Mertuaku Adalah Sahabatku

Mertuaku Adalah Sahabatku
Andra dan Ayu


__ADS_3

Andra merasa bahagia bisa bertemu Ayu. Sebenarnya Andra ingin sekali mengajak Ayu pergi ke salon dan Mall.


Tapi Andra yakin Ayu pasti menolaknya, Andra sangat tau kalau Ayu tidak suka yang namanya Mall dan salon.


Andra tidak tau saja, kalau Ayu bersama Aswin dan tiga temannya Aswin. Mereka dulu suka ke Mall, nyalon juga, nongkrong di kafe.


Andra tidak tau itu, sebab Andra sudah lama tidak ketemu Ayu, yang dia tau Atu yang cupu.


" Yu, mau tidak kalau aku ajak kamu ke suatu tempat?" Tanya Andra sangat hati hati.


" Mau ngajak kemana kamu, tumben kamu biasanya pelit banget " kelakar Ayu.


" Itu kan dulu Yu , jangan di ungkit dong, aku jadi malu " ujar Andra sambil tersenyum menggoda Ayu.


Mereka itu kalau sudah ketemu, asyik sekali.


Bisa ngomong apa saja, mereka random kadang ngomong yang tidak ada faedahnya sama sekali.


" Kita ke Mall, terus kamu nyalon " jawab Andra sambil hati hati ngomongnya takut jawaban yang mengecewakan.


" Ayo, siapa takut " jawab Ayu sambil bersorak senang sekali.


Andra tercengang heran. sampai Ayu melambai lambaikan tangannya didepan muka nya Andra.


" Oh eh, ayo Yu, kamu tidak salah jawab kan ?" tanya Andra masih penasaran dengan jawaban Ayu.


" engga lah dulu pun Aswin dan kawan kawan nya sering ngajak ke Mall dan nongkrong di sana, kadang suka juga di ajak nyalon walau tetep yang bayar aku " ucap Ayu sambil tertawa.


" eh aku jadi penasaran deh sama kamu, jadi selama ini Aswin engga pulang itu, yang ngasih duitnya kamu, yang jadi sumber dananya kamu" sahut Andra.


" Ya tidak semua, dia juga usaha walaupun tidak menutupi hidupnya dan kuliahnya, aku bantulah kasihan, soalnya dia punya Ayahnya tega sekali pelit bin medit " kelakar Ayu.


" Yu, kamu tuh ya kalau ngomong tidak ada filternya, kamu kan engga tau kenapa aku tidak ngasih duit sama dia "


" Ah mana aku tahu, orang Aswin ceritanya cuma sepotong sepotong , coba kalau sia cerita, dia punya Ayah Andra, udah aku datengin tuh bokap nya " ujar Ayu terkekeh geli melihat wajah Andra yang manyun


Itulah mereka kalau sudah berdua lupa semua masalah, makanya Andra saat tau Lusi selingkuh, Andra nyarinya Ayu, cuma Ayu sudah pindah rumahnya juga kantornya.


Dan handphone satu satunya alat komunikasi mereka berdua hilang, Ayu tidak punya no yang diingatnya. putus lah komunikasi mereka.


Andra sempat terpuruk untung ada Vina yang selalu ada buat Andra.

__ADS_1


" eh ngomong ngomong, kamu nikah lagi, sama siapa, apa aku mengenalnya?" tanya Ayu kepo.


" engga lah mana kamu kenal orang, kamu kan cuma mengenal aku" jawab Andra .


" Ih kamu kalau ngomong suka bener " jawab Ayu lagi.


" Jelas dong siapa lagi kalau bukan Andra sahabat terganteng Ayu yang jelek " ujar Andra tanpa perasaan.


Namun Ayu bukannya marah malah tertawa, sebab Andra walaupun suka ngomong ceplas ceplos tapi dia sangat melindungi Ayu, dia menyayangi Ayu seperti pada adiknya.


" Dra kamu ingat umur dong" ucap Ayu lagi.


" Masa umur 44 tahun pakaian kamu kaya Aswin. Malah kayanya Aswin kalah deh " seloroh Ayu.


" Eh jangan gitu Yu, umur boleh nambah, ganteng jangan berkurang " jawab Andra lagi.


" Ayo, jangan ngomong terus, nanti engga jadi lagi mau traktir aku nya" ucap Ayu sambil berdiri.


" Siapa yang mau traktir kamu, kamu kan banyak duit Yu, aku hanya ngajak saja bukan mau traktir " Canda Andra ingin buat Ayu ngambek.


" Idih , Aku engga mau ah kalau gitu, aku nunggu Aswin gajian aja nanti ke salonnya " balas Ayu.


" Dra aku ini sudah cantik alami, aku sudah laku, suamiku muda dan ganteng, mau apa lagi coba mempercantik diri begini saja Aswin mau ko " jawab Ayu tidak mau kalah.


" Kalau terus berdebat kita bisa sampai pagi, Ayo lah untuk kali ini aku traktir kamu " Akhirnya Andra mengalah juga.


Merekapun pergi, kebetulan Luky di titip di rumah Pak Arga.


Tidak memakan waktu yang lama, mereka sudah sampai ke Mala yang mereka tuju.


" Yu kamu ada niat pindah kerja ke Jakarta lagi engga " tanya Andra.


" engga kayanya, posisi aku disini sudah jadi direktur keuangan belum tentu di Jakarta" jawab Ayu.


Saat mereka asyik jalan sambil ngobrol dengan akrab, ada sepasang mata melihat mereka dari pertama turun dari taksi, Ya dia Aswin.


Sungguh Aswin tidak menyangka sifat Ayu yang pendiam kalau dekat Ayahnya bisa seakrab itu, malah Aswin belum pernah melihat Ayu seceria itu.


Mungkin semua orang bisa dikelabui oleh Ayu. Tapi Aswin sangat jeli ada sinar cinta di mata Ayu buat Ayahnya.


Ya Ayu dari dulu memang sangat meng idolakan Andra, Namun Ayu tau diri dengan dia yang tidak mungkin bersaing dengan Lusi yang sangat cantik.

__ADS_1


Ayu mempunyai perasaan itu sejak pertama kali bertemu, namun hati Ayu harus dipatahkan oleh kenyataan yang paling menyakitkan. Apa lagi saat Lusi hamil. Dan yang Ayu tau Andra sangat mencintai Lusi.


Dari situ Ayu mengubur dalam dalam cintanya pada Andra. Sebenarnya dia tidak berharap ketemu lagi. Namun takdir mempertemukan mereka kembali dengan status yang berbeda.


Aswin menatap dengan tatapan penuh amarah. Dia merasa dikhianati oleh Ayahnya dan Ayu.


Aswin ingin menghampiri Ayu, namun dia sangat ingat kalau Ayu tidak bisa menerima kekerasan sedikitpun.


Akhirnya Aswin pulang membiarkan istrinya bahagia sejenak dengan orang yang pernah dicintainya. Aswin pulang untuk mengambil Luky sebab sia juga sudah kangen.


Andra membawa Ayu ke salon, " Mba tolong ya paket komplit " kata Andra seperti sudah hatam banget dengan salon.


" Siap pak, boleh Bapak nunggu disana, Istri Bapak akan saya bikin pangling" kata pegawai salon tersebut.


" ok " jawab Andra tanpa membantah.


Ayu keheranan, kenapa Andra mengiyakan aja disangka orang dia istrinya. Namun bagi Andra tidak masalah sebab toh tidak akan ada yang protes ini. Dan tidak ada yang kenal dia juga. Andra itu menganggap semua sepele.


Andra tidak memikirkan masa yang akan datang, mungkin bagi dia aman, tapi bagi Ayu yang mukim disana tidak menutup kemungkinan nanti Ayu ke salon itu lagi bersama Aswin bisa berabe.


Namun namanya juga Andra, dia tidak akan perduli, dari pada klarifikasi panjang lebar mening di iyain aja. Itulah seorang Andra yang tidak pernah mau ribet.


Andra menunggu sambil melihat handphone nya, sekali sekali dia menatap Ayu. Sambil menatap Ayu.


" Kasihan juga si Ayu, dia dengan percaya diri nya ngomong cantik, sudah laku, gimana coba kalau si Aswin ke gaet gadis muda " monolog Andra dalam hatinya.


Andra sangat menyayangi Atu, jadi dia akan sangat tidak rela jika Ayu tersakiti.


Setelah menunggu sekitar 2 jam kelar juga Ayu di make over.


" Cantik juga kamu Yu, kalau di dandanin " ucap Andra tanpa sadar.


" Oh jadi aku cantik jika hanya saat didandani saja " Sahut Ayu sambil merajuk.


Kapan lagi Ayu bisa merajuk, hanya pada Andra lah sifat Asli Ayu perlihatkan, sebenarnya sama Ayu juga seperti wanita pada umumnya, manja , cengeng, selalu ingin diperhatikan. Namun Ayu harus bersikap mandiri sebab Ayu tidak mau merepotkan orang lain , kecuali pada Andra.


apa kah Aswin akan marah, bagaimana sikap Andra nanti.


Tunggu aja ya di bab berikutnya. jangan lupa like dan sarannya.


.

__ADS_1


__ADS_2