
Andra mengajak istrinya Vina datang berkunjung ke Kalimantan, Ada yang Andra ingin tahu. Apa maksud Lusi tiba tiba memutuskan mau tinggal bersama Ayu dan Aswin.
Andra pergi naik pesawat jam 9 pagi, sampai di tempat Aswin abis Dzuhur.
" Assalamualaikum" Andra dan Vina mengucapkan salam.
" Walaikumsalam" jawab orang yang didalam.
Saat pintu terbuka Andra terkejut kenapa ada Lisa di rumah Ayu. Sebab Andra tahu kalau Lisa yang akan dijodohkan sama Aswin oleh Lusi.
" Kenapa kamu ada disini" selidik Andra.
" Aku kan di rumah calon Suamiku pah " jawab Lisa dengan percaya diri yang tinggi.
" Siapa yang mengijinkan kamu disini, Aswin sudah punya istri, tidak mungkin dia mau menikah lagi" ujar Andra geram.
" Pah kalau mau ngomong itu ngaca dulu, emang papa nikah lagi kan" ucap Lisa semakin berani.
" Aku menikah lagi ada alasan, kanapa kamu yang jadi ikut campur urusanku " Andra semakin sewot.
" pah, mamah yang menyuruh aku disini, dan Mamah punya alasan untuk menikahkan Aswin denganku " jawab Lisa semakin berani saja.
Andra masuk ke dalam rumah sambil berteriak nyari orang yang ada di rumah.
" Lusi, Lusi kamu keluar, cepat " teriak Andra.
Andra tidak mencari Aswin dan Ayu, sebab Andra sangat tau mereka sedang bekerja hari ini bukan hari libur.
Tapi Andra tidak bisa sembarangan pergi dia seorang Dokter begitupun Istrinya yang tidak bisa ngambil libur kapan saja.
Sekarang mereka ke Kalimantan sekalian sebab istrinya ada panggilan untuk jadi pembicara di suatu acara.
Lusi keluar dengan baju yang sangat seksi, dia baru saja menghabiskan waktunya dengan berondong nya yang dia beli.
" Ya ampun Lusi, kenapa kamu semakin kesini semakin parah, apa yang kamu lakukan dirumah Aswin?" tanya Andra dengan perasaan sangat marah.
" ini rumah anakku, kenapa kamu bertanya aku sedang apa, bebas dong aku kan tidak merepotkan kamu " jawab Lusi tambah sewot, sebab dia melihat Vina disitu.
"Lisa kamu ambil minum buat tamu kita" perintah Lusi mengusir secara halus Lisa.
" Ada apa urusan kamu datang kesini, apa kamu kangen sam aku?" tanya Lusi sambil tersenyum miring, secara tidak langsung meledek sama Andra dan Vina.
" Itu urusanku Aswin anakku, Ayu menantuku makanya aku ingin menjenguk mereka, apa lagi mereka sudah dikarunia anak.
" Kamu yakin ingin menengok Aswin?" tanya Lusi mencoba memprovokasi Vina.
__ADS_1
" Maksudmu apa ?" tanya Andra lagi.
" Bukankah selama ini kamu menyimpan hubungan kamu dengan Ayu, dan kamu yang menghamili Ayu, lantas kamu limpahkan kesalahan sama anakku" tuduhan Lusi sangat jahat sekali.
Lusi benar benar ingin menghancurkan Ayu dan Andra sekaligus, dendamnya sudah sangat mendalam.
Dia lupa kalau Andra sudah lama tidak bertemu Ayu, namun mata hati Lusi tertutup oleh rasa curiga.
" Kamu itu bodoh atau ada kata yang lebih dari itu, kenapa kamu menuduh tanpa buki, kalau semua tuduhan mu tidak benar, maka jatuhnya fitnah, dan tidak segan aku akan menyeret mu ke pihak yang berwajib" Ucap Andra dengan amarah yang memuncak.
" Mas, ingat jangan terlalu emosi, ingat tensi mu" ucap Vina sambil mengusap tangan Suaminya.
Melihat itu Lusi semakin meradang, tadinya dia berusaha memprovokasi Vina. Namun Vina tidak mudah diprovokasi.
" Eh pelakor kamu jangan sok sabar, kamu sudah berani merebut suamiku, karena kamu tidak laku" ucap Lusi ngelantur.
Plak, suara tamparan mampir di pipi Lusi yang mulus itu, Andra sudah tidak mampu mengendalikan emosinya.
Lusi bukan diam dan takut dia malah menyerang Vina, namun sebelum tangannya sampai ke rambut Vina, Andra sudah lebih dulu menariknya, dan didorong keras sampai Lusi jatuh, untung jatuhnya ke sofa.
Lusi semakin mengamuk, dia ambil semua barang yang diatas meja dia lempar ke sembarang arah, hampir saja kepala Vina kena, untung Andra sigap menghalanginya.
Andra lah jadinya yang terluka sebab guci tempat bunga dilempar ke arah Vina.
Lusi berdarah, Andra pun sama, Vina dengan sigap langsung menyetop taksi yang kebetulan lewat dan langsung membawa Andra ke klinik terdekat. Tanpa menghiraukan Lusi.
Sungguh Lusi sudah menjadi seorang yang sangat kejam. Dia terluka, dan Lisa yang dari tadi melihat di balik tembok cepat keluar menghampiri Lusi.
Lisa telpon Aswin namun tidak diangkatnya.
Lisa mencari bantuan tetangga namun tidak ada satupun tetangga yang keluar.
Akhirnya Lisa meminta bantuan satpam. komplek tersebut. Satpam yang sudah mencicipi tubuh Lisa senyum senyum melihat Lisa mendekat padanya.
" Ada apa neng, apa neng butuh saya puaskan lagi?' tanya Satpam itu.
Lisa sempat tertegun, namun dia ingat Lusi harus diselamatkan.
" Pak tolong saya Ibu Lusi terluka kepalanya" ucap Lisa.
" Ayo neng cepat " ucap si satpam.
Mereka berhasil membawa Lusi ke klinik yang sama dengan Andra.
Aswin datang sebab si telpon oleh Vina, dan mengabarkan Ayahnya terluka.
__ADS_1
Bagaimanapun Aswin mengganggap Andra tetap Ayahnya apapun yang terjadi sehingga dia dengan cepat datang ke klinik setelah menerima telpon itu.
Sebelum sampai keruangan Andra dirawat, dia bertemu mama nya yang terluka di kepalanya dan yang membawa mamanya satpam komplek sama Vina.
Aswin bertanya tanya dalam hati kenapa bisa Ayah Ibunya bisa terluka bersamaan.
Lisa melihat Aswin langsung menghambur memeluk Aswin, namun Aswin sudah tau dengan gelagat Lisa Aswin menghindar dan dia menyeret si abang satpam, Lisa berakhir di pelukan Abang satpam itu.
Lisa sungguh malu, maksud hati ingin menggunakan kesempatan malah yang terjadi dipermalukan seperti itu.
" Pak maaf sebenarnya ada apa ya, sampai mama saya terluka?" tanya Aswin .
" Saya sendiri tidak tau kejadiannya, yang saya tau sudah terluka saya di panggil mba Lisa untuk menolong Ibu, Itu saja Pak yang saya tau" ucap satpam itu.
" Iya pak, maaf sudah merepotkan Bapak " ucap Aswin lagi.
Lusi di bawa masuk ke ruang UGD, lukanya cepat diperiksa dan dijahit lumayan banyak jahitannya.
Lusi tidak terima sampai terluka seperti itu. Dan melihat Andra sangat melindungi istri mudanya itu. Di dalam hatinya dendam membara.
Lusi dalam hatinya sudah banyak rencana jahat untuk menghancurkan Vina, Ayu, dan Andra.
Aswin mendatangi ruangan dimana Andra di dirawat, dia ingin segera bertanya, apakah kedua orang tuanya ada hubungannya dengan luka mereka berdua itu.
Aswin datang dan langsung mencium tangan Ibu tirinya, juga tangan Andra dengan takzim.
" Pah apa yang terjadi, papah sampai terluka.
Juga Mamah, apa ada hubungannya Pah?" tanya Aswin sangat hati hati.
" Yah bener, Ibumu sungguh sangat Arogan, dia menyerang Ibu Vina, untung Ayah masih bisa melindungi Ibumu ini" jawab Andra
" Kenapa mamah sampai menyerang Ibu Pah" tanya Aswin lagi.
Lalu Andra menceritakan apa yang terjadi semuanya , tidak ada yang ditutupi.
Aswin semakin kecewa sama Mama nya.
Aswin tidak ingin rumah tangganya juga rumah tangga Ayahnya hancur karena Mam nya itu.
Aswin pamit dulu untuk melihat Mama nya itu. Ada satu sisi ikut merasakan sakit hati ibunya itu, Tapi setelah dipikir pikir Ibunya yang selalu bikin ulah.
Aswin dilema.
Yu kita tunggu bab selanjutnya.
__ADS_1