bersama Aswin, dia menguatkan perasaannya supaya terkendali, dia takut traumanya akan muncul.
Aswin memaklumi semua yang Ayu minta, sebab Aswin yang menyaksikan bagaiman Ayu depresinya setelah kejadian itu, sekalipun Aswin tidak tau kalau Ayu ada Trauma lainnya.
Namun Aswin bertekad akan meluluhkan hati Ayu, Aswin yang muda dan energik semakin membuat Ayu semakin tidak percaya diri namun bagi Aswin semua itu tidak berarti.
Aswin sangat memuja Ayu, dimatanya Ayu adalah sosok yang sangat mengagumkan,
Ayu yang pendiam, tidak pernah neko neko.
Tapi kalau sudah bekerja dia sangat serius dan totalitas yang membuat dia mampu mengembangkan perusahaan yang menaungi dia.
Jabatan Ayu sekarang adalah Direktur keuangan. Kariernya sangat cemerlang, Dia betul betul sungguh profesional. Ayu dapat banyak penghargaan juga bonus bonus yang ia dapat, semua Atu tabung buat masa depan Luky, dan juga dia bagi untuk membantu keluarga Pak Arga. Ayu orang yang mudah memberi bantuan sama orang dan tanpa pamrih, sekalipun dia sangat sulit membuka diri pada orang baru. Namun Dia akan sangat baik jika sudah mengenalnya.
Dalam hidupnya bisa dihitung jari temanya. Malah sahabatnya itu hanya Andra saja. makanya Andra sangat menyayanginya.
Selama Ayu menghilang Andra selalu mencari tau dimana dia.
Andra lah satu satunya orang yang jadi teman curhatnya, begitupun Ayu tempat mencurahkan berbagai masalahnya Andra.
Hubungan persahabatan mereka sangat indah. Yang membuat Andra sulit bertemu Ayu adalah Lusi. yang sangat tidak suka kedekatan Ayu dan Andra.
Namun Andra selalu punya cara untuk menemuinya. Lusi sering menjegal rencana Andra bila Andra ingin menemui Ayu. Malah Lusi pernah memfitnah Ayu, dan mencoba menghasut Andra. Lusi mengatakan kalau Ayu mencintai dan ingin menikungnya.
Andra yang tau sifat Ayu tidak terhasut, malah membuat jarak semakin jauh sama Lusi. Cintanya yang besar lama lama di makan waktu dan terkikis habis.
Pagi Pun datang, Ayu sudah siap semuanya, Makanan sudah siap di meja makan, Luky sudah mandi, dan sudah duduk dimeja makan. Aswin masih dikamarnya masih berpakaian. Setalah selesai Aswin datang kemeja makan, ada kecanggungan diantara mereka, hanya Luky yang terus berceloteh.
__ADS_1
" Bunda uki suka ada Ayah, uki bahagia sekali bisa bersama Ayah " Luky mengungkapkan perasaanya pada Bundanya.
" Oh iya, berarti Luky tidak suka ya kalau ada Bunda " Canda Ayu.
" Uki sayang Bunda dan Ayah, jadi Uki mau sama Ayah dan Bunda " ujar Luky lagi.
" Iya sayang jangan khawatir ya, sekarang Ayah akan selalu bersama Luky dan Bunda " jawab Aswin.
" Ye ye Uki punya Ayah sekarang " tiba tiba Luky bersorak.
Hati Ayu mencelos, selama ini berarti Luky butuh Ayahnya. Mungkin dulu Ayu berpikir kalau Ayu saja cukup buat Luky, ternyata berbeda dengan Luky dia butuh sosok Ayah.
Aswin dan Ayu mau berangkat kerja , Luky dititipkan ke Pak Arga untuk sementara selama Ayu belum mendapat pengasuh buat Lusi. Ayu terpaksa berangkat lebih pagi supaya bisa mengantarkan Luky dulu.
Sementara Aswin pergi dengan motornya. Aswin belum mempunyai Mobil, Aswin juga masih memakai fasilitas kantornya.
Berbeda dengan Ayu, dia mendapatkan kendaraan beroda empat dari bosnya, karena prestasinya. Untuk rumah Ayu masih menabung untuk membelinya.
Berarti mereka sekarang tinggal di rumah inventaris kantor Aswin. Ayu yang bukan perempuan matre tidak pernah mempermasalahkan itu semua. Sifat Ayu yang penyayang dan pengertian inilah yang membuat Aswin semakin mencintainya.
Hari hari terus bergulir tidak terasa 3 bulan sudah mereka bersama. Namun hubungan mereka masih belum ada kemajuan kalau masalah nafkah batin, tapi kalau masalah yang lain mereka sudah kaya dulu lagi. Ayu yang sangat memperhatikan Aswin, dari mulai penampilannya juga makanan kesukaannya.
Aswin banyak digilai gadis diluar sana. Termasuk rekan kerjanya. Namun Aswin tak sedikitpun tertarik dengan mereka. Banyak yang melemparkan tubuhnya ke ranjang Aswin namun tidak ada yang berhasil membuat Aswin menidurinya.
Aswin sudah sangat mencintai istrinya sekalipun mereka berdua belum pernah tidur satu kamar, kecuali kalua Aswin sakit atau sebaliknya. Aswin selalu tidur bersama Luky.
Andra menelpon Ayu, kebetulan Andra mau menghadiri seminar yang diadakan di kota Ayu tinggal , sekalian dia mau menjenguk anak cucunya.
Andra tiba sekitar jam 10 pagi, acaranya besok pagi jam 9. Jadi Andra ada waktu satu hari bisa bersama Ayu dan keluarganya.
Andra dijemput Ayu, sesampainya di rumah Ayu dan Andra ngobrol banyak hal tentang kisah Ayu dan kehamilan Ayu, Andra ingin tau semua dan Ayu dengan suka rela menceritakannya.
Tidak ada lagi kecanggungannya. Malah Ayu merasa mendapatkan kembali sahabat yang pernah hilang, Ada rasa bahagia yang tidak bisa Ayu gambarkan. Andra yang penyayang membuat Ayu sangat nyaman di buatnya.
Ayu menceritakan saat pertama kali dia pergi ke Kota Kalimanatan seorang diri dengan hati yang hancur juga mental yang tidak stabil. Namun saat dia naik kendaraan umum dia pingsan, dia ditolong sama orang baik yaitu pasangan suami istri Bapak Arga dan Istrinya.
Selanjutnya Ayu dibawa ke klinik yang terdekat. Disitulah Ayu tau dia mengandung.
__ADS_1
Ayu semakin stres, dia seorang diri di kota orang yang tidak tau siapapun.
Namun berkat kebaikan Pak Arga dan Istri akhirnya Ayu dibawa pulang ke rumahnya.
Disitulah Ayu kenapa bisa tinggal di rumah Bapak Arga dan Istri. Sampai Ayu bekerja pun mereka yang mendukung semuanya sampai melahirkan seorang anak.
Ayu pun seolah menemukan orang tua kembali, Bapak Arga dan Istri sangat menyayangi Ayu. mereka keluarga sederhana, Pak Arga hanya seorang buruh tani Istri punya warung kecil kecilan.
Untuk membalas kebaikan mereka semua Ayu lah yang membantu keuangan mereka, sampai suatu hari Atu mendapatkan bonus dari bosnya, Ayu mempergunakan untuk merenovasi rumah Bapak Arga, dan menambah kamar buat Ayu. Dan Ayu membeli sebidang tanah yang sangat dekat dengan rumah Bapak Arga. Dan dipakai berkebun oleh Pak Arga.
Mereka selama 5 tahun hidup rukun saling mencintai, menyayangi, dan datanglah Aswin yang memisahkan mereka. Namun Ayu bilang sama Pak Arga kalau dia akan tetap menjadi orang tua Ayu. Dan tiap bulannya Ayu tetap memberikan sebagian gajinya buat keluarga Pak Arga.
Hubungan mereka sangat harmonis sampai saat ini. Yang bukan siapa siapa bisa menjadi anak yang menyayanginya sementara yang benara benar darah dagingnya entah kemana.
Ya benar Anaknya Pak Arga sudah lama tidak pernah kembali. Tidak ada kabar sampai saat ini.
Andra mendengarkan dengan seksama, sesekali mengusap ujung matanya. dia sangat sedih mendengar penderitaan sahabatnya itu. Andra ingin memeluknya namun dia sungkan, sahabatnya kini sudah menjadi menantunya. Mau tidak mau dia harus menghormatinya.
Andra berjanji mau jadi mertua yang baik bagi Ayu. Mendengar janji itu Ayu tersenyum ingat ucapan ya dulu saat ketemu bertiga sama Andra dan Lusi mereka membawa Aswin kecik waktu itu.
" Yu kamu belum punya pacar " tanya Andra saat itu.
" belum nanti aja nunggu anak kamu gede " itu jawaban candaan Ayu.
" jangan bercanda yu nanti ke tulisan " jawab Andra lagi waktu itu, Lusi yang menyimak hanya menekuk wajahnya tidak suka.
" Dra jadi ingat ya kata candaan waktu di kafe"
" Ya ingat lah, makanya kamu jangan banyak bercanda tuh " jawab Andra.
" eh ngomong ngomong, masa kamu manggil nama sih sama mertua kamu, gini gini aku ini mertua kamu loh, hargai aku yu sedikit" kelakar Andra.
Ayu hanya tertawa dia juga bingung mau manggil apa coba. Masa manggil Papah, Ayah atau apalah itu semua serasa tidak mungkin banget.
' tidak apa apa Dra pengecualian buat aku, manggil mertua dengan nama " jawab Ayu sambil tertawa terbahak bahak.
Itu tawa Ayu yang pertama setelah hilang beberapa tahun lamanya.
__ADS_1
Bagaimana kisah Ayu selanjutnya, nanti kita tunggu bab yang berikutnya ya.
Makasih yang setia menunggu.