
Aswin terus bertekad untuk.meraih kembali hati Ayu, apapun yang terjadi dia tidak akan menyerah, dengan segala usaha dan bujuk rayu ia lakukan agar hati Ayu bisa luluh kembali.
Sebaliknya Ayu, yang merasa dirinya tidak berharga untuk Aswin, dia sadar mungkin Aswin butuh istri yang sepadan.
Ayu tidak ingin mengulang rasa sakit yang ia terima selama ini. Cukup sudah penderitaannya.
Keduanya sama sama bertekad cuma tidak sama, yang satu mau balik, yang satu tidak.
" Yu beri aku kesempatan sekali lagi, seandainya aku mengulang kesalahan yang sama, aku sendiri yang akan pergi tanpa kamu suruh pergi.
" Mas, aku tidak pantas bersanding denganmu, benar Mama mu bilang, kalau aku sudah tua, umur kita terlalu jauh, aku tidak sanggup menerima hinaan terus"
" Carilah yang seumuran atau lebih muda dari Mas, aku ikhlas Mas, seandainya Mas mau ketemu Luki dan adiknya aku tidak akan melarangnya.
" Yu, sampai kapanpun aku tidak akan menggantikan mu dengan irang lain, hanya kamu istri aku"
Mungkin bagi sebagian orang kenapa Aswin bisa bu bucin seperti itu, hanya Aswin yang tau alasannya, Ayu begitu berharga dihati Aswin.
Ayu selalu menghargai jerih payah Aswin, dan selalu mensupport semua yang dilakukan Aswin.
Aswin sangat nyaman berada dekat Ayu. Tidak ada lagi cewe yang menarik hatinya.
Mungkin yang cantik banyak tapi yang pengertian itu jarang sekali.
Ayu adalah wanita mandiri, yang tidak pernah mengeluh se lelah apapun dia tetap Suami prioritas nya.
" Yu, jangan paksa aku untuk menjauhi mu, aku tidak sanggup hidup tanpa kamu Yu"
" Jangan kamu lakukan itu padaku, biarlah aku tetap di sampingmu" ucap Aswin sambil menatap dengan tatapan sendu.
Ayu sadar, Aswin itu baik, tapi jiwa yang suka terburu buru nya itu yang membuat Ayu takut jika untuk kembali.
" Mas, jika Mas mencintaiku, bolehkah aku minta satu permintaan?" tanya Ayu pada Aswin.
" Apapun itu akan aku penuhi asal bukan perpisahan" jawab Aswin.
" Mas bolehkah aku sendiri dulu sampai aku melahirkan?" ucap Ayu yang membuat Aswin terkejut dengan permintaan Ayu padanya.
" Kenapa Yu, biarkan aki mendampingi mu sampai kamu benar benar pulih, dan mampu melahirkan dengan normal?" tanya Aswin.
Aswin tidak mau meninggalkan Ayu seorang diri.
Anaknya taruhannya. Aswin mendekat ke perut Ayu, dan berbicara sama Anak nya.
" Sayang tolong bujuk Bundamu supaya Ayah bisa kembali bersama kalian" ucap Aswin kepada anaknya yang masih dalam perut Ayu.
__ADS_1
" Mas, kalau kamu terus disini, malah membuat aku teringat terus akan tuduhan mu yang tidak mendasar itu" ucap Ayu lagi.
" Maafkan aku, aku memang bodoh, Suami yang tidak bertanggung jawab, tapi tolong jangan suruh aku pergi ya" Aswin tetap memohon pada Ayu.
Ayu sudah tidak punya cara mengusir Aswin.
Satu satunya cara hanya menghubungi Andra Mertuanya sekaligus Sahabatnya itu.
" Ya sudah kamu keluar dulu, aku mau ke kamar mandi dan mau ganti baju dulu" ujar Ayu secara tidak langsung dia mengusir Aswin.
" Aku bantu saja ya, biar kamu gak kenapa kenapa" ucap Aswin bukannya pergi malah mau memapah Ayu.
" Tidak Mas, kita sudah bercerai, aku sudah haram disentuh olehmu , sekarang sebaiknya keluar dulu ya, nanti kita ngobrol lagi, aku sudah kebelet Mas" kata Ayu, sudah tidak ada cara lain lagi mengusir Aswin yang bandel.
" Baiklah, kamu hati hati ya, jangan sampai jatuh ya" ucap Aswin khawatir.
Akhirnya Aswin pergi juga, dia kebelakang menghampiri Luki yang sedang main ikan itu.
" Halo, anak Ayah apa kabar? " ucap Aswin pada anaknya. Didalam hatinya ada segunung penyesalan yang sudah meragukan Luki.
" Ayah, Uki kangen" Luki berlari menyongsong sang Ayah.
Gurat sedih terlihat dari wajah Aswin, Luki anaknya begitu merindukan dia, sementara dia sempat mengabaikannya.
" Assalamualaikum, halo "
" Walaikumsalam, hai Yu apa khabar tumben telpon, ada apa?" tanya Bu Vina sebab memang tidak biasanya Ayu telpon Ibu Vina.
" Bu, Ayu bingung, Mas Aswin ada disini sementara kami kan sudah resmi bercerai, Ayu harus bagaimana?" ungkap Ayu pada Bu Vina.
" Aswin disitu udah lama, atau bagaimana?" tanya Bu Vina lagi, ada banyak pertanyaan di benak Bu Vina kenapa Aswin tidak bilang sama Ayahnya dulu kalau mau menemui Ayu, tidak dengan sembunyi sembunyi seperti itu.
" Dari kemarin kayanya, cuma yang Ayu tau dia ada pas Ayu bangun tidur" sahut Ayu lagi.
" Eh, kamu sudah cuti, sekarang kamu udah di rumah?"
" Kandungan kamu tidak bermasalah kan?"
" Yu kamu sehat kan, jangan sampai kenapa kenapa Yu, memang hamil di atas umur 40 itu beresiko besar, jadi kamu hati hati" ucap Ibu Vina panjang lebar.
Kebetulan Andra datang, dia baru pulang dari kantornya, " Assalamualaikum" Andra mengucapkan salam.
" Walaikumsalam, bentar Pah " ucap Ibu Vina.
" Yu sebentar ya, Andra datang, jangan ditutup ya telponnya" ucap Ibu Vina sambil keluar menyongsong Suaminya yang baru memasuki rumahnya.
__ADS_1
" Telpon siapa Mah?" tanya Andra pada Ibu Vina.
" Ini Ayu Pah " jawab Ibu Vina.
" Nih kami ngomong, kayanya banyak yang ingin Ayu bicarakan ke kamu deh" ucap Ibu Vina ke Andra sambil memberikan telponnya.
" Halo Yu, Apa khabar kamu?" tanya Andra.
" Baik Dra, cuma hatiku yang kurang baik" jawab Ayu dan memanggil nama seperti biasa.
" Ya Allah Yu, kamu tuh ya, aku tuh mertua kamu, sopan dikit napa" ujar Andra merajuk.
" Iya Papah mertuaku yang baik dan tidak sombong, aku disini baik, tapi ada setan kecil yang mengganggu ketenanganku" ucap Ayu.
" siapa ? Aswin kesitu menemui mu" ucap Andra lagi.
" Iya siapa lagi yang bisa mengganggu aku, kecuali anakmu dan Ayahnya" canda Ayu.
" Ha ha ha....." tawa Andra berderai, entah kenapa kalau bicara sama Ayu ada saja yang bikin hatinya itu bahagia dan mampu melenyapkan lelahnya.
Emang Ayu sahabat is the best .
" Iya sebentar aku hubungi Aswin, dan aku bicara padanya ya" ucap Andra paham dengan maksud Ayu telpon istrinya.
Itulah Ayu yang selalu menjaga hubungan ini, dia tidak akan langsung menghubungi Andra sekalipun dia bisa.
Setelah mendapatkan yang dia mau, Ayu menutup telponnya, dia tersenyum jika mengingat mertuanya sekaligus sahabatnya itu.
Kenapa dia tidak bisa ngobrol serius dengan Andra, dan tidak mampu mengubah panggilan, padahal kalau sama Aswin saja dia mampu.
Mungkin ada sesuatu yang tidak bisa Ayu jabarkan, rasa yang dulu pernah ada masih belum mampu merubah segalanya.
Aswin baik namun ada yang tidak Aswin punya, yang ada pada diri Andra.
Andra begitu mengerti dirinya tanpa harus dia mengungkapkannya. Sahabat yang paling paham akan dirinya.
Ayu diam diam meneteskan air mata, jika mengingat kebersamaannya bersama Andra.
Andra begitu melindunginya, perhatian Andra sangat besar , kasih sayangnya tidak udah diragukan lagi.
Ayu merasakannya, sehingga kejadian bersama Aswin memukul jiwanya, ada hati yang ingin dia jaga sekalipun dia tidak mampu memilikinya sebagai pasangan, namun cukup bahagia menjadi sahabatnya.
Ayu tersadar dalam lamunannya, dia dengan cepat beristigfar dan dia menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim.
Ayu bersimpuh pada Yang Maha Kuasa, dia memohon petunjuknya, hanya pada Tuhan nya dia serahkan semuanya.
__ADS_1